Bank-bank besar Amerika Serikat sedang membaca sangat dekat arah aturan stablecoin yang tengah dibahas Office of the Comptroller of the Currency atau OCC. Tenggat masa komentar yang tinggal empat hari sebelum penutupan membuat perhatian industri perbankan tertuju pada satu hal utama: bagaimana stablecoin akan diatur agar bisa diterbitkan, disimpan, dan dipakai sebagai jalur pembayaran yang lebih resmi di bawah kerangka GENIUS Act.
Bagi sektor keuangan, persoalan ini tidak berhenti pada aturan teknis. Kepastian yang muncul dari rancangan OCC bisa menentukan apakah stablecoin benar-benar masuk ke arus utama pembayaran korporasi, sesuatu yang selama sekitar 18 bulan terakhir masih sulit dibangun karena belum ada kejelasan hukum federal yang kuat.
Aturan yang mencoba menerjemahkan GENIUS Act
OCC membuka masa komentar selama 60 hari pada 25 Februari dengan rancangan aturan setebal 376 halaman. Dokumen itu dirancang untuk mengubah prinsip umum dalam GENIUS Act atau Guiding and Establishing National Innovation for U.S. Stablecoins Act menjadi kewajiban yang lebih rinci bagi penerbit stablecoin.
Ruang lingkupnya cukup luas, mulai dari standar cadangan, ketentuan kustodi, batas modal, hingga kewenangan pengawasan. Artinya, regulator tidak hanya memberi arah besar, tetapi juga menjelaskan bagaimana aset harus dijaga, risiko dikelola, dan pemeriksaan dilakukan.
Skema dua jalur untuk penerbit stablecoin
Rancangan OCC memakai pendekatan dua tingkat dalam pemberian lisensi. Penerbit dengan stablecoin beredar lebih dari $10 miliar akan masuk ke lisensi federal dan berada dalam pengawasan yang lebih langsung.
Sementara itu, perusahaan yang lebih kecil masih dapat berjalan lewat rezim negara bagian. Syaratnya, kerangka negara bagian tersebut harus disertifikasi oleh Treasury, Federal Reserve, dan FDIC.
Model ini membuat skala penerbit menjadi faktor penentu utama dalam tingkat pengawasan. Bagi korporasi yang ingin memakai stablecoin, perbedaan itu juga memberi isyarat bahwa beban kepatuhan lebih banyak diletakkan pada penerbit, bukan pada operator infrastruktur pembayaran atau pedagang.
Minat pasar naik, tetapi penggunaan masih tertahan
Data EY-Parthenon menunjukkan 13% institusi keuangan dan korporasi global sudah menggunakan stablecoin. Di sisi lain, 54% pihak yang belum memakai aset ini menyatakan berencana mengadopsinya dalam enam hingga 12 bulan.
Kondisi itu menggambarkan adanya minat yang kuat, tetapi belum cukup untuk membuat penggunaan nyata menyebar luas. Investor Abhinav Kumar menilai kebutuhan akan dasar hukum yang jelas masih menjadi hambatan besar, karena banyak keputusan selama ini hanya bergantung pada pendapat penasihat hukum perusahaan.
Menurut Kumar, kerangka OCC dapat mengubah pertanyaan-pertanyaan yang sebelumnya bersifat interpretatif menjadi standar yang lebih formal. Ia juga menilai perusahaan yang lebih cepat siap merespons kebutuhan tersebut berpotensi meraih keunggulan struktural.
Dorongan tambahan dari industri perbankan
Di tengah mendekatnya batas waktu komentar pada 1 Mei, Asosiasi Perbankan Amerika atau American Bankers Association meminta regulator memberi tambahan waktu 60 hari untuk meninjau proposal. Langkah ini menunjukkan bahwa pembahasan aturan final bisa saja berlangsung lebih lama, meski masa komentar resmi segera berakhir.
Perhatian pasar juga mengarah pada dinamika di Federal Reserve. Fed bersama Treasury dan FDIC memegang peran dalam sertifikasi rezim stablecoin tingkat negara bagian, sehingga arah kebijakan di lembaga-lembaga itu ikut memengaruhi bagaimana aturan nantinya diterapkan.
Kombinasi antara tenggat OCC, dorongan dari bank-bank besar, dan keterlibatan lembaga federal lain membuat fase ini menjadi sangat penting bagi industri. Bagi bank besar di AS, beberapa hari ke depan menjadi momen untuk menentukan posisi sebelum kerangka GENIUS Act bergerak ke tahap penerapan yang lebih konkret.







