AS Gempur Iran 5 Jam, Bandar Abbas dan Abu Musa Masuk Sasaran Serangan

Author: Redaksi Android62

Amerika Serikat kembali menggempur sejumlah target militer di Iran selama lima jam, dengan sasaran yang disebut mencakup Bandar Abbas hingga Abu Musa. Serangan terbaru ini menambah panas ketegangan di Timur Tengah, sementara militer AS menyatakan pasukannya tetap siaga di kawasan.

Komando Pusat Amerika Serikat atau CENTCOM menyebut operasi itu selesai pada pukul 22.15 waktu Pantai Timur Amerika Serikat. Dalam pernyataan resminya di platform X, CENTCOM mengatakan serangan diarahkan ke target militer Iran yang dinilai strategis.

Deretan wilayah yang menjadi sasaran

Menurut CENTCOM, lokasi yang diserang berada di Bushehr, Chah Bahar, Jask, Konarak, Abu Musa, dan Bandar Abbas. Operasi tersebut diklaim bertujuan melemahkan kemampuan Iran untuk menyerang pelayaran komersial di kawasan.

Wilayah Status Konteks
Bushehr Sasaran serangan Target militer yang dinilai strategis
Chah Bahar Sasaran serangan Target militer yang dinilai strategis
Jask Sasaran serangan Target militer yang dinilai strategis
Konarak Sasaran serangan Target militer yang dinilai strategis
Abu Musa Sasaran serangan Target militer yang dinilai strategis
Bandar Abbas Sasaran serangan Target militer yang dinilai strategis

Dalam operasi itu, militer Amerika menggunakan amunisi presisi untuk menghantam sistem pertahanan pantai Iran, lokasi rudal dan pesawat nirawak, serta kemampuan maritim yang dimiliki negara tersebut. CENTCOM juga menyebut lebih dari 50.000 personel militer Amerika Serikat masih ditempatkan di Timur Tengah.

“Pasukan Amerika tetap waspada, mematikan, dan siap,” demikian bunyi pernyataan resmi CENTCOM. Pernyataan itu menegaskan bahwa pasukan AS masih siaga jika operasi lanjutan dibutuhkan.

Laporan ledakan dan video serangan

CENTCOM turut merilis video yang memperlihatkan pesawat militer lepas landas pada malam hari, peluncuran rudal jelajah dari kapal perang, dan rekaman pengawasan hitam putih yang diklaim menunjukkan serangan ke target di Iran. Namun, lokasi maupun waktu pengambilan video tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.

Reuters menyebut tidak ditemukan versi video yang dipublikasikan sebelum 13 Juli 2026. Karena itu, keaslian waktu dan lokasi rekaman masih belum bisa dipastikan dari publikasi yang tersedia.

Tak lama setelah pengumuman operasi terbaru, sejumlah media Iran melaporkan terdengar ledakan di Bandar Abbas, Pulau Kish, Pulau Qeshm, dan Pulau Abu Musa. Sejumlah wilayah itu sebagian sejalan dengan lokasi yang disebut CENTCOM sebagai sasaran serangan.

Hingga laporan ini dibuat, belum ada keterangan rinci mengenai dampak serangan maupun kondisi terbaru di lokasi yang dilaporkan mengalami ledakan. Situasi itu membuat perkembangan di lapangan masih menyisakan banyak tanda tanya.

Ketegangan yang belum mereda

Gelombang serangan terbaru ini memperpanjang eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran yang dalam beberapa hari terakhir diwarnai aksi saling serang menggunakan rudal dan pesawat nirawak. Ketegangan juga meningkat setelah Iran pada akhir pekan lalu mengumumkan penutupan jalur perairan strategis yang menjadi rute penting perdagangan energi dunia.

Perkembangan itu kembali memunculkan kekhawatiran terhadap stabilitas Timur Tengah dan keamanan pelayaran komersial di kawasan. Pada saat yang sama, harga minyak dunia ikut terdorong naik seiring meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap pasokan energi global.

Meski situasi terus memanas, CENTCOM menegaskan bahwa pasukan AS tetap berada dalam kondisi siaga di kawasan. Dengan puluhan ribu personel militer masih ditempatkan di Timur Tengah, Washington tampaknya belum menunjukkan tanda-tanda akan meredakan tekanan militer dalam waktu dekat.

Source: www.viva.co.id
Berita Terbaru