Ancaman El Nino Godzilla ke Anak Bukan Cuma Soal Air, Gizi dan Stunting Ikut Tertekan

Ancaman kekeringan akibat El Nino “Godzilla” tidak berhenti pada soal cuaca panas dan menipisnya air bersih. Dampaknya juga bisa merembet ke meja makan keluarga, terutama ketika anak-anak mulai kekurangan asupan gizi yang layak.

Ikatan Dokter Anak Indonesia menilai situasi ini perlu diwaspadai karena gangguan iklim dapat memicu rantai persoalan yang panjang. Dari pasokan pangan yang terganggu, harga bahan makanan naik, lalu akses keluarga terhadap makanan bergizi ikut menyempit.

Ketua Satuan Tugas Kesehatan Lingkungan dan Perubahan Iklim IDAI, dr Darmawan Budi Setyanto, menyoroti bahwa kekeringan berkepanjangan dapat memperburuk malnutrisi pada anak. Saat hasil panen tidak stabil, keluarga yang daya belinya melemah akan makin sulit memenuhi kebutuhan gizi harian.

Dampak seperti ini membuat ancaman El Nino terasa langsung di rumah tangga. Bukan hanya soal ketersediaan pangan, tetapi juga kemampuan orang tua menjaga kualitas makanan anak di tengah harga yang cenderung naik.

Stunting dapat ikut terdorong naik

Pada 2022, prevalensi stunting menurut Riset Kesehatan Dasar tercatat 21,6 persen. Dr Darmawan menyebut angka itu dapat bertambah 15-25 persen bila dampak El Nino tidak dikendalikan dengan baik.

Risikonya muncul lewat proses yang saling berkaitan. Kekeringan dapat memicu gagal panen, gagal panen mengerek harga pangan, lalu keluarga kesulitan mendapatkan makanan bergizi dalam jumlah cukup.

Masalah ini tidak berhenti pada kekurangan makan sesaat. Dalam jangka panjang, gangguan ketahanan pangan dapat memicu malnutrisi kronik yang menghambat pertumbuhan fisik dan perkembangan otak anak.

Ketika asupan gizi tidak terpenuhi, dampaknya tidak hanya terlihat pada tinggi badan. Kualitas tumbuh kembang dan kemampuan intelektualitas anak juga dapat terdampak.

Anak menjadi kelompok paling rentan

Di tengah kondisi kering berkepanjangan, anak-anak termasuk kelompok yang paling mudah terdampak. Sistem kekebalan tubuh mereka belum sempurna, sementara kemampuan mengatur suhu tubuh juga belum sekuat orang dewasa.

Karena itu, risiko dehidrasi dan gangguan kesehatan lain ikut meningkat saat lingkungan makin tidak stabil. Situasi ini membuat kekeringan memiliki efek berlapis, dari urusan air hingga kesehatan anak.

Kondisi keluarga yang harus berhadapan dengan harga pangan lebih mahal juga memperbesar tekanan. Saat pilihan makanan menyempit, pemenuhan gizi seimbang menjadi semakin sulit dijaga.

Penyakit ikut mengintai

Selain persoalan gizi, El Nino juga berpotensi memunculkan peningkatan penyakit pada anak. Dr Darmawan menyebut diare, pneumonia, demam berdarah dengue atau DBD, hingga malaria dapat ikut melonjak dalam kondisi kekeringan dan perubahan lingkungan yang tidak stabil.

Kekeringan berkepanjangan bisa menurunkan kualitas sanitasi dan mencemari sumber air bersih. Dalam situasi seperti itu, ancaman penyakit yang ditularkan melalui air menjadi lebih besar, terutama bagi balita yang lebih rentan terhadap infeksi dan dehidrasi.

Ia juga menegaskan bahwa diare dan pneumonia masih menjadi dua penyebab utama kematian pada balita di Indonesia. Karena itu, lonjakan penyakit saat El Nino tidak bisa dipandang sebagai masalah kecil.

Mitigasi perlu diprioritaskan

Di tengah rangkaian risiko itu, penguatan mitigasi menjadi langkah yang dinilai penting. Pemerintah perlu memperkuat layanan kesehatan, ketahanan pangan, akses air bersih, dan sistem kesiapsiagaan agar dampak El Nino tidak semakin menekan anak-anak.

Respons cepat di fasilitas kesehatan juga perlu disiapkan untuk menghadapi potensi lonjakan kasus penyakit. Dengan ancaman iklim yang bisa memukul banyak aspek sekaligus, perlindungan terhadap anak harus masuk prioritas utama agar kekeringan tidak berubah menjadi krisis gizi dan kesehatan yang lebih luas.

Source: www.beritasatu.com

Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow UsGoogle NewsFlipboard
Berita Terkait
Berita Terbaru
Populer