Aplikasi Bukan Satu-Satunya Penyebab, 5 Pengaturan Android 16 Ini Bisa Menguras Baterai

Author: Redaksi Android62

Baterai Android 16 yang terasa lebih cepat habis tidak selalu dipicu aplikasi berat. Pada banyak kasus, penyebabnya justru ada pada fitur bawaan yang terus bekerja di latar belakang dan membuat prosesor, modem, atau radio nirkabel aktif lebih sering.

Sistem Android 16 memang membawa optimasi berbasis machine learning untuk mengatur sumber daya secara lebih efisien. Namun, efisiensi itu dapat menurun ketika beberapa pengaturan pintar dibiarkan menyala bersamaan, terutama yang terus memantau jaringan, memindai perangkat sekitar, menjaga layar tetap aktif, atau mengirim data sistem tanpa henti.

Pengaturan yang paling sering luput diperiksa

Salah satu yang paling mudah terlewat adalah pengiriman data penggunaan dan diagnostik. Setelah penyiapan atau pembaruan sistem besar, izin ini biasanya aktif dan terus mengumpulkan log sistem, memantau crash aplikasi, serta mengunggah statistik performa.

Aktivitas seperti itu dapat membangunkan prosesor dari mode deep sleep. Untuk mematikannya, buka Settings, lalu Security & Privacy, pilih More Privacy Settings, kemudian nonaktifkan toggle Send diagnostic data.

Pemindaian perangkat sekitar yang berjalan diam-diam

Fitur lain yang patut dicek adalah pemindaian perangkat di sekitar. Android 16 mengandalkan konektivitas ekosistem yang kuat, sehingga ponsel dapat terus mencari perangkat terdekat untuk pairing meski aksesori yang dicari tidak sedang ingin dihubungkan.

Pemindaian ini membuat radio Bluetooth dan Wi‑Fi tetap aktif di latar belakang. Pengguna bisa menemukannya lewat Settings, masuk ke Location, lalu cari Nearby device scanning dan matikan fitur tersebut.

Jaringan 5G tidak selalu paling irit

Kecepatan 5G memang unggul untuk kebutuhan seperti streaming video resolusi tinggi atau mengunduh file besar. Tetapi di area dengan sinyal 5G yang tidak stabil, modem harus bekerja lebih keras karena terus berpindah antara 5G dan LTE, bahkan ketika ponsel hanya berada di saku.

Perpindahan itu dapat memicu panas internal dan mempercepat penurunan baterai. Jika throughput tinggi tidak dibutuhkan terus-menerus, buka Settings, pilih Network & Internet, lalu SIMs, kemudian ubah Preferred network type dari 5G ke LTE.

Layar yang tetap menyala juga punya dampak

Always-On Display atau AOD memberi kemudahan karena jam dan notifikasi tetap terlihat tanpa menyalakan layar penuh. Meski praktis, fitur ini tetap memerlukan daya berkelanjutan karena lapisan display dan sensor proximity harus terus aktif.

Pada pengaturan bawaan Android 16, AOD disebut bisa menguras sekitar 1% hingga 2% baterai per jam jika ponsel diletakkan di meja sepanjang hari. Untuk menghemat daya, buka Settings, masuk ke Display, pilih Lock Screen, lalu matikan Always-on display.

Adaptive Connectivity dan perpindahan jaringan otomatis

Adaptive Connectivity dirancang untuk memilih jaringan yang dianggap paling efisien. Saat sinyal nirkabel melemah, sistem bisa otomatis beralih dari Wi‑Fi ke data seluler agar koneksi tetap stabil.

Pemantauan terus-menerus dan perpindahan radio semacam ini ikut memicu boros baterai. Di Android 16, Google memecah fitur ini ke beberapa toggle, dan pengguna bisa mematikan bagian yang paling agresif lewat Settings, Network & Internet, lalu Adaptive Connectivity, kemudian menonaktifkan Auto-switch to mobile network.

Lima pengaturan itu sering menjadi titik awal yang masuk akal saat baterai Android 16 terasa lebih cepat turun dari biasanya. Tidak semua harus dimatikan sekaligus, tetapi pemeriksaan awal bisa membantu menekan konsumsi daya sebelum mencari penyebab lain yang lebih kompleks.

Source: tech.sportskeeda.com
Berita Terbaru