Argentina Masih Bisa Gagalkan Mimpi Final Inggris, Selisih Tipis di Simulasi Opta

Author: Redaksi Android62

Simulasi Opta menempatkan Inggris sedikit di depan Argentina untuk melaju ke final Piala Dunia 2026, tetapi selisihnya sangat tipis. Dalam hitungan 25.000 simulasi turnamen, Inggris memiliki peluang 51,9 persen untuk lolos, sementara Argentina berada di angka 48,1 persen.

Angka itu menunjukkan duel semifinal yang diperkirakan berjalan ketat sejak awal. Inggris unggul tipis dalam proyeksi kekuatan, namun Argentina masih punya cukup modal untuk menggagalkan final impian The Three Lions.

Peluang menang dalam 90 menit nyaris berimbang

Jika hanya dihitung dalam waktu normal 90 menit, Inggris juga masih berada di atas Argentina. Opta mencatat peluang kemenangan Inggris sebesar 38,2 persen, sedangkan Argentina 32,0 persen dan hasil imbang 29,7 persen.

Situasi itu membuat laga ini berpotensi berlanjut ke perpanjangan waktu dan adu penalti. Dengan jarak peluang yang rapat, satu momen besar bisa langsung mengubah arah pertandingan.

Jalan Inggris menuju semifinal penuh tekanan

Inggris datang ke laga ini setelah melewati rangkaian pertandingan yang tidak mudah. Tim asuhan Thomas Tuchel memulai turnamen dengan menang 4-2 atas Kroasia, lalu bermain imbang tanpa gol melawan Ghana, sebelum menutup fase grup dengan kemenangan 2-0 atas Panama.

Hasil tersebut mengantar Inggris menjadi juara Grup L dengan 7 poin dari 3 laga. Di babak 32 besar, mereka menang tipis 2-1 atas Republik Demokratik Kongo, lalu menundukkan Meksiko 3-2 dalam pertandingan dramatis yang diwarnai kartu merah untuk Jarell Quansah.

Konsistensi mental mereka kembali terlihat saat menyingkirkan Norwegia 2-1 di perempat final. Rangkaian itu membuat Inggris datang ke semifinal dengan rasa percaya diri tinggi, meski tekanan untuk mempertahankan performa tetap besar.

Tim Jalan ke Semifinal Hasil Penting
Inggris Juara Grup L 4-2 Kroasia, 0-0 Ghana, 2-0 Panama, 2-1 RD Kongo, 3-2 Meksiko, 2-1 Norwegia
Argentina Juara Grup J 3-0 Aljazair, 2-0 Austria, 3-1 Yordania, 3-2 Cape Verde, 3-2 Mesir, 3-1 Swiss

Argentina tetap berbahaya meski lebih terkuras

Argentina juga menjaga langkah mereka dengan impresif sejak fase grup. La Albiceleste memuncaki Grup J usai menang 3-0 atas Aljazair, 2-0 atas Austria, dan 3-1 atas Yordania.

Namun, jalan mereka menuju semifinal jauh lebih berat setelah fase grup usai. Lionel Messi dan kolega harus bekerja keras untuk menyingkirkan Cape Verde 3-2 di 32 besar, lalu sempat tertinggal dua gol sebelum membalikkan keadaan dan menang 3-2 atas Mesir di 16 besar.

Di perempat final, Argentina kembali menjalani laga ketat melawan Swiss dan menang 3-1 lewat babak tambahan. Kondisi itu membuat mereka disebut sedikit lebih lelah dibanding Inggris karena harus memainkan laga ekstra.

Meski begitu, pengalaman Argentina di pertandingan besar tetap menjadi faktor yang sulit diabaikan. Kualitas individu mereka dinilai masih cukup untuk mengubah situasi dalam sekejap.

Spanyol tetap jadi kandidat terkuat juara

Bola.bisnis.com mencatat bahwa Opta menjalankan 25.000 simulasi turnamen dan menempatkan Spanyol sebagai kandidat terkuat juara dengan peluang 16,1 persen. Fokus kemudian bergeser ke semifinal Inggris kontra Argentina setelah Spanyol memastikan tempat di final usai menang 2-0 atas Prancis.

Dalam konteks itu, duel Inggris dan Argentina menjadi salah satu laga paling seimbang di turnamen. Jika Inggris mampu melaju, final sesama tim Eropa terbuka lebar, tetapi Argentina masih punya peluang nyata untuk mematahkan prediksi tersebut.

Dengan perbedaan peluang yang sangat kecil, pertandingan ini diperkirakan berlangsung keras sejak menit awal. Inggris unggul dalam organisasi permainan dan efektivitas serangan, sedangkan Argentina memiliki pengalaman dan daya tahan untuk memaksakan hasil yang berbeda.

Source: bola.bisnis.com
Berita Terbaru