Cicilan paling rendah dari pinjaman non-KUR BRI tercatat mulai Rp146 ribu per bulan. Angka itu muncul pada plafon Rp5 juta dengan tenor 60 bulan, sehingga produk ini terlihat ringan bagi nasabah yang membutuhkan dana tambahan.
Skema tersebut menjadi menarik karena BRI tidak hanya mengandalkan KUR. Di luar program subsidi pemerintah itu, bank ini juga memiliki pinjaman non-KUR untuk berbagai kebutuhan finansial, dengan plafon mulai Rp5 juta hingga Rp250 juta.
Simulasi angsuran untuk plafon kecil
Pada pinjaman Rp5 juta, pilihan tenor memberi perbedaan angsuran yang cukup jelas. Untuk tenor 12 bulan, cicilannya Rp476 ribu per bulan, lalu turun menjadi Rp269 ribu pada 24 bulan, Rp203 ribu pada 36 bulan, dan Rp146 ribu pada 60 bulan.
Pola serupa terlihat pada plafon Rp10 juta. Cicilan bulanan berada di angka Rp952 ribu untuk tenor 12 bulan, Rp539 ribu untuk 24 bulan, Rp402 ribu untuk 36 bulan, dan Rp299.600 untuk 60 bulan.
Plafon lebih besar, cicilan ikut menyesuaikan
Jika plafon dinaikkan menjadi Rp15 juta, angsuran 12 bulan tercatat Rp1.439.000. Setelah itu, cicilannya menjadi Rp805 ribu pada tenor 24 bulan, Rp605 ribu pada 36 bulan, dan Rp446 ribu pada 60 bulan.
Untuk pinjaman Rp20 juta, cicilan 12 bulan mencapai Rp1.904.000. Angka tersebut turun menjadi Rp1.025.000 pada tenor 24 bulan, lalu Rp806 ribu pada 36 bulan, dan Rp598 ribu pada 60 bulan.
Ringkasan simulasi angsuran
| Plafon Pinjaman | 12 bulan | 24 bulan | 36 bulan | 60 bulan |
|---|---|---|---|---|
| Rp5 juta | Rp476 ribu | Rp269 ribu | Rp203 ribu | Rp146 ribu |
| Rp10 juta | Rp952 ribu | Rp539 ribu | Rp402 ribu | Rp299.600 |
| Rp15 juta | Rp1.439.000 | Rp805 ribu | Rp605 ribu | Rp446 ribu |
| Rp20 juta | Rp1.904.000 | Rp1.025.000 | Rp806 ribu | Rp598 ribu |
Dari simulasi itu, tenor yang lebih panjang membuat angsuran bulanan lebih rendah. Sebaliknya, tenor pendek membuat cicilan lebih besar, meski pelunasannya selesai lebih cepat.
Mengapa pinjaman ini tetap dilirik
Pinjaman non-KUR BRI tetap punya tempat tersendiri karena memberi akses yang lebih fleksibel bagi nasabah. Produk ini bisa menjadi alternatif saat calon peminjam tidak memenuhi kriteria khusus yang biasanya melekat pada KUR.
Perbedaan utamanya ada pada skema bunga. KUR mendapat subsidi pemerintah, sedangkan non-KUR memakai suku bunga komersial sesuai ketentuan perbankan.
Meski tidak memperoleh subsidi seperti KUR, layanan non-KUR tetap diminati karena proses pengajuannya relatif mudah dan pilihan nominalnya lebih beragam. Plafon hingga Rp250 juta membuat produk ini tidak hanya relevan untuk kebutuhan kecil, tetapi juga untuk pembiayaan yang lebih besar.
Bagi calon peminjam, simulasi angsuran bisa menjadi acuan awal sebelum mengajukan pinjaman. Dengan begitu, plafon dan tenor dapat disesuaikan dengan kebutuhan dana serta kemampuan membayar agar cicilan tetap berjalan lancar selama masa kredit.







