Aston Martin Vanquish kini justru dikenang sebagai salah satu model paling penting dalam sejarah merek Inggris itu. Mobil ini awalnya sempat membuat tradisionalis terkejut karena membawa perubahan besar, tetapi justru generasi pertamalah yang sekarang terlihat paling ikonik dibanding penerusnya yang lahir pada 2012.
Posisi itu makin kuat karena Vanquish hadir sebagai penanda akhir era Newport Pagnell. Saat Aston Martin masih sangat lekat dengan V8 Virage dan proses perakitan manual, Project Vantage Concept yang muncul di North American Auto Show Detroit terasa seperti lompatan besar dari dunia lama ke arah yang lebih modern.
Perubahan besar yang tetap membawa karakter Aston Martin
Dari konsep itulah Vanquish produksi kemudian lahir, sekitar tiga tahun setelah debut awalnya yang berani. Walau semula dianggap terlalu jauh dari tradisi, bentuk akhirnya justru sulit ditolak ketika hadir sebagai mobil jalan raya yang utuh dan tetap memancarkan aura Aston Martin yang kuat.
Keberhasilan itu tidak hanya datang dari tampilan luar. Vanquish memakai banyak aluminium dan carbonfibre pada bodi, lalu dipasangkan dengan sasis bonded dari aluminium ekstrusi dan carbonfibre. Meski konstruksinya sangat modern untuk zamannya, identitas merek tidak hilang dan Vanquish tetap terasa sebagai Aston Martin yang otentik.
Banyak yang bahkan melihatnya sebagai penerus paling jelas dari V8 Vantage asli. Model itu dulu dikenal sebagai Aston paling besar dan paling berotot pada masanya, dan Vanquish membawa semangat serupa dalam bentuk yang jauh lebih maju.
Mesin besar, bobot besar, dan tenaga yang tetap meyakinkan
Di balik kap, Aston Martin tidak mengambil jalan aman. Vanquish dibekali mesin V12 5925cc yang menghasilkan 460bhp pada 6500rpm dan torsi 400lb ft pada 5000rpm, dengan bobot 1835kg yang masih terasa besar untuk mobil performa tinggi.
Angka performanya pun masih menarik perhatian sampai sekarang. Mobil ini diklaim mampu melesat 0-60mph dalam 4,4 detik, mencapai 100mph dalam 10,5 detik, dan punya kecepatan puncak 196mph.
Namun daya tarik Vanquish tidak berhenti di data akselerasi. Desain Ian Callum memberi mobil ini kehadiran visual yang kuat, sementara karakter mesinnya membuatnya sanggup berdiri sejajar dengan Ferrari sezamannya dalam hal emosi dan kesan di jalan.
Callum merancang mobil ini agar terlihat tegas sekaligus elegan. Hasilnya adalah proporsi dramatis dan aura jalanan yang begitu kuat, sesuatu yang kemudian jarang muncul lagi pada Aston Martin setelahnya.
Suara V12 dan pengalaman mengemudi yang khas
Salah satu ciri yang paling diingat dari Vanquish adalah suaranya. Sistem knalpotnya memakai flap yang tetap tertutup pada putaran rendah untuk menekan kebisingan, lalu membuka saat putaran naik agar V12 mengeluarkan suara penuh yang keras dan khas.
Pendekatan seperti itu kemudian banyak diikuti supercar lain. Meski begitu, suara Vanquish ketika mesin berada di atas 3000rpm tetap dianggap sangat khas, baik dibanding Ferrari maupun Aston Martin lain.
Karakter itu langsung terasa saat mobil dihidupkan. Tombol start merah besar di tengah dasbor memicu V12 menyala dengan idle yang halus, lalu mobil bergerak ringan ketika pedal gas mulai diinjak.
Transmisinya memakai paddle-shift enam percepatan dengan kerja manual otomatis yang dikontrol elektronik. Tidak ada clutch pedal, tetapi perpindahan giginya tetap terasa mekanis dan memberi sentakan kecil khas sistem transmisi itu.
Di jalan, Vanquish terasa hidup dan jelas memperlihatkan karakter penggerak roda belakang dengan mesin depan. Setirnya berat namun langsung, sedangkan suspensinya tegas tetapi masih memberi kenyamanan yang justru menenangkan.
Kabin campuran lama dan baru, plus biaya kepemilikan yang tidak ringan
Interior Vanquish juga mencerminkan masa transisi Aston Martin. Kabinnya menghadirkan aroma kulit dan panas oli, posisi duduk rendah dan santai, serta instrumen putih yang tampak agak lawas.
Sejumlah komponen di konsol tengah juga berasal dari Jaguar XK8. Sakelar AC, handle pintu, tuas kolom, dan beberapa switchgear lain ikut membentuk campuran elemen modern, tidak terlalu modern, dan sedikit aneh di dalam kabin Vanquish.
Dari sisi kepemilikan, mobil ini memang tidak murah. Saat baru, harganya £158,000, dan biaya pakainya juga tetap berat untuk mobil performa kelas atas.
Untuk penggunaan 6000 mil, Nicholas Mee memperkirakan biaya sekitar £5000 jika tidak ada kerusakan besar. Kopling biasanya perlu diganti setelah 25.000-30.000 mil, dengan biaya lebih dari £5.000.
Rem juga bukan komponen murah. Cakram dan kampas umumnya bertahan 7.000-15.000 mil, sementara busi dan coil bisa menelan biaya lebih dari £2.000 dan idealnya dicek setiap tahun.
Meski begitu, daftar masalah serius Vanquish tidak panjang. Mesin disebut bulletproof, dan selain sistem kopling pada transmisi paddle-shift, tidak banyak persoalan besar yang menonjol.
Itulah yang membuat Vanquish kini semakin kuat posisinya sebagai calon klasik masa depan. Aston Martin hanya membuat 2593 unit antara 2001 dan 2007, dan statusnya sebagai penutup era Newport Pagnell membuatnya semakin penting di sejarah merek tersebut.
