Harga iPhone 18 diperkirakan naik sekitar USD 200 atau setara Rp3 jutaan, dan sinyal itu kini disebut makin kuat. Apple dikabarkan sudah menilai bahwa tekanan biaya produksi dan kebutuhan perangkat keras baru membuat penahanan harga tidak lagi mudah dipertahankan.
Peringatan itu juga datang dari CEO Apple, Tim Cook, dalam wawancara eksklusif bersama Wall Street Journal. Ia menegaskan perusahaan sudah berupaya menjaga harga tetap stabil, tetapi kondisi biaya di industri gawai membuat strategi tersebut tidak lagi berkelanjutan.
Biaya produksi dan tuntutan teknologi menekan lini baru
Apple mengklaim telah melakukan banyak cara untuk menahan kenaikan harga bagi konsumen. Namun, biaya komponen dan pembengkakan ongkos produksi di tingkat hulu disebut sudah mencapai titik yang sulit ditahan untuk generasi iPhone berikutnya.
Di saat yang sama, rencana peluncuran iOS 27 juga membawa beban baru. Sistem itu disebut akan menghadirkan Apple Intelligence yang lebih cerdas, sehingga Apple harus menaikkan standar minimum perangkat keras dan kebutuhan RAM pada perangkat masa depan.
Berdasarkan data internal yang beredar, fitur seperti Siri dengan gaya bahasa lebih natural dan voice dictation tingkat lanjut membutuhkan RAM minimal 12 GB. Karena itu, perangkat flagship yang ada saat ini, termasuk iPhone 17, dinilai belum sepenuhnya sanggup menjalankan fitur tersebut secara optimal.
Harga iPhone 18 berpotensi naik di pasar Indonesia
Jika estimasi kenaikan USD 200 benar terjadi, harga iPhone 18 Pro di Indonesia diperkirakan ikut terdorong naik. Sebagai perbandingan, iPhone 17 Pro varian paling rendah saat ini dijual resmi Rp24,999 juta di Indonesia.
Dengan kenaikan yang diprediksi pasar, varian terendah iPhone 18 Pro berpotensi mendekati Rp28 jutaan saat masuk ke pasar Tanah Air. Sementara itu, iPhone 18 Pro Max diperkirakan akan melangkah lebih tinggi lagi.
Rumor tentang kehadiran iPhone layar lipat perdana juga ikut memperkuat bayangan harga yang lebih fantastis. Jika perangkat itu benar debut dalam waktu dekat, posisinya hampir pasti berada di kelas premium paling atas.
Jejak kenaikan pada generasi sebelumnya sudah terlihat
Kenaikan harga iPhone 18 sebenarnya bukan pola yang muncul tiba-tiba. Saat iPhone 16 Pro pertama kali hadir resmi, harganya dimulai dari Rp18,499 juta untuk kapasitas 128 GB dan Rp21,499 juta untuk kapasitas 256 GB.
Lompatan berikutnya terjadi pada iPhone 17 Pro yang langsung dibanderol Rp24,999 juta. Tren itu menunjukkan bahwa harga lini Pro terus bergerak naik dari satu generasi ke generasi berikutnya, sehingga proyeksi untuk iPhone 18 terasa sejalan dengan arah pasar yang sudah terbentuk.
Di sisi lain, Apple disebut masih cukup stabil menjaga harga produk lain seperti MacBook. Dalam satu tahun terakhir, lini laptop itu cenderung tidak naik, bahkan MacBook Air disebut mendapat kapasitas penyimpanan dua kali lebih lega di harga yang sama.
Apple juga menawarkan opsi lebih terjangkau lewat seri MacBook Neo. Namun untuk iPhone 18, arah kebijakan harga tampak berbeda karena kombinasi biaya komponen dan tuntutan teknologi membuat lonjakan banderol sulit dihindari.
Source: www.gadgetdiva.id






