Apple tampaknya sedang bergerak menuju fase yang bisa membuat Samsung harus lebih waspada. Bukan hanya karena pergantian pucuk pimpinan, tetapi karena sosok yang disiapkan untuk memimpin justru berasal dari jantung pengembangan hardware, yakni John Ternus.
Penunjukan Ternus membuka kemungkinan Apple kembali menegaskan identitas lamanya sebagai perusahaan perangkat. Jika arah itu semakin kuat, persaingan dengan Samsung bisa bergeser dari sekadar adu penjualan menjadi adu siapa yang paling mahir menjadikan hardware sebagai pembeda utama.
Fokus Apple bisa makin tajam ke perangkat
John Ternus saat ini menjabat Senior Vice President of Hardware Engineering. Latar belakang itu membuat posisinya berbeda dari banyak eksekutif yang lebih dekat ke layanan, operasi bisnis, atau area lain di luar produk fisik.
Karena datang dari jalur hardware, Ternus dipandang sebagai figur yang bisa membawa Apple lebih fokus pada desain perangkat, integrasi produk, dan bentuk inovasi yang menonjol di sisi perangkat keras. Dalam konteks itu, Apple tidak terlihat akan meninggalkan arah sebelumnya, tetapi justru mempertegas fondasi yang selama ini membuat produknya menonjol.
Perubahan ini juga penting karena Tim Cook telah memimpin Apple selama lebih dari 15 tahun setelah wafatnya Steve Jobs. Selama masa itu, Apple menjaga dominasi iPhone serta membangun bisnis layanan yang kuat.
Mengapa Samsung ikut terseret dalam perhitungan ini
Bagi Samsung, perubahan di tubuh Apple tidak bisa dianggap sebagai urusan internal semata. Ketika Apple memberi bobot lebih besar pada hardware, maka duel dengan Samsung berpotensi menjadi lebih keras di area yang selama ini sama-sama penting bagi kedua perusahaan.
Salah satu sektor yang paling menarik perhatian adalah ponsel lipat. Artikel referensi menyebut iPhone lipat yang lama dirumorkan diperkirakan meluncur pada September, dan kemungkinan hadir setelah Ternus resmi menjadi CEO.
Situasi itu memberi Apple panggung untuk masuk ke segmen yang selama ini sangat lekat dengan Samsung. Jika benar terjadi, Apple tidak sekadar meluncurkan produk baru, tetapi juga menantang salah satu kategori yang sudah lebih dulu identik dengan lini Galaxy Z Fold.
Apple pun punya keuntungan waktu. Dengan masuk belakangan, perusahaan bisa mempelajari kritik pengguna, kelemahan desain, dan kompromi teknis yang muncul dari generasi awal foldable di pasar.
Transisi yang tidak terasa seperti putus arah
Promosi Ternus tidak tampak sebagai perubahan mendadak yang memutus jalur lama Apple. Justru, langkah itu terlihat sebagai kelanjutan logis dari karier panjangnya di bidang hardware.
Karena itu, Apple masih sangat mungkin mempertahankan DNA utamanya: perangkat keras yang terhubung rapat dengan perangkat lunak. Pendekatan seperti ini selama bertahun-tahun menjadi sumber pembeda produk premium Apple, dan Ternus diyakini bisa membuatnya semakin menonjol.
Di sisi lain, langkah tersebut juga memberi sinyal bahwa Apple ingin kembali menegaskan kontrol penuh atas pengalaman pengguna. Untuk Samsung, ini berarti persaingan desain dan engineering berpotensi semakin tajam.
AI belum menjadi jawaban yang benar-benar tuntas
Meski perhatian besar tertuju pada hardware, transisi ini tetap menyisakan pertanyaan. Salah satunya adalah sorotan pada penunjukan eksekutif hardware di tengah industri teknologi yang justru sedang dipenuhi pembicaraan tentang AI.
Apple masih dinilai belum menjelaskan secara meyakinkan bagaimana cara menutup celah strategis di area tersebut. Dalam kondisi itu, perusahaan kemungkinan tetap akan bergerak dengan gaya yang sudah dikenal, yakni lambat tetapi terintegrasi rapat.
Jika pendekatan itu dipertahankan, jawaban Apple terhadap tantangan AI bukan semata-mata mengandalkan model besar atau perluasan infrastruktur. Yang mungkin ditekankan justru hardware yang bisa membuat AI berjalan lebih efisien, privat, dan mulus di dalam ekosistem Apple.
Samsung juga sedang bermain di banyak lapisan
Samsung sendiri tidak berada dalam posisi diam. Di bawah kepemimpinan TM Roh, perusahaan itu terus mendorong Galaxy AI lintas perangkat, mulai dari ponsel sampai elektronik konsumen dan peralatan rumah tangga.
Perbedaannya ada pada ritme dan pendekatan. Samsung cenderung bergerak cepat lewat peluncuran luas serta kemitraan dengan pihak lain seperti Google, sedangkan Apple kemungkinan memilih integrasi yang lebih rapat, chip buatannya sendiri, dan pemrosesan AI di perangkat.
Karena itulah, era John Ternus bisa menjadi titik ketika Apple terasa lebih berbahaya bagi Samsung. Kombinasi pemimpin yang lahir dari kubu hardware, peluang masuk ke foldable, dan ambisi memperkuat pengalaman AI berbasis perangkat membuat persaingan keduanya masuk ke tahap yang lebih dekat ke inti kekuatan masing-masing perusahaan.
Source: www.sammobile.com





