Di tengah pasar yang masih dikuasai tema AI, Bernstein melihat Bitcoin tetap punya daya tarik lain yang tidak bergantung pada euforia saham teknologi. Pandangan itu menempatkan aset kripto terbesar di dunia bukan hanya sebagai instrumen spekulatif, tetapi juga sebagai penyeimbang portofolio saat arah pasar bergerak terlalu seragam.
Dorongan itu muncul ketika Bitcoin baru saja kembali menguat lebih dari 2% di awal pekan dan bergerak di atas $63.000. Kenaikan tersebut mengikuti pemulihan pasar yang lebih luas setelah aksi jual tajam pada Jumat lalu, meski sentimen terhadap Bitcoin sendiri masih belum sepenuhnya pulih.
Pemulihan yang belum cukup kuat
Meski rebound terjadi, tekanan pada Bitcoin masih terlihat jelas. Pekan lalu, harganya sempat jatuh di bawah $60.000, atau lebih dari 50% di bawah rekor tertinggi pada Oktober.
Dalam sebulan terakhir, Bitcoin juga terkoreksi sekitar 20%. Sepanjang tahun berjalan, pelemahannya sudah lebih dari 27%, sehingga ruang pemulihan masih diwarnai beban penurunan yang besar.
Pada Senin, data harga terakhir menunjukkan Bitcoin diperdagangkan di $63.440,04, naik 0,22% pada saat pembaruan pasar. Level itu menandai adanya perbaikan, tetapi belum cukup untuk menghapus kekhawatiran investor.
Arus dana ETF masih jadi sorotan
Bernstein menilai salah satu sumber tekanan datang dari arus keluar ETF yang besar dalam empat pekan terakhir. Perusahaan itu juga mencatat arus masuk Bitcoin dari perusahaan treasury dan ETF sepanjang tahun ini hanya sekitar $12 miliar, jauh di bawah $60 miliar tahun lalu.
Gautam Chhugani dan timnya menilai pola tersebut sesuai dengan karakter Bitcoin yang memang cenderung siklis. Karena itu, mereka tetap mempertahankan pandangan jangka panjang bahwa token ini dapat berfungsi sebagai penyimpan nilai.
Di saat pasar masih menimbang arah dana masuk dan keluar, kabar bahwa Strategy, pemegang besar Bitcoin, menjual token untuk pertama kalinya sejak 2022 ikut menambah beban sentimen. Faktor-faktor itu membuat rebound terbaru terlihat masih rapuh.
Peran berbeda di tengah dominasi AI
Meski tekanan jangka pendek belum hilang, Bernstein melihat ruang lain bagi Bitcoin di pasar saat ini. Tema AI yang mendominasi sepanjang tahun telah mendorong banyak saham teknologi bergerak dalam pola yang serupa, sehingga aset yang tidak ikut terseret arus yang sama bisa menjadi pelindung variasi risiko.
Dalam pandangan itu, Bitcoin tidak hanya diposisikan sebagai aset yang mengikuti selera risiko pasar. Aset ini juga dipandang bisa membantu diversifikasi ketika investor mencari eksposur yang berbeda dari reli berbasis AI.
Bagi sebagian pelaku pasar, sudut pandang tersebut penting karena dominasi tema AI telah membentuk arah investasi sepanjang tahun. Ketika satu tema terlalu kuat menggerakkan pasar, aset dengan pola pergerakan berbeda bisa memperoleh perhatian baru.
Kondisi Bitcoin saat ini menunjukkan dua cerita yang berjalan bersamaan. Di satu sisi, harga masih berada di bawah tekanan arus keluar ETF dan sentimen yang rapuh, tetapi di sisi lain Bernstein menilai fungsi strategisnya sebagai penyimpan nilai dan penyeimbang portofolio tetap relevan.
