Aturan Masih Menggantung, Mobil Terbang XPeng Belum Bisa Dijual di Indonesia

XPeng belum melihat Indonesia sebagai pasar yang siap untuk mobil terbang. Hambatan utamanya bukan pada bentuk kendaraan atau kemampuan teknologinya, melainkan pada aturan yang harus dipenuhi sebelum produk seperti itu bisa dipasarkan.

Chief Executive Officer Xpeng Indonesia, Iki Wibowo, menegaskan perusahaan masih mempelajari ketentuan yang berkaitan dengan kelayakan di jalan dan di udara. Selama dua lapis persyaratan itu belum jelas, mobil terbang XPeng masih berada di tahap kajian.

Regulasi masih jadi pintu utama

Bagi XPeng Indonesia, kepatuhan terhadap aturan menjadi penentu sebelum membicarakan penjualan. Iki menjelaskan bahwa mobil terbang perlu memenuhi road worthiness dan air worthiness sekaligus, sehingga pengawasan dan legalitasnya tidak bisa dipisahkan.

Karena itu, perusahaan belum masuk ke fase komersial di Indonesia. XPeng masih meneliti seluruh regulasi yang terkait agar tahu ruang gerak yang tersedia bagi kendaraan terbang tersebut.

Belum ada uji coba di Tanah Air

Hingga kini, XPeng juga belum melakukan pengujian nyata mobil terbang di Indonesia. Perusahaan belum membawa unit sampel untuk dicoba, sehingga studi yang lebih mendalam di dalam negeri belum bisa dilakukan.

Saat ditanya soal target waktu, Iki belum bisa memastikan kapan kendaraan itu akan benar-benar mengudara di Indonesia. Ia juga tidak menyebut apakah prosesnya akan selesai dalam 5 tahun, 10 tahun, atau lebih lama.

XPeng sudah punya model yang ditampilkan

Di sisi lain, XPeng termasuk pabrikan yang paling aktif menunjukkan wujud mobil terbang. Salah satu modelnya adalah X2, kendaraan electric vertical take-off and landing atau e-VTOL.

X2 pernah dipamerkan di ajang Indonesia International Motor Show 2026 pada Februari lalu. Kendaraan ini bisa lepas landas dan mendarat secara vertikal tanpa memerlukan landasan panjang seperti pesawat pada umumnya.

XPeng juga memperlihatkan Xpeng Aridge A868 sebagai model terbang lain yang masuk radar pasar masa depan. Kendaraan itu diklaim mampu menempuh jarak sekitar 500 km dengan kecepatan hingga 360 km/jam.

Teknologi ada, pasar belum terbuka penuh

Aridge A868 memakai sistem penggerak hibrida listrik dengan enam baling-baling tilt-rotor. Kombinasi itu menjadi bagian dari upaya XPeng untuk menunjukkan bahwa mobil terbang tidak lagi berhenti sebagai konsep di atas kertas.

Meski begitu, peluang masuk ke Indonesia tetap bergantung pada kesiapan aturan yang bisa menampung kendaraan terbang. Selama kerangka regulasi belum matang, mobil terbang XPeng masih akan berada pada tahap pengenalan dan kajian.

Source: www.liputan6.com

Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow UsGoogle NewsFlipboard
Berita Terkait
Berita Terbaru
Populer