Andy Burnham resmi mengambil alih jabatan Perdana Menteri Inggris pada Senin setelah Keir Starmer mengundurkan diri. Pergantian tersebut menjadikan Burnham sebagai perdana menteri ketujuh Inggris dalam satu dekade.
Ia masuk ke Downing Street ketika dukungan terhadap Partai Buruh sedang tertekan dan krisis biaya hidup masih dirasakan masyarakat. Pemerintahan baru juga dituntut segera menunjukkan bahwa perubahan pemimpin dapat menghasilkan respons yang nyata.
Agenda Awal Pemerintahan Burnham
Burnham menempatkan perbaikan layanan publik sebagai salah satu fokus utama pemerintahannya. Sistem perairan termasuk sektor yang disebut akan dibenahi dalam agenda tersebut.
Ia juga membawa rencana desentralisasi kekuasaan sebagai arah penting kebijakan. Gagasan itu menekankan distribusi wewenang di tengah tuntutan publik atas layanan yang lebih responsif.
Keberhasilan pada agenda domestik akan menjadi ujian awal bagi kepemimpinan Burnham. Pemerintah perlu membangun kembali kepercayaan publik saat kondisi politik Partai Buruh belum stabil.
Perubahan Kepemimpinan dalam Waktu Singkat
Keir Starmer sebelumnya memimpin Partai Buruh meraih kemenangan besar pada pemilu 2024. Hasil tersebut mengakhiri 14 tahun pemerintahan sebelumnya di Inggris.
Posisi Starmer kemudian melemah setelah Partai Buruh mengalami kekalahan telak dalam pemilihan daerah pada Mei 2026. Tekanan politik meningkat ketika persoalan biaya hidup terus membayangi kehidupan masyarakat.
Pada Juni 2026, Starmer menyatakan mundur dari jabatan perdana menteri. Keputusan itu membuka proses pergantian pemimpin partai sekaligus kepala pemerintahan.
| Peristiwa | Waktu | Dampak Politik |
|---|---|---|
| Kemenangan Partai Buruh | 2024 | Mengakhiri 14 tahun pemerintahan sebelumnya |
| Kekalahan pemilihan daerah | Mei 2026 | Tekanan terhadap Starmer meningkat |
| Pengunduran diri Starmer | Juni 2026 | Membuka jalan bagi Burnham |
Jalan Burnham ke Puncak Pemerintahan
Burnham kembali menonjol di politik nasional setelah meraih kemenangan telak atas Reform UK dalam pemilihan pada Juni 2026. Kemenangan itu menguatkan posisinya sebagai figur utama pengganti Starmer.
Ia lalu menjadi kandidat tunggal dalam pemilihan ketua Partai Buruh. Menurut Viva, Burnham memperoleh dukungan lebih dari 90 persen anggota Partai Buruh di parlemen pada pemungutan suara Jumat.
Posisi pemimpin partai membuat pria berusia 56 tahun itu otomatis mengambil alih kepemimpinan pemerintahan Inggris. Dukungan internal yang besar memberi modal politik awal, tetapi belum menghapus tekanan dari publik.
Komitmen Luar Negeri Tetap Diuji
Selain menghadapi persoalan domestik, Burnham diharapkan mempertahankan komitmen Inggris terhadap NATO. Pemerintahannya juga diharapkan meneruskan dukungan bagi Ukraina ketika invasi Rusia memasuki tahun kelima.
Dua agenda tersebut membuat ruang gerak pemerintah baru menjadi semakin sempit. Burnham harus menjaga kesinambungan kebijakan luar negeri sambil menangani tekanan biaya hidup di dalam negeri.
Masa awal pemerintahannya akan menjadi penanda bagi pemulihan Partai Buruh setelah pergantian kepemimpinan yang cepat. Pelaksanaan layanan publik dan desentralisasi akan diamati sebagai ukuran pertama stabilitas kabinet baru.
Source: www.viva.co.id






