Apple Siapkan iPhone Ultra 2 Lebih Lebar, iPhone Air 3 Malah Terancam

Author: Redaksi Android62

Apple disebut sudah menyiapkan iPhone Ultra 2 secara internal, meski iPhone lipat pertamanya sendiri belum menyentuh pasar. Bocoran itu menjadi sorotan karena penerusnya dikabarkan hadir dengan layar lipat yang lebih lebar.

Di sisi lain, lini iPhone Air justru menghadapi masa depan yang lebih rapuh. Nasib iPhone Air 3 disebut masih bergantung pada performa penjualan iPhone Air 2, sehingga kelanjutannya belum aman.

Ultra bergerak lebih pasti

Informasi dari pembocor Digital Chat Station menyebut iPhone Ultra 2 sudah mendapat lampu hijau internal di tubuh Apple. Model ini diperkirakan membawa bidang lipat yang lebih lebar dibanding generasi pertama.

Namun, perubahan itu tampaknya tidak akan diikuti lompatan besar pada teknologi panel. Bocoran yang sama menyatakan iPhone Ultra 2 kemungkinan masih memakai jenis layar yang serupa dengan iPhone Ultra generasi awal.

Menariknya, Apple belum merilis model pertama dari lini ini. iPhone Ultra generasi awal disebut baru akan meluncur bersama jajaran iPhone 18 Pro pada 2026.

Generasi pertama Ultra sudah punya bekal kuat

Sejumlah detail awal soal iPhone Ultra generasi pertama juga sudah beredar. Perangkat itu dirumorkan memakai layar dalam 7,8 inci dan layar penutup 5,5 inci.

Spesifikasi lain yang disebut menyertai perangkat ini adalah bodi titanium dan chip A20 Pro. Saat dibuka, ketebalannya dikabarkan hanya 4,5 mm, yang jika benar akan membuatnya menjadi ponsel lipat paling tipis di pasar.

Kombinasi ukuran yang tipis dan layar yang besar memberi gambaran bahwa Apple tampaknya masih ingin menyempurnakan format foldable, bukan mengganti arah pengembangannya secara total.

Air 3 belum masuk tahap penting

Berbeda dengan Ultra, nasib iPhone Air 3 justru jauh lebih tidak pasti. Digital Chat Station menyebut model ini bahkan belum memasuki tahap molding.

Laporan itu juga menegaskan bahwa masa depan iPhone Air 3 sangat ditentukan oleh hasil komersial iPhone Air 2. Artinya, Apple belum mengunci kelanjutan lini ini sepenuhnya.

Kondisi tersebut tidak lepas dari performa model Air pertama yang disebut kurang meyakinkan. Menurut klaim Digital Chat Station sebelumnya, aktivasi iPhone Air original hanya sedikit melewati 700.000 unit meski sudah beberapa kali dipangkas harganya.

Pasokan dipotong, produksi disebut berhenti

Dampak dari performa itu disebut terasa hingga rantai pasok. Kapasitas pemasok dilaporkan dipangkas lebih dari 80 persen setelah peluncuran.

Perangkat tersebut juga kini dipercaya telah berhenti diproduksi. Jika data ini akurat, maka lini Air sudah masuk fase evaluasi yang jauh lebih ketat dibanding lini Ultra.

Apple masih memberi ruang untuk Air 2

Meski generasi awalnya terseok, Apple tetap menyiapkan iPhone Air 2. Model ini ditargetkan meluncur pada kuartal pertama 2027.

Sejumlah peningkatan disebut tengah disiapkan, termasuk kamera belakang kedua dan layar yang lebih besar. Perubahan itu menunjukkan Apple masih mencari formulasi yang lebih kuat untuk ponsel ultra-tipisnya.

Namun, ruang kesabaran pasar tampaknya terbatas. Jika penjualan Air 2 tidak membaik, lini iPhone Air berpotensi dihentikan sepenuhnya dan iPhone Air 3 pun ikut terseret dalam ketidakpastian.

Dua lini yang menempuh jalan berbeda

Gambaran terbaru ini menempatkan Ultra dan Air pada situasi yang sangat kontras. Apple disebut sudah menyiapkan penerus foldable sebelum model pertamanya benar-benar dirilis, sementara lini ultra-tipis masih harus membuktikan nilai jualnya terlebih dahulu.

Untuk saat ini, iPhone Ultra 2 tampak punya arah pengembangan yang lebih jelas meski belum mengubah teknologi dasarnya secara drastis. Adapun iPhone Air 3 masih berada di wilayah abu-abu, menunggu apakah iPhone Air 2 mampu memberi alasan cukup kuat bagi Apple untuk melanjutkannya.

Source: www.gizmochina.com
Berita Terbaru