Arus masuk ke spot Bitcoin ETF di Amerika Serikat kembali menunjukkan kekuatan dan mencatat sekitar $3.7 miliar dalam delapan minggu terakhir. Angka ini muncul setelah periode empat bulan sebelumnya justru diwarnai arus keluar sekitar $6.4 miliar, sehingga pergeseran arah dana tersebut langsung menjadi sorotan pasar.
Pemulihan ini penting karena terjadi saat Bitcoin masih bergerak di bawah $80,000. Situasi itu memberi sinyal bahwa minat institusi belum hilang, meski pasar kripto sebelumnya sempat tertekan oleh koreksi tajam dari area tertingginya.
Pembelian kembali muncul saat sentimen masih rapuh
Perubahan arah dana mulai terlihat pada akhir Februari ketika investor kembali masuk ke spot Bitcoin ETF. Sejak 24 Februari, arus masuk yang tercatat mencapai sekitar $1.7 miliar hanya dalam beberapa minggu awal pemulihan.
Analis ETF Bloomberg, James Seyffart, menyebut pembelian tersebut tampak seperti “outright bullish bets rather than basis trades”. Pernyataan itu mengarah pada kesan bahwa dana yang masuk bukan sekadar strategi netral untuk arbitrase, melainkan posisi langsung yang bertaruh pada kenaikan Bitcoin.
Saat arus masuk itu mulai menguat, Bitcoin diperdagangkan di kisaran pertengahan $60,000-an. Di waktu yang sama, Crypto Fear and Greed Index berada di sekitar 28, yang menunjukkan pasar masih berada di zona takut dan belum benar-benar pulih dari tekanan.
Tekanan besar datang lebih dulu
Sebelum aliran dana berbalik, pasar sempat mengalami fase yang jauh lebih berat. Tekanan terhadap spot Bitcoin ETF meningkat setelah Bitcoin menyentuh $126,000 lalu terkoreksi tajam.
Dalam satu bulan, investor menarik $3.48 miliar dari produk tersebut. Itu menjadi bulan terburuk sejak ETF ini diluncurkan pada Januari 2024, dan menjadi awal dari rangkaian arus keluar yang berlanjut ke bulan-bulan berikutnya.
Gelombang penarikan dana juga berlanjut pada Desember dan Januari dengan total sekitar $2.7 miliar. Pada akhir Februari, kerugian bersih empat bulan itu mencapai kurang lebih $6.4 miliar, sehingga muncul keraguan apakah institusi masih melihat Bitcoin sebagai aset yang layak diborong.
Permintaan institusi belum merata, tetapi arah umumnya membaik
Meski belum semua produk ikut pulih dengan kecepatan yang sama, data terbaru menunjukkan bahwa minat institusional tetap hadir. Dalam situasi seperti ini, alokasi ke ETF biasanya dipahami sebagai posisi yang lebih berorientasi jangka panjang ketimbang sekadar mengejar pergerakan harga harian.
Perubahan sentimen itu juga terlihat dari rangkaian arus masuk yang terus berlanjut hingga akhir Maret. Pada bulan itu, spot Bitcoin ETF di AS mencatat arus masuk bersih $1.32 miliar dan menjadi bulan positif pertama pada 2026, sekaligus yang pertama sejak Oktober 2025.
April memperkuat pemulihan dana masuk
Pemulihan semakin jelas pada April ketika spot Bitcoin ETF mencatat sembilan hari berturut-turut arus masuk dari 14 April hingga 24 April. Dalam hitungan mingguan, dana yang masuk juga tetap besar, yakni $786 juta pada pekan yang berakhir 10 April, $996 juta pada pekan berikutnya, dan $823 juta pada pekan setelah itu.
Hingga 24 April, total arus masuk sepanjang bulan itu sudah mencapai $2.44 miliar. Jumlah tersebut hampir dua kali lipat dari total Maret, meski dicapai dalam jumlah hari perdagangan yang lebih sedikit.
Selama delapan minggu sejak 24 Februari, total dana masuk mencapai sekitar $3.76 miliar, mendekati angka $3.7 miliar yang menjadi ukuran utama pemulihan ini. Meski arus tersebut cukup kuat, pasar masih menunggu apakah pergerakan ini bersifat lebih permanen atau hanya pantulan sementara setelah tekanan jual yang terlalu dalam.
IBIT masih memimpin gelombang pemulihan
Di antara produk yang ada, BlackRock’s IBIT menjadi penggerak utama dalam fase pemulihan ini. Pada 13 hingga 17 April, produk tersebut menyerap sekitar 91% dari total $996 juta yang masuk ke seluruh Bitcoin ETF.
Dominasi IBIT menunjukkan bahwa kepercayaan investor institusi masih terkonsentrasi pada produk BlackRock. Namun, pola itu juga menegaskan bahwa pemulihan belum merata di seluruh spot Bitcoin ETF yang diperdagangkan di Amerika Serikat.
Level $80,000 tetap jadi batas penting
Harga Bitcoin beberapa kali gagal menembus resistensi $80,000, dan level itu kini menjadi titik yang penting untuk menentukan kelanjutan reli. Jika hambatan tersebut berhasil dilewati, minat dari tim kepatuhan institusi yang kembali menyetujui alokasi Bitcoin berpotensi ikut bertambah.
Di sisi lain, arus masuk harian tetap menjadi ukuran yang paling relevan untuk melihat kekuatan tren ini. Selama delapan minggu terakhir, rata-rata arus masuk harian berada di sekitar $90 juta, sehingga pasar masih membutuhkan aliran yang lebih konsisten agar pemulihan ini terlihat benar-benar solid.
Jika arus harian bertahan di atas $300 juta pada Mei, pelaku pasar kemungkinan akan menilai rebound ini lebih meyakinkan. Sebaliknya, bila arus masuk kembali melemah di bawah $100 juta, reli delapan minggu itu berisiko dianggap hanya sebagai pemulihan singkat yang kehilangan tenaga.







