Arema FC bergerak menjaga fondasi tim di tengah sorotan yang mengarah ke lini depan mereka. Di satu sisi, Dalberto menjadi nama yang paling ramai dibahas karena masa depannya belum jelas. Di sisi lain, klub justru menegaskan bahwa mereka masih percaya pada pola rekrutmen yang selama ini banyak bertumpu pada koneksi Brasil.
Isu tentang Dalberto mencuat karena kontraknya bersama Singo Edan disebut segera berakhir. Situasi itu membuat Persebaya Surabaya dan Persik Kediri ikut memantau perkembangan sang penyerang asal Brasil, terlebih keduanya sama-sama membutuhkan tambahan tenaga di sektor depan.
Dalberto Jadi Target yang Menarik
Nama Dalberto tidak muncul tanpa alasan. Penyerang ini tampil konsisten sepanjang musim dan memberi kontribusi penting lewat gol serta assist. Catatan itu membuatnya dipandang sebagai salah satu striker asing paling menonjol di kompetisi.
Bagi Persebaya, kebutuhan pada sosok penyerang tajam menjadi alasan utama mengapa Dalberto masuk radar. Persik juga punya kepentingan serupa karena lini serang mereka dinilai belum stabil dan masih perlu dibenahi.
Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari Arema FC maupun Dalberto terkait kelanjutan kerja sama mereka. Karena itu, status sang pemain masih menunggu perkembangan lanjutan dan belum bisa dipastikan final.
Arema Tetap Percaya Jalur Brasil
Di tengah ramai spekulasi soal Dalberto, Arema justru menjelaskan arah kebijakan mereka dalam memilih pemain asing. General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, menegaskan bahwa asal negara bukan satu-satunya pertimbangan dalam perekrutan.
Menurut Arema, kualitas individu dan kecocokan dengan skema tim tetap menjadi dasar utama. Penjelasan ini sejalan dengan komposisi legiun asing klub dalam beberapa musim terakhir yang memang didominasi pemain asal Brasil.
Dari total pemain asing yang ada, sebagian besar datang dari Negeri Samba. Hanya satu pemain yang berasal dari Kolombia, sehingga koneksi Brasil terlihat seperti pola yang terus berulang di tubuh Arema.
Meski begitu, klub tidak menutup pintu untuk opsi lain. Pada musim lalu, Arema sempat menjajaki peluang mendatangkan pemain dari kawasan Eropa Timur, dan proses negosiasinya bahkan disebut hampir selesai.
Pemain yang dibidik saat itu dikabarkan sudah menyetujui tawaran Arema dan menandatangani dokumen awal. Namun transfer itu batal pada detik terakhir karena alasan keluarga, sebelum sang pemain memilih bergabung dengan klub di Liga Bahrain.
Menjaga Kerangka Tim Tetap Stabil
Di saat perhatian publik tertuju pada kemungkinan kepergian Dalberto, Arema juga berusaha mempertahankan bagian penting lain dari skuadnya. Kabar baik datang dari gelandang asal Brasil, Mates Blade, yang disebut sudah mencapai kesepakatan untuk memperpanjang kontrak.
Mates Blade punya peran penting di lini tengah Arema. Gelandang berusia 29 tahun itu dikenal sebagai pengatur ritme permainan yang membantu tim menjaga keseimbangan antara bertahan dan menyerang.
Sepanjang musim lalu, ia tampil dalam 29 pertandingan kompetitif. Dari jumlah itu, Mates Blade menyumbang satu gol dan tiga assist yang turut memberi dampak positif bagi tim.
Langkah mempertahankan Mates Blade menunjukkan bahwa Arema tidak hanya fokus mencari wajah baru. Klub juga ingin menjaga stabilitas agar fondasi permainan tetap kuat saat menyongsong musim berikutnya.
Bagi pendukung Arema, situasi ini memberi gambaran bahwa manajemen sedang menyiapkan komposisi tim dengan hati-hati. Sementara itu, arah masa depan Dalberto tetap menjadi perhatian utama karena keputusan akhirnya bisa ikut memengaruhi susunan lini depan Singo Edan.







