Pusat Pengendalian Lumpur Sidoarjo menyiagakan empat kapal keruk untuk menjaga aliran lumpur tetap terkendali saat arus semburan mulai cenderung bergeser ke sisi barat. Langkah ini diambil agar lumpur tetap masuk ke jalur yang sudah diarahkan menuju Kali Porong.
Fokus pengendalian saat ini bukan pada potensi luberan besar, melainkan pada perubahan arah material lumpur yang perlu terus direkayasa. Karena itu, lumpur dialirkan lebih dulu ke kolam-kolam penampungan sebelum dibuang ke Kali Porong agar volume tampungan tidak menumpuk.
Penguatan Tanggul Masih Berjalan
Pejabat Pelaksana dan Perencanaan PPLS, Fahmi Zamroni, menegaskan kondisi tanggul di kawasan semburan masih aman meski ada pelemahan di sejumlah titik. Menurut dia, pelemahan itu dipicu oleh penurunan tanah yang juga terjadi di wilayah sekitar, sehingga peninggian tanggul dan rel harus dilakukan secara periodik.
Fahmi menyebut pelemahan tersebut bukan disebabkan tanggul jebol. Ia menilai subsidence menjadi faktor utama yang membuat pemeliharaan berkala tetap dibutuhkan di kawasan itu.
Empat Kapal Keruk Dibagi ke Dua Zona
Empat kapal keruk yang dioptimalkan PPLS dibagi ke dua zona utama, yakni kolam 42 di sisi utara/timur dan kolam 25 di sisi selatan. Armada itu bertugas menyalurkan lumpur ke Kali Porong agar beban tampungan tetap terkendali.
| Zona Kolam | Lokasi | Peran | Armada |
|---|---|---|---|
| Kolam 42 | Utara/Timur | Menampung dan menyalurkan lumpur ke Kali Porong | Bagian dari 4 kapal keruk |
| Kolam 25 | Selatan | Menampung dan menyalurkan lumpur ke Kali Porong | Bagian dari 4 kapal keruk |
Studi Kapasitas dan Penguatan Tambahan Disiapkan
PPLS juga menyoroti ketinggian lumpur yang dilaporkan hampir menyamai bibir tanggul. Sejumlah studi disiapkan untuk menghitung ulang kapasitas riil daya tampung kolam dan menentukan titik yang memerlukan penguatan tambahan.
Fahmi mengatakan ke depan mungkin akan ada beberapa kajian terkait perhitungan kapasitas ketampungan yang sebenarnya. Dari hasil itu, PPLS menyiapkan kemungkinan penguatan tanggul di beberapa titik yang dinilai perlu.
Ia juga menyebut kebijakan optimalisasi dan efisiensi anggaran belanja ikut memengaruhi volume pembuangan lumpur. Namun, PPLS tetap berkomitmen menjaga pengendalian luapan lumpur agar keamanan infrastruktur pembatas dan keselamatan warga sekitar kawasan lumpur Sidoarjo tetap terjaga.
Dalam proses itu, PPLS bersama Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat terus berupaya mempertahankan keamanan tanggul dan fasilitas pengendali yang ada di lapangan.
Source: mediaindonesia.com






