Argentina melangkah ke semifinal Piala Dunia 2026 dengan catatan yang jarang terjadi. Hingga empat besar, tim asuhan Lionel Scaloni itu belum sekali pun menghadapi negara yang masuk 10 besar ranking dunia FIFA sebelum turnamen dimulai.
Fakta tersebut membuat jalur Albiceleste terlihat lebih ringan di atas kertas dibandingkan tiga semifinalis lain. Namun, Argentina tetap menjaga laju kemenangan mereka sampai ke empat besar, termasuk saat menyingkirkan Swiss lewat extra time pada perempat final.
Rangkaian lawan Argentina sejauh ini
| Babak | Lawan | Peringkat FIFA sebelum turnamen | Hasil |
|---|---|---|---|
| Fase grup | Aljazair | 29 | Menang |
| Fase grup | Austria | 23 | Menang |
| Fase grup | Yordania | 73 | Menang |
| 32 besar | Tanjung Verde | 64 | Menang |
| Perempat final | Swiss | 14 | 3-1 lewat extra time |
Medcom.id mencatat seluruh lawan Argentina di turnamen ini berada di luar 10 besar ranking FIFA sebelum Piala Dunia 2026 bergulir. Dari lima lawan yang sudah dihadapi, hanya Swiss yang menembus posisi 15 besar.
Kemenangan atas Swiss terjadi di Kansas City Stadium, Minggu (12/7), dan memastikan Argentina tetap menjaga status juara bertahan. Hasil itu juga menegaskan bahwa perjalanan mereka menuju semifinal belum dipenuhi duel dengan tim elite dunia yang biasanya muncul pada fase-fase akhir turnamen.
Di semifinal, Argentina akan berhadapan dengan Inggris di Atlanta Stadium, Kamis, 16 Juli 2026 pukul 02.00 WIB. Laga ini tidak hanya memperebutkan satu tiket ke final, tetapi juga membuka babak baru dari rivalitas panjang kedua negara.
Sejarah pertemuan Argentina dan Inggris di Piala Dunia tercatat besar. Inggris menang pada perempat final 1966, Argentina membalasnya pada perempat final 1986 lewat laga yang dikenang dengan gol Hand of God dan aksi solo Diego Maradona, lalu Argentina kembali menang lewat adu penalti di babak 16 besar 1998.
Hampir tiga dekade setelah pertemuan terakhir mereka di Piala Dunia, kedua tim kembali dipertemukan di semifinal. Karena itu, duel di Atlanta akan menjadi lebih dari sekadar pertandingan perebutan final, melainkan kelanjutan dari salah satu rivalitas paling bersejarah di sepak bola dunia.
Source: www.medcom.id






