ASA Paksa Adidas, Uniqlo, dan Calvin Klein Tarik Iklan yang Dinilai Menyesatkan

Otoritas Standar Periklanan Inggris, ASA, memutuskan iklan Adidas, Uniqlo, dan Calvin Klein harus ditarik karena dinilai tidak cukup jelas soal klaim bahan daur ulang. Ketiganya dianggap berpotensi menyesatkan konsumen mengenai seberapa besar porsi material recycled yang benar-benar dipakai dalam produk.

Masalah ini muncul bukan karena penggunaan bahan ramah lingkungan, melainkan karena cara klaim itu disampaikan di iklan Google. Menurut ASA, frasa seperti “recycled running shoes”, “recycled materials”, dan “responsibly sourced collections” bisa dipahami lebih luas daripada kondisi produk sebenarnya.

Adidas dinilai memberi kesan terlalu umum

Dalam iklannya, Adidas menampilkan kalimat “Adidas Recycled Running Shoes […] Check Out Our Recycled Shoe Range Today”. ASA tidak dapat mengidentifikasi laman tujuan iklan tersebut, sementara Adidas menjelaskan bahwa mereka tidak memiliki lini khusus sepatu lari daur ulang.

Perusahaan itu menyebut sebagian produknya memang menggunakan bahan daur ulang dan klaim pada tiap produk sudah diverifikasi serta dicantumkan di deskripsi produk. Namun, ASA menilai iklan itu bisa dipahami seolah seluruh sepatu dalam rangkaian tersebut dibuat dari 100% material daur ulang.

Uniqlo dan istilah “recycled materials”

Iklan Uniqlo menampilkan teks “Fleece Coats & Jackets – UNIQLO Women’s Range […] Shop UNIQLO Fleece Coats & Jackets Now […] Recycled Materials”. Uniqlo mengatakan iklan itu mengarah ke tiga produk dan klaim tersebut merujuk pada bahan tekstil di bagian utama kain, serta kain pada lining dan trim.

Merek asal Jepang itu juga menyebut klaimnya dimaksudkan untuk menunjukkan bahwa polyester yang digunakan bersifat recycled, bukan seluruh komponen produk. Meski ada verifikasi independen, ASA menilai konsumen kemungkinan akan mengartikan seluruh kain pada fleece itu sepenuhnya terbuat dari bahan daur ulang.

Calvin Klein dan frasa koleksi yang dipersoalkan

Iklan Calvin Klein berbunyi, “Calvin Klein tops for women. Responsibly sourced collections – Recycled, Organic & More”. Calvin Klein mengatakan laman tujuan memuat detail tambahan, sementara halaman produk individual juga menampilkan komposisi kain secara lengkap.

Menurut Calvin Klein, konsumen akan memahami bahwa yang dimaksud adalah koleksi tertentu yang memakai material pilihan. Dari produk yang termasuk, antara 20% hingga 100% kandungan materialnya merupakan recycled, organic, atau bahan bersertifikat lain.

ASA tetap menilai pesan itu bisa ditafsirkan berbeda oleh konsumen, yakni seolah semua atasan dalam koleksi tersebut sepenuhnya dibuat dari bahan daur ulang, organik, atau material pilihan lain. Calvin Klein menyatakan telah segera menarik iklan itu dan akan memastikan klaim lingkungan dan komposisi di masa depan ditulis lebih jelas.

Peringatan lebih luas untuk iklan ramah lingkungan

Ketiga keluhan itu dikabulkan, sehingga iklan yang sama tidak boleh muncul lagi dalam bentuk serupa. ASA juga mengingatkan Adidas, Uniqlo, dan Calvin Klein agar dasar klaim lingkungan dalam iklan berikutnya dibuat terang dan tidak memberi kesan bahwa produk sepenuhnya berbahan recycled jika kenyataannya tidak demikian.

Kasus ini juga sejalan dengan langkah otoritas persaingan dan pasar Inggris yang sebelumnya merilis panduan kepatuhan untuk membantu bisnis fashion tetap patuh terhadap hukum. Lembaga itu juga meminta 17 merek fashion ternama meninjau ulang klaim keberlanjutan mereka agar komunikasi ke konsumen tidak menimbulkan tafsir keliru.

Berita Terkait