Inggris Punya PM Ketujuh dalam Sedekade, Andy Burnham Langsung Diuji Krisis Biaya Hidup

Andy Burnham resmi menjabat Perdana Menteri Inggris pada Senin, 20 Juli 2026, sebagai pemimpin ketujuh negara itu dalam satu dekade. Pergantian cepat di Downing Street terjadi saat pemerintah menghadapi tekanan besar dari krisis biaya hidup.

Burnham mengambil alih pemerintahan dengan tugas yang tidak ringan, yakni memulihkan kepercayaan publik terhadap Partai Buruh. Tantangan domestik tersebut muncul bersamaan dengan kewajiban Inggris mempertahankan arah kebijakan keamanan internasionalnya.

Mandat internal yang sangat kuat

Jalan Burnham menuju jabatan perdana menteri terbuka setelah ia memenangkan pemilihan ketua Partai Buruh pada Jumat sebelumnya. Ia menjadi calon tunggal dan meraih dukungan lebih dari 90 persen anggota Partai Buruh di parlemen.

Dukungan tersebut memberi Burnham landasan politik yang kuat di internal partai saat memulai pemerintahan. Namun, mandat dari parlemen Partai Buruh belum otomatis menjawab tekanan publik yang menguat dalam beberapa bulan terakhir.

Medcom.id melaporkan krisis biaya hidup menjadi salah satu beban utama yang harus segera dihadapi pemerintahan baru. Burnham dituntut menunjukkan langkah konkret untuk memperbaiki kondisi masyarakat sekaligus mengembalikan keyakinan terhadap Partai Buruh.

PeriodePeristiwaKeterangan
2024Pemilu InggrisPartai Buruh meraih kemenangan telak.
Mei 2026Pemilihan daerahPartai Buruh mengalami kekalahan besar.
Juni 2026Keir Starmer mundurMasa kepemimpinannya sebagai perdana menteri berakhir.
20 Juli 2026Burnham menjabatAndy Burnham resmi menjadi perdana menteri.

Layanan publik masuk agenda awal

Dalam pidato pertamanya sebagai perdana menteri, Burnham menempatkan pembenahan layanan publik sebagai salah satu prioritas pemerintahan. Sistem perairan nasional menjadi sektor yang disebut secara khusus dalam agenda awal tersebut.

Ia juga berkomitmen memperkuat desentralisasi kekuasaan agar pembangunan lebih terdorong di wilayah di luar London. Arah itu selaras dengan rekam jejak politik Burnham yang selama ini menaruh perhatian pada penguatan daerah.

Meski demikian, belum ada rincian mengenai kebijakan, jadwal pelaksanaan, maupun target anggaran yang akan ditempuh pemerintahannya. Harapan atas perbaikan tata kelola kini bergantung pada langkah yang akan diambil setelah masa transisi kepemimpinan.

Warisan masa sulit Partai Buruh

Burnham menggantikan Keir Starmer yang mengundurkan diri pada Juni 2026 setelah memimpin pemerintahan selama dua tahun. Posisi Starmer melemah sesudah Partai Buruh mengalami kekalahan besar dalam pemilihan daerah pada Mei 2026.

Kekalahan itu menjadi kontras dengan kemenangan telak Partai Buruh pada Pemilu 2024. Pergantian pemimpin kemudian menjadi ujian bagi partai untuk membuktikan bahwa mandat pemilu masih dapat diterjemahkan menjadi pemerintahan yang dipercaya publik.

Sebelum kembali ke panggung politik nasional, Burnham juga mencatat kemenangan atas Reform UK dalam pemilihan pada Juni. Hasil tersebut memperkuat posisinya menjelang pemilihan ketua Partai Buruh dan pengangkatannya sebagai perdana menteri.

Komitmen luar negeri tetap dijaga

Di bidang keamanan, Burnham memastikan Inggris tetap berkomitmen terhadap NATO. Ia juga menyatakan dukungan penuh kepada Ukraina dalam menghadapi invasi Rusia yang telah memasuki tahun kelima.

Sikap itu menunjukkan pergantian kepemimpinan di London tidak disertai perubahan arah yang disebutkan dalam hubungan keamanan internasional. Masa awal pemerintahan Burnham akan menguji kemampuannya menangani tekanan biaya hidup, layanan publik, dan komitmen luar negeri secara bersamaan.

Source: www.medcom.id
Berita Terkait