Galaxy S26 Series tampaknya akan membawa Audio Eraser keluar dari perannya yang lama sebagai alat edit pascaperekaman. Di perangkat ini, Samsung mengarahkannya menjadi fitur pemrosesan suara real-time berbasis AI yang aktif saat konten diputar.
Perubahan itu membuat audio dari video streaming, media sosial, dan konten lain terasa lebih mudah diikuti di tengah suasana bising. Dialog tetap bisa menonjol, sementara kebisingan latar mendapat porsi lebih kecil tanpa harus menunggu proses penyuntingan terpisah.
Audio yang diproses saat diputar
Di generasi sebelumnya, Audio Eraser lebih dikenal sebagai alat untuk mengolah suara setelah perekaman selesai. Pada Galaxy S26 Series, Samsung menyatukan sound engine berbasis AI untuk memisahkan elemen audio seperti suara manusia, musik, dan kebisingan latar secara langsung saat konten berjalan.
Pendekatan ini membuat pengalaman mendengar terasa lebih cepat dan natural. Pengguna tidak perlu memindahkan file ke tahap edit yang berbeda hanya untuk merapikan suara.
Dirancang untuk situasi ramai
Samsung menempatkan fitur ini sebagai jawaban untuk pengguna yang sering berada di lingkungan penuh gangguan suara. Saat kebisingan sekitar turun, dialog menjadi lebih jelas dan konten pun lebih nyaman diikuti.
Manfaatnya terasa bukan hanya saat menonton video, tetapi juga ketika menikmati konten di ruang publik. Audio yang lebih bersih membantu pengalaman menonton tetap imersif meski kondisi sekitar tidak ideal.
Akses dibuat ringkas lewat Quick Panel
Samsung tidak membuat pengaturan Audio Eraser terasa rumit. Fitur ini dapat diakses melalui Quick Panel, sehingga pengguna tidak perlu berhenti menonton atau masuk ke menu yang dalam hanya untuk menyesuaikan suara.
Caranya cukup dengan menggeser layar dari sudut kanan atas, lalu mengetuk ikon Audio Eraser saat konten ber-audio sedang diputar. Dari sana, pengguna bisa langsung mengatur efek yang diinginkan.
Tiga kontrol untuk menata suara
Samsung menyediakan slider “Strength” untuk mengatur seberapa kuat kebisingan latar dikurangi. Semakin tinggi pengaturannya, semakin agresif pemisahan suara yang dilakukan sistem.
Selain itu, ada Voice Focus yang dapat diaktifkan untuk menonjolkan dialog atau suara manusia. Kontrol lainnya memberi ruang bagi pengguna untuk membentuk profil suara yang lebih personal sesuai preferensi pendengaran masing-masing.
Lebih relevan untuk kebiasaan menonton modern
Integrasi Audio Eraser di Galaxy S26 Series tampak mengikuti kebiasaan konsumsi konten saat ini. Pengguna yang sering berpindah antara platform OTT dan media sosial bisa langsung merasakan manfaatnya tanpa proses edit tambahan.
Samsung menempatkan teknologi pemisahan suara ini sebagai cara untuk mendekatkan kualitas dengar ke pengalaman yang lebih profesional. Dalam pemakaian harian, pendekatan seperti ini berguna bagi pengguna yang kerap berpindah tempat dan tetap ingin audio terdengar bersih.







