Argentina gagal mencatatkan satu pun tembakan tepat sasaran selama 120 menit final Piala Dunia 2026 melawan Spanyol. Kondisi itu berujung pada kekalahan 0-1 di Stadion New York/New Jersey, Senin (20/7/2026) dini hari WIB.
Spanyol mengunci gelar setelah Ferran Torres mencetak gol pada menit ke-106. Gol tersebut lahir dari umpan sundulan Nico Williams saat pertandingan telah memasuki babak tambahan.
Ketiadaan ancaman langsung dari Argentina menjadi gambaran besarnya kendali Spanyol sepanjang laga. Tim asuhan Lionel Scaloni tidak menemukan jalan untuk membawa Lionel Messi ke area yang dapat membahayakan lawan.
| Catatan Final | Argentina | Lionel Messi |
|---|---|---|
| Tembakan tepat sasaran | 0 | – |
| Sentuhan bola | – | 54 |
| Sentuhan di kotak penalti Spanyol | – | 0 |
Data FIFA yang dikutip sport.detik.com mencatat Argentina tidak menghasilkan tembakan tepat sasaran sepanjang pertandingan. BBC juga mencatat Messi hanya menyentuh bola 54 kali dan tidak pernah mendapat sentuhan di kotak penalti Spanyol.
Angka itu kontras dengan peran Messi sebelum final berlangsung. Kapten Argentina tersebut mengoleksi delapan gol dan empat assist sepanjang Piala Dunia 2026 sebelum menghadapi Spanyol.
Kontrol Bola Menjadi Kunci Spanyol
Mantan bek Inggris Micah Richards menilai Spanyol tidak hanya mengandalkan penjagaan individu untuk membatasi Messi. Menurut dia, penguasaan bola membuat Argentina kehilangan kesempatan membangun serangan lewat pemain utamanya.
“Hanya 54 sentuhan untuk Lionel Messi dan tidak ada satu pun di dalam kotak penalti,” kata Richards kepada BBC. Ia melihat statistik itu sebagai bukti bahwa Spanyol berhasil memisahkan Messi dari zona berbahaya.
Richards menjelaskan bahwa Spanyol menekan pengaruh Messi dengan cara mengendalikan aliran permainan. Ketika Argentina kehilangan bola, Messi dipaksa bergerak mundur dan menjauh dari wilayah serang.
“Anda menghentikan Messi dengan menguasai bola dan membuatnya berlari mundur ke arah berlawanan. Itulah persis yang dilakukan Spanyol hari ini,” ujar Richards.
Strategi tersebut membuat Argentina sulit mengirim bola kepada Messi dalam posisi ideal. Spanyol juga mampu menjaga permainan tetap berada dalam kendali mereka hingga waktu normal berakhir tanpa gol.
Gol Torres Menentukan Final
Kebuntuan baru pecah pada menit ke-106 ketika Nico Williams mengirim umpan sundulan kepada Ferran Torres. Torres kemudian melepaskan tendangan keras yang menembus gawang Argentina.
Argentina tidak mampu membalas setelah tertinggal dalam babak tambahan. Spanyol mempertahankan keunggulan 1-0 hingga pertandingan selesai dan menuntaskan final dengan kemenangan.
Richards tetap menilai Messi sebagai salah satu pemain terbaik turnamen berkat kontribusinya pada laga-laga sebelumnya. Namun, final memperlihatkan bahwa penguasaan bola Spanyol berhasil mengurangi ruang dan pengaruh Messi ketika Argentina tidak memegang bola.
