Apple Lobi AS Demi Chip Memori China, Tekanan Harga RAM Makin Tak Terkendali

Apple disebut tengah melobi pemerintah Amerika Serikat agar ChangXin Memory Technologies atau CXMT tidak dimasukkan ke Daftar Entitas sanksi perdagangan. Jika upaya itu berhasil, Apple akan punya jalur alternatif untuk mengamankan pasokan chip DRAM di tengah pasar yang makin ketat.

Langkah tersebut muncul saat harga RAM bergerak naik tajam dan tekanan biaya komponen ikut membebani produsen perangkat. Dalam situasi ini, kebutuhan memori tidak hanya terserap oleh ponsel dan laptop, tetapi juga oleh pusat data serta infrastruktur kecerdasan buatan.

Pasokan memori global makin rapuh

Menurut unggahan Ming-Chi Kuo di platform X, CXMT sedang diupayakan agar tetap berada di luar daftar hitam perdagangan AS. Perusahaan itu dikenal sebagai produsen memori DRAM terbesar di China, tetapi statusnya sensitif karena sebelumnya masuk daftar hitam Pentagon terkait dugaan keterkaitan dengan sektor militer.

Bagi Apple, membuka opsi ke CXMT dinilai sebagai langkah mitigasi untuk menjaga ketersediaan komponen perangkat konsumen. Diversifikasi pemasok menjadi penting ketika jalur pasok utama makin mahal dan kapasitas produksi tidak bergerak secepat permintaan.

Harga RAM Samsung ikut menekan Apple

Tekanan biaya Apple juga datang dari sisi vendor komponen. Samsung disebut menaikkan harga RAM hingga 100 persen pada awal tahun ini, dan kebijakan itu kabarnya diterima Apple tanpa negosiasi.

Tim Cook sebelumnya juga menyinggung secara terbuka adanya tekanan inflasi yang tajam pada biaya komponen dalam laporan keuangan kuartalan. Situasi tersebut membuat ruang Apple untuk menahan biaya produksi semakin sempit.

PoinRincianDampak bagi Apple
Kenaikan harga RAM SamsungHingga 100 persen pada awal tahun iniBiaya komponen naik tajam
Target pasokan CXMTJalur alternatif chip DRAMMengurangi ketergantungan pada satu sumber
Tekanan inflasi komponenDisorot Tim Cook dalam laporan kuartalanMenekan margin dan strategi pengadaan

AI menggeser kapasitas memori ke pusat data

Kuo memperkirakan sekitar 15 hingga 20 persen kapasitas memori yang semula ditujukan untuk perangkat elektronik konsumen pada 2026 akan dialihkan besar-besaran ke pusat data dan infrastruktur AI pada 2027. Pergeseran ini membuat pasokan LPDDR, yang menjadi komponen inti perangkat seluler, mulai tercekik.

Dampaknya juga mulai terasa di internal Apple. Pesanan chip pemroses generasi terbaru A20 diperkirakan menyusut sekitar 10 hingga 20 persen dari target awal untuk periode akhir 2026 dan awal 2027.

CXMT belum tentu meredakan krisis dengan cepat

Meski dipandang penting, CXMT belum tentu mampu menjadi solusi instan. Kapasitas produksi internal perusahaan itu masih relatif terbatas, sehingga efeknya terhadap biaya operasional Apple kemungkinan tidak akan terasa drastis dalam waktu dekat.

Namun, peluang untuk memakai sumber pasokan tambahan tetap dianggap penting di tengah kebutuhan memori yang terus melonjak. Kuo menilai situasi ini bisa berlanjut hingga 2027, sejalan dengan peringatan Lenovo bahwa lonjakan harga bisa menjadi “normal baru” di industri elektronik.

Pada akhirnya, keputusan berada di tangan otoritas AS. Apa pun hasilnya, langkah Apple menegaskan bahwa harga RAM dan chip memori kini sudah menjadi isu strategis yang dapat memengaruhi pasar ponsel pintar, ketersediaan barang, dan arah inovasi teknologi dalam beberapa tahun ke depan.

Source: www.gadgetdiva.id
Berita Terkait