Amerika Serikat menahan rencana perluasan daftar hitam ekspor untuk lebih dari 100 perusahaan China setelah Beijing memberi sinyal perlawanan keras atas tekanan terbaru Washington. Penundaan itu mencakup nama-nama yang sangat sensitif, termasuk DeepSeek dan CXMT.
Keputusan tersebut muncul di tengah eskalasi yang dipicu langkah Pentagon pada awal Juni 2026. Saat itu, AS memasukkan sejumlah perusahaan teknologi China ke dalam daftar 1260H atau CMC, yang memuat entitas yang dinilai membantu atau terlibat dengan militer China.
Daftar Pentagon memicu respons keras Beijing
Walau bukan sanksi resmi, dampak daftar itu tetap besar karena Pentagon dilarang membuat kontrak langsung dengan perusahaan yang tercantum di dalamnya. Mulai 2027, pembelian produk atau layanan dari perusahaan tersebut melalui pihak ketiga juga akan dibatasi, sehingga biaya bagi perusahaan China dan mitranya berpotensi meningkat tajam.
Kementerian Perdagangan China merespons dengan nada keras. Beijing menyatakan akan membalas dengan tegas dan keras, lalu mendesak pemerintahan Trump agar menghentikan praktik yang dinilai keliru.
Dalam pernyataannya, Beijing juga meminta Washington kembali ke jalur yang benar untuk membangun hubungan strategis yang stabil antara kedua negara. Sejumlah perusahaan ikut masuk daftar Pentagon, termasuk CXMT dan YMTC di sektor chip, WuXi AppTec di bioteknologi, RoboSense Technology di robot berbasis AI, serta Unitree di bidang robot dan humanoid.
Entity List ikut ditahan, DeepSeek dan CXMT tersorot
Tak lama setelah tekanan dari China meningkat, pemerintahan Trump mengambil langkah lebih hati-hati di jalur kebijakan lain. Menurut Reuters, AS menangguhkan penambahan lebih dari 100 perusahaan China ke Entity List milik Kementerian Perdagangan AS.
Dua sumber yang mengetahui hal itu menyebut DeepSeek dan CXMT termasuk di antara perusahaan yang rencananya hendak dimasukkan, tetapi penambahannya ditahan. Keputusan ini disebut mencerminkan upaya Washington untuk menghindari ketegangan yang makin membesar dengan Beijing.
Entity List berbeda dari daftar Pentagon, tetapi konsekuensinya juga berat. Perusahaan AS dilarang mengirim barang, perangkat lunak, dan teknologi ke entitas yang tercantum tanpa lisensi, dan izin semacam itu kemungkinan besar akan ditolak.
DeepSeek dan CXMT berada di titik paling sensitif
DeepSeek menjadi sorotan setelah model AI berbiaya rendahnya mengguncang dunia teknologi pada Januari 2025. Seorang pejabat senior Departemen Luar Negeri AS pernah mengatakan perusahaan itu mendukung operasi militer dan intelijen China.
Pejabat yang sama juga menyebut DeepSeek diduga memakai perusahaan cangkang di Asia Tenggara untuk mengakses chip canggih AS secara ilegal. Tahun ini, Anthropic mengatakan telah menemukan kampanye DeepSeek dan dua laboratorium AI China lain yang secara ilegal mengekstrak kemampuan dari platform Claude miliknya untuk meningkatkan model mereka sendiri.
OpenAI juga memperingatkan para pembuat undang-undang bahwa DeepSeek menargetkan modelnya. Di sisi lain, CXMT adalah pembuat chip memori terkemuka China dan telah ditetapkan Pentagon sebagai perusahaan militer China pada masa pemerintahan Biden.
Departemen Perdagangan juga pernah mempertimbangkan memasukkan CXMT ke daftar entitas lebih dari setahun lalu. Dengan latar itu, penundaan perluasan Entity List menunjukkan Washington memilih menahan eskalasi, setidaknya untuk sementara.
Dampaknya tidak hanya politik
Penyusunan daftar hitam semacam ini bukan hanya soal keamanan nasional. Langkah tersebut juga mengirim pesan yang dapat merusak hubungan dengan pemasok Pentagon dan lembaga pemerintah AS lainnya, sekaligus memberi tekanan material kepada perusahaan China dan jaringan mitranya.
Biro Industri dan Keamanan Departemen Perdagangan mengatakan mereka menggunakan banyak alat kebijakan dan penegakan hukum, termasuk Entity List, untuk memerangi pelaku kejahatan. Hingga kini, DeepSeek dan CXMT belum memberikan komentar di luar jam kerja normal, sementara BIS juga tidak menjelaskan alasan pembaruan Entity List belum dipublikasikan sejak tahun lalu.
Source: www.cnbcindonesia.com






