Renovasi di Atas Kelas Berujung Maut, 14 Anak Tewas Tertimpa Reruntuhan di Lahore

Sedikitnya 14 anak tewas setelah atap sebuah pusat bimbingan belajar ambruk di Lahore, Pakistan timur, saat proses renovasi berlangsung. Lima orang lain luka-luka, termasuk seorang guru, dalam insiden yang mengguncang wilayah Basti Eid Gah, Kahna Nau, di selatan kota itu.

Para korban tewas disebut berusia antara empat hingga 12 tahun. Peristiwa itu terjadi ketika pekerja sedang memperbaiki ubin di atas bangunan tua yang dipakai sebagai tempat belajar anak-anak dari lingkungan kurang mampu.

Bangunan tua yang dipakai belajar

Menteri Pendidikan Punjab menjelaskan bahwa pusat bimbingan belajar tersebut berada di rumah pribadi milik seorang guru. Tempat itu menjadi ruang belajar penting bagi warga sekitar karena digunakan untuk mendidik anak-anak yang membutuhkan akses pendidikan lebih dekat.

Menurut warga setempat bernama Zaheer, atap bangunan sudah dalam kondisi buruk sebelum kejadian. Zaheer juga mengatakan pekerja tetap menjalankan renovasi saat anak-anak sedang belajar di bawahnya, sementara beban di atas atap diduga terlalu berat hingga struktur bangunan tidak sanggup menahan tekanan.

Fakta UtamaKeterangan
LokasiBasti Eid Gah, Kahna Nau, selatan Lahore
Korban tewas14 anak
Korban luka5 orang, termasuk seorang guru
Usia korban tewas4 hingga 12 tahun

Evakuasi dilakukan di tengah puing

Gambar yang ditayangkan Geo News memperlihatkan petugas penyelamat dan warga sipil bergotong royong menggali reruntuhan dengan sekop dan tangan kosong. Upaya itu dilakukan cepat karena banyak korban terjebak di bawah puing atap yang runtuh.

Petugas ambulans Edhi menyebut atap runtuh ketika pekerja tengah memperbaiki ubin di bagian atas bangunan. Kondisi itu membuat proses evakuasi harus mengejar waktu, sementara warga di sekitar lokasi ikut membantu pencarian korban.

Penyelidikan dan respons pemerintah

Komisioner Lahore, Marryam Khan, mengonfirmasi jumlah korban dan menyatakan pihaknya akan menelusuri penyebab runtuhnya bangunan. Kepolisian provinsi juga menyebut dua orang telah ditahan untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Marryam menegaskan penyelidikan akan dilakukan secara transparan, tidak memihak, dan segera. Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif turut menyampaikan duka cita dan meminta otoritas memberi bantuan medis semaksimal mungkin kepada para korban luka.

Tragedi ini kembali menyoroti risiko keselamatan bangunan di Pakistan, terutama ketika standar konstruksi dinilai lemah dan material yang digunakan tidak selalu berkualitas baik. Di negara berpenduduk lebih dari 240 juta jiwa itu, ambruknya bangunan masih kerap memicu korban jiwa dalam jumlah besar.

Source: mediaindonesia.com

Berita Terkait