Bocoran casing yang disebut untuk iPhone lipat Apple kini jadi petunjuk paling kuat bahwa proyek perangkat lipat perusahaan itu memang sudah bergerak jauh. Dari aksesori tersebut, nama iPhone Ultra ikut mencuat sebagai kandidat lini premium baru yang diposisikan sangat mahal dan sangat tipis.
Yang membuat kabar ini ramai dibicarakan adalah kebiasaan rantai pasok yang kerap lebih dulu menampakkan aksesori saat bentuk perangkat belum diumumkan resmi. Pola seperti itu pernah terlihat pada sejumlah ponsel lipat lain, sehingga kemunculan casing ini dinilai layak diperhatikan.
Bodi ramping dan kamera dibuat sederhana
Tampilan casing yang beredar memperlihatkan perangkat dengan desain sangat tipis. Di bagian belakang, modul kameranya tampak memakai dua kamera dengan susunan yang lebih ringkas dibanding model Pro saat ini.
Sederhananya susunan kamera itu sejalan dengan upaya menjaga bodi tetap ramping saat perangkat dilipat. Tantangan utama ponsel lipat memang selalu sama, yaitu menekan ketebalan serendah mungkin tanpa mengorbankan fungsi dasar.
Letak tombol ikut memberi petunjuk desain
Dari detail fisiknya, tombol volume disebut berada di bagian atas perangkat. Tombol daya ada di sisi kanan, sementara ada potongan tambahan di bawahnya yang diduga berkaitan dengan antena.
Casing tersebut juga menampilkan dukungan untuk tombol Camera Control seperti pada generasi iPhone terbaru. Namun, tidak terlihat ruang khusus untuk tombol Action yang selama ini identik dengan model Pro.
Sinyal dukungan aksesori magnetik
Di deskripsi produk yang beredar, casing itu disebut membawa magnet N52 bawaan. Magnet ini diklaim membantu aksesori menempel lebih kuat saat digunakan.
Meski begitu, keberadaan magnet N52 belum cukup untuk memastikan iPhone Ultra akan mendukung MagSafe secara penuh. Magnet itu juga bisa saja hanya dipasang produsen casing agar cocok dengan aksesori magnetik seperti car mount, dompet magnetik, atau power bank.
Detail tersebut tetap memberi gambaran bahwa perangkat lipat Apple kemungkinan disiapkan untuk ekosistem aksesori yang luas. Untuk perangkat premium yang ditargetkan ringkas sekaligus fleksibel, dukungan semacam ini menjadi poin penting.
Spesifikasi yang mulai mengerucut
Selain bocoran casing, sejumlah pembocor dan analis gadget sebelumnya juga sudah memetakan arah spesifikasi iPhone lipat pertama Apple. Perangkat ini disebut akan membawa layar luar 5,5 inci dan layar utama lipat 7,8 inci.
Di sektor performa, Apple diperkirakan memakai chip A20 Pro dan RAM 12 GB. Sementara itu, sektor kamera disebut mengandalkan konfigurasi ganda 48 MP.
Sistem keamanannya juga ikut dibicarakan. Karena desain lipat dinilai menyisakan ruang terbatas untuk Face ID, Apple kemungkinan memakai Touch ID yang terintegrasi di tombol samping.
Berpotensi jadi iPhone termahal Apple
Ukuran perangkat juga menjadi sorotan karena diperkirakan sangat tipis. Rumor yang beredar menyebut ketebalannya sekitar 4,7 mm saat dibuka dan 9,23 mm ketika dilipat.
Jika angka itu akurat, perangkat tersebut berpeluang menjadi salah satu ponsel lipat paling tipis di pasar. Pada saat yang sama, Apple harus menjaga ketahanan mekanik agar format lipatnya tetap nyaman dipakai.
Dari sisi harga, iPhone lipat diperkirakan tidak akan masuk kategori murah. Sejumlah laporan menyebut banderol awalnya sekitar USD 2.000 atau setara lebih dari Rp 30 juta.
Dengan posisi seperti itu, iPhone Ultra berpeluang menjadi iPhone termahal yang pernah dijual Apple. Perangkat ini tampaknya diarahkan untuk pengguna profesional dan pencinta teknologi yang ingin mencoba format baru dari Cupertino.
Untuk saat ini, kemunculan casing pelindung menjadi sinyal paling konkret bahwa desain perangkat tersebut mungkin sudah mendekati tahap akhir sebelum produksi massal. Jika rangkaian bocoran ini terus menguat, iPhone lipat Apple makin terlihat bukan sekadar rumor, melainkan calon produk nyata di kelas ultra-premium.
Source: telset.id