Apple Siapkan Empat Rancangan Kacamata AI, Tekan Persaingan dengan Meta Di Wearable

Apple kembali bergerak di pasar perangkat wearable dengan menyiapkan empat rancangan kacamata AI yang sedang diuji. Langkah ini menunjukkan bahwa perusahaan tersebut tidak sekadar ikut tren, tetapi mulai masuk lebih dalam ke kategori yang selama ini lebih dulu didorong Meta.

Laporan Bloomberg yang dikutip Beritasatu.com, lalu diperkuat informasi lanjutan dari The Independent, menyebut kacamata AI Apple ditargetkan meluncur pada akhir 2026 atau awal 2027. Di tengah pasar yang mulai melihat peluang lebih besar untuk perangkat pintar yang bisa dipakai sehari-hari, Apple tampak menyiapkan pendekatan yang menggabungkan fungsi AI dan desain yang tetap menarik bagi pengguna umum.

Empat bentuk bingkai yang diuji

Apple disebut tengah menguji empat model bingkai utama untuk kacamata pintarnya. Pilihan itu mencakup bentuk persegi panjang besar bergaya wayfarer, desain ramping yang mirip gaya yang kerap dikenakan Tim Cook, bingkai oval, serta model melingkar dalam beberapa ukuran.

  1. Persegi panjang besar bergaya wayfarer
  2. Desain ramping dengan tampilan minimalis
  3. Bingkai oval yang lebih lembut
  4. Model melingkar dalam beberapa ukuran

Ragam desain ini memperlihatkan bahwa Apple ingin menjangkau selera pasar yang berbeda-beda. Dalam kategori seperti kacamata pintar, bentuk fisik memegang peran penting karena perangkat harus tetap nyaman dipakai, tidak terasa berat, dan tetap cocok digunakan dalam aktivitas harian.

Fitur yang diarahkan untuk penggunaan sehari-hari

Menurut The Independent, perangkat ini akan membawa kamera, mikrofon, dan speaker internal. Kacamata tersebut juga dirancang terhubung langsung dengan iPhone dan ekosistem Apple lain, sehingga fungsinya tidak berdiri sendiri sebagai aksesori, melainkan sebagai perangkat pendukung aktivitas harian.

Dengan susunan fitur itu, pengguna disebut bisa mengambil foto atau video, menerima dan melakukan panggilan telepon, serta mendengarkan musik melalui speaker bawaan. Apple juga dikabarkan memakai lensa kamera berbentuk oval dengan orientasi vertikal, disertai lampu indikator eksternal saat kamera aktif.

Keberadaan lampu indikator menjadi perhatian penting karena isu privasi sangat dekat dengan perangkat yang dikenakan di wajah. Penanda visual tersebut memberi sinyal kepada orang di sekitar bahwa perekaman sedang berlangsung.

AI menjadi pusat pengalaman

Nilai utama kacamata ini ada pada integrasi kecerdasan buatan yang disiapkan Apple. Perangkat tersebut dikabarkan dapat membaca konteks lingkungan di sekitar pengguna melalui sensor yang tertanam pada kacamata.

Kemampuan itu dapat membuka fungsi seperti mengenali objek yang sedang dilihat, menjawab pertanyaan secara langsung, hingga membantu navigasi berbasis visual. Jika rencana tersebut berjalan sesuai jadwal, interaksi pengguna juga akan sangat bergantung pada versi terbaru Siri yang selama ini dinantikan pembaruannya.

Berikut ringkasan komponen dan fungsi yang diperkirakan hadir pada model awal:

KomponenFungsi utama
KameraFoto, video, dan pengenalan objek
MikrofonPerintah suara dan panggilan
Speaker internalMusik dan audio langsung
Sensor AIMembaca konteks sekitar
Lampu indikatorPenanda saat kamera aktif

Varian dengan layar masih disiapkan

Selain model berbasis sensor, Apple juga disebut mengembangkan varian dengan layar terintegrasi. Versi ini berpotensi menampilkan informasi digital langsung di depan mata pengguna dan mendekati konsep augmented reality atau AR.

Pendekatan tersebut dapat menjadi titik tengah antara kacamata pintar yang ringan dan perangkat yang lebih imersif seperti Apple Vision Pro. Jika strategi ini berhasil, Apple berpeluang masuk ke pasar massal sekaligus menyiapkan dasar bagi pengalaman visual yang lebih maju di tahap berikutnya.

Pasar kian ramai, persaingan makin padat

Reuters melaporkan penjualan kacamata pintar Meta meningkat tiga kali lipat sepanjang 2025, tanda bahwa kategori ini mulai mendapatkan momentum. Di sisi lain, Google lewat proyek Android XR, serta pemain seperti Xreal dan TCL, juga memperkuat persaingan di segmen yang masih berkembang ini.

Meski minat pasar meningkat, adopsi kacamata pintar masih belum setara dengan smartphone atau laptop. Konsumen masih menunggu perangkat yang benar-benar nyaman dipakai, punya fungsi yang jelas, dan tidak terasa seperti produk percobaan.

Apple punya rekam jejak kuat dalam membangun kategori baru lewat iPod dan iPhone. Namun, pasar wearable tetap menjadi tantangan tersendiri, sehingga keberhasilan kacamata AI Apple akan sangat bergantung pada kemampuan perusahaan menggabungkan desain premium, fungsi praktis, dan kecerdasan buatan dalam satu perangkat yang layak dipakai setiap hari.

Source: www.beritasatu.com

Berita Terkait