Asia Hanya Kebagian Satu Kursi, 10 Besar Kampus Dunia 2026 Masih Dikuasai AS dan Eropa

Asia kembali harus puas dengan satu kursi di 10 besar QS World University Rankings 2026, dan kursi itu ditempati National University of Singapore atau NUS. Di sisi lain, MIT tetap berdiri paling atas dengan skor sempurna 100 poin, menegaskan bahwa peta persaingan kampus terbaik dunia masih didominasi Amerika Serikat dan Eropa.

Daftar tahun ini memuat 2.191 perguruan tinggi dari 115 negara dan wilayah. QS menilai pengajaran, lingkungan penelitian, kualitas penelitian, pandangan internasional, dan kontribusi terhadap industri dalam pemeringkatan tersebut.

Di posisi terdepan, Massachusetts Institute of Technology atau MIT mempertahankan peringkat pertama. Kampus yang berbasis di Cambridge, Amerika Serikat, ini dikenal kuat di bidang teknik, teknologi, dan sains.

Daya tarik MIT tidak hanya datang dari reputasi akademiknya. Kampus ini juga memiliki lebih dari 60 komunitas seni, termasuk musik, teater, dan tari.

Jejak alumninya turut menguatkan nama MIT di tingkat global. Buzz Aldrin, Richard Feynman, Drew Houston, Koffi Annan, dan Nyoman Anjani termasuk di antara nama yang pernah terhubung dengan kampus tersebut.

Persaingan di papan atas tetap rapat, tetapi dominasi kampus Amerika Serikat dan Eropa belum bergeser. Imperial College London menempati posisi kedua dengan skor 99,4 poin, disusul Stanford University di peringkat ketiga dengan 98,9 poin.

Imperial College London berlokasi di pusat London dan berfokus pada sains, teknik, kedokteran, serta bisnis. Kampus ini menekankan riset dan penerapan langsung untuk menjawab tantangan global, dengan mahasiswa yang berasal dari lebih dari 140 negara.

Stanford University melanjutkan tradisi inovasinya dari Silicon Valley. Reputasinya sebagai mesin pencetak inovator didukung oleh deretan alumni terkenal seperti Larry Page, Sergey Brin, Sundar Pichai, Elon Musk, Reid Hoffman, dan Maudy Ayunda.

Di bawahnya, University of Oxford berada di peringkat keempat dengan skor 97,9 poin. Sebagai salah satu universitas tertua di dunia, Oxford unggul di sains, kedokteran, seni, dan humaniora, serta memiliki lebih dari 100 perpustakaan.

Harvard University menyusul di posisi kelima dengan skor 97,7 poin. Kampus ini dikenal kuat di hukum, kedokteran, dan bisnis, serta memiliki jaringan alumni global yang sangat luas.

Sekitar 13 Presiden AS termasuk dalam jejaring alumni Harvard. Nama-nama seperti Bill Gates, Mark Zuckerberg, Natalie Portman, dan Mikha Tambayong juga tercatat sebagai bagian dari jaringan alumninya.

University of Cambridge berada satu tingkat di bawah Harvard, tepatnya di peringkat keenam dengan skor 97,2 poin. Kampus riset publik di Inggris ini dikenal dengan sistem supervision, yaitu pengajaran dalam kelompok kecil yang memberi interaksi intensif antara mahasiswa dan dosen.

Cambridge juga memiliki jejak ilmiah yang sangat kuat. Sebanyak 120 peraih Nobel tercatat berafiliasi dengan kampus tersebut.

Peringkat ketujuh ditempati ETH Zurich dengan skor 96,7 poin. Kampus ini menonjol di teknik, arsitektur, teknologi, dan ilmu pengetahuan alam, sekaligus menjadi pusat pengembangan teknologi baru dan riset berdampak global.

Komposisi mahasiswanya juga mencerminkan daya tarik internasional. Hampir 50 persen mahasiswa ETH Zurich berasal dari luar Swiss, dan kampus ini telah melahirkan lebih dari 22 peraih Nobel, termasuk Albert Einstein.

NUS menjadi wajah Asia di jajaran elite dunia pada posisi kedelapan dengan skor 95,9 poin. Kampus ini unggul di teknik, teknologi, dan ilmu pengetahuan, serta didukung fasilitas modern dan jaringan alumni global.

Jejak alumni NUS ikut menegaskan pengaruh kampus tersebut. Tiga mantan Presiden Singapura, yakni Halimah Yacob, Tony Tan, dan SR Nathan, pernah belajar di sana, sementara dari Indonesia terdapat nama Jusuf Kalla dan Raline Shah.

University College London atau UCL menempati posisi kesembilan dengan skor 95,8 poin. Kampus ini mempertahankan posisi tersebut selama tiga tahun berturut-turut dan dikenal lewat program multidisiplin, inovasi akademik, serta proyek riset yang berdampak luas.

Caltech melengkapi 10 besar dengan skor 94,3 poin. California Institute of Technology memang berukuran lebih kecil dibanding banyak kampus lain, tetapi reputasi risetnya sangat kuat, terutama di teknik, teknologi, dan ilmu pengetahuan.

Susunan 10 besar tahun ini kembali memperlihatkan pola yang konsisten. Kampus dengan riset kuat, jejaring internasional luas, dan pengaruh alumni global masih menguasai panggung utama, sementara Asia baru mengirim satu wakil di daftar paling elite tersebut.

Source: www.beautynesia.id

Disclaimer
Artikel ini disusun dengan bantuan sistem otomasi dan ditinjau oleh redaksi agar tetap sesuai dengan fakta dari sumber rujukan.
Berita Terkait