Ask.com resmi berhenti beroperasi setelah 25 tahun, menandai berakhirnya salah satu nama paling dikenang dalam sejarah mesin pencari internet. Penutupan ini dilakukan oleh InterActiveCorp (IAC), yang memutuskan mengakhiri seluruh bisnis pencarian miliknya.
Keputusan tersebut membuat Ask.com ikut menyusul jejak layanan internet lawas lain yang perlahan menghilang dari ingatan publik. Di saat yang sama, penghentian ini juga mempertegas perubahan besar dalam cara orang mencari informasi di internet.
Dari pertanyaan natural ke identitas ikonik
Sebelum dikenal sebagai Ask.com, layanan ini hadir dengan nama Ask Jeeves. Perusahaan itu didirikan pada 1996 di Berkeley, California, oleh Garrett Gruener dan David Warthen.
Sejak awal, layanan ini menawarkan pendekatan yang berbeda dari banyak mesin pencari lain pada masa itu. Pengguna didorong untuk menulis pertanyaan lengkap dengan bahasa sehari-hari, bukan sekadar kata kunci teknis.
Ciri itu membuat pengalaman mencari terasa lebih mudah bagi pengguna baru internet. Maskot pelayan kartun bernama Jeeves juga ikut membentuk karakter layanan ini agar terasa lebih ramah.
Pernah bersaing di puncak, lalu tertinggal
Pada akhir 1990-an, Ask Jeeves sempat berada dalam masa yang sangat kuat. Layanan ini memproses jutaan kueri setiap hari dan bersaing langsung dengan nama besar seperti Yahoo dan AltaVista.
Namun, peta persaingan berubah ketika Google mulai menguasai pasar dengan algoritma PageRank yang lebih cepat dan lebih efektif. Ask kemudian mencoba mengejar ketertinggalan dengan mengakuisisi teknologi Teoma pada 2001, tetapi langkah itu belum cukup untuk mengembalikan posisinya.
Setelah IAC mengambil alih pada 2005, nama “Jeeves” dihapus dan platform berganti menjadi Ask.com. Meski identitasnya diperbarui, perubahan itu tetap tidak mampu mengembalikan relevansi global yang pernah dimiliki.
Penutupan resmi dari IAC
Dalam pernyataan di situs utamanya, IAC menyebut perusahaan kini terus memfokuskan bisnisnya. Karena itu, lini pencarian yang mencakup Ask.com diputuskan untuk dihentikan.
IAC menyatakan Ask.com resmi ditutup pada 1 Mei 2026, setelah “25 tahun menjawab pertanyaan dunia”. Perusahaan juga menyampaikan apresiasi kepada tim pengembang dan pengguna setia sebelum menutup pesannya dengan kalimat, “Semangat Jeeves tetap abadi.”
Warisan yang masih terasa
Walau layanannya sudah berhenti, gagasan yang dulu diusung Ask terasa sangat akrab dengan teknologi sekarang. Cara berinteraksi lewat pertanyaan lengkap kini menjadi hal yang umum di berbagai layanan kecerdasan buatan, termasuk ChatGPT dan fitur AI milik Google.
Penutupan Ask.com juga memperlihatkan makin tipisnya jejak layanan internet lama yang dulu pernah begitu dikenal. Seiring hilangnya nama-nama seperti AIM dan dial-up AOL, hanya Google yang masih tersisa sebagai kekuatan dominan dari gelombang mesin pencari konsumen pada era awal internet.
Source: mediaindonesia.com





