Anthropic Tarik Andrej Karpathy Ke Pretraining, Claude Dipakai Memacu Risetnya Sendiri

Anthropic kini menaruh Andrej Karpathy ke jantung pengembangan Claude, tepat di area pretraining yang menjadi fondasi kemampuan inti model tersebut. Langkah ini bukan sekadar perekrutan nama besar, melainkan sinyal bahwa perusahaan itu ingin memakai Claude untuk mempercepat riset yang membentuk Claude sendiri.

Nicholas Joseph, pemimpin tim pretraining Claude, menyebut Karpathy akan bekerja langsung di bidang itu sekaligus membentuk tim baru. Tim tersebut dirancang untuk membuat riset pretraining bergerak lebih cepat dengan Claude sebagai alat utama.

Pretraining adalah tahap dasar yang menentukan kualitas kemampuan utama sebuah model bahasa besar. Dengan menempatkan Karpathy di ranah ini, Anthropic mendorong pendekatan yang lebih agresif untuk mengotomatisasi sebagian proses penting pengembangan AI melalui model miliknya sendiri.

Joseph bahkan menegaskan bahwa tidak ada sosok yang lebih tepat untuk tugas tersebut. Pernyataan itu menunjukkan besarnya harapan Anthropic terhadap kombinasi pengalaman Karpathy dan peran Claude dalam proses riset internal.

Langkah ini juga sejalan dengan arah kerja internal Anthropic yang sejak lama menekankan pemanfaatan AI untuk mempercepat pekerjaan teknik. Perusahaan itu sebelumnya menyatakan bahwa Claude menulis 90 persen kode di dalam perusahaan.

Nama Karpathy sendiri punya bobot besar di industri AI. Ia dikenal sebagai salah satu peneliti paling berpengaruh, dan istilah “vibe coding” ikut melekat padanya karena merujuk pada penggunaan AI untuk menulis kode lalu mengubahnya dengan cepat.

Rekam jejaknya mencakup keterlibatan sebagai salah satu pendiri OpenAI sekitar satu dekade lalu. Setelah itu, ia pindah ke Tesla pada 2017 dan memimpin tim AI produsen mobil tersebut selama lebih dari lima tahun.

Karpathy kemudian meninggalkan Tesla pada 2022 dan sempat kembali ke OpenAI untuk waktu singkat. Setelah itu, ia mendirikan Eureka Labs, perusahaan pendidikan yang berfokus pada AI.

Di luar posisi formal di perusahaan besar, Karpathy juga aktif sebagai pendidik publik. Dalam beberapa tahun terakhir, ia membangun audiens besar di YouTube dan X lewat penjelasan teknis serta unggahan soal perkembangan AI.

Ia memiliki gelar PhD ilmu komputer dari Stanford, yang melengkapi latar belakangnya di riset, pengembangan model, visi komputer, dan penerapan AI skala besar. Kombinasi pengalaman itu membuat kehadirannya di Anthropic dianggap sangat strategis.

Masuknya Karpathy juga menambah daftar perekrutan penting Anthropic di tengah perebutan talenta senior yang makin sengit. Awal bulan ini, Ross Nordeen, anggota pendiri xAI sekaligus mantan pegawai Tesla, juga mengatakan bahwa dirinya bergabung dengan Anthropic.

Pada hari yang sama, Anthropic mengumumkan kesepakatan dengan SpaceX milik Elon Musk untuk menyewa kapasitas komputasi di superkomputer Colossus 1 milik xAI. Dua langkah itu memperlihatkan bahwa Anthropic memperkuat posisi teknis dan infrastrukturnya sekaligus.

Nilai Karpathy dalam persaingan talenta AI juga pernah tercermin dalam komunikasi internal Elon Musk yang muncul dalam persidangan melawan OpenAI. Dalam salah satu email yang ditampilkan di pengadilan, Musk menyebut Karpathy sebagai “arguably the #2 guy in the world in computer vision”.

Dalam pesan lain terkait perekrutan Karpathy, Musk menulis, “The OpenAI guys are gonna want to kill me, but it had to be done.” Ungkapan itu menggambarkan betapa tingginya nilai Karpathy dalam perebutan peneliti AI papan atas.

Baru-baru ini, Karpathy juga menggambarkan dirinya berada dalam “state of AI psychosis” sejak Desember tahun lalu. Ia menyebut tengah merangkul “tokenmaxxing” dan secara agresif menguji batas model-model frontier.

Dengan mandat baru di pretraining dan tim yang akan dibangun di sekitarnya, Anthropic kini menempatkan Claude bukan hanya sebagai produk, tetapi juga sebagai mesin percepatan riset internal. Perhatian industri pun akan tertuju pada seberapa jauh pendekatan ini mampu mendorong Anthropic dalam perlombaan model frontier berikutnya.

Source: www.indiatoday.in

Berita Terkait