Google memperluas kemampuan autofill Chrome di Android dan iOS agar bisa mengisi lebih banyak data penting secara otomatis, termasuk informasi yang selama ini biasanya harus diketik manual. Perubahan ini membuat pengalaman mengisi formulir di ponsel terasa jauh lebih ringkas, terutama saat pengguna berhadapan dengan kolom yang meminta data identitas, perjalanan, atau kendaraan.
Pembaruan tersebut menjadi langkah penting bagi pengguna yang lebih sering mengakses internet dari ponsel ketimbang desktop. Dengan perluasan ini, jarak antara kemampuan Chrome di perangkat mobile dan komputer kini menjadi semakin sempit.
Data yang kini bisa diisi lebih banyak
Sebelum pembaruan besar yang diumumkan pada November, autofill Chrome hanya terbatas pada kata sandi, alamat, dan informasi pembayaran. Setelah itu, Chrome mulai mendapat dukungan untuk data yang lebih spesifik dan sensitif, seperti nomor paspor dan nomor SIM.
Google juga menambahkan kemampuan untuk mengisi informasi lain, termasuk VIN kendaraan dan nomor pelat. Bagi pengguna, perubahan ini berarti formulir yang biasanya memakan waktu lama di layar kecil bisa diselesaikan lebih cepat.
Terhubung langsung ke Google Wallet
Untuk menjalankan fitur ini, Chrome mengambil data langsung dari Google Wallet. Google menegaskan akses tersebut hanya berlangsung dengan izin eksplisit dari pengguna, sehingga data tidak diambil tanpa persetujuan.
Jika informasi yang dibutuhkan belum tersimpan di Google Wallet, Chrome akan menawarkan opsi untuk menyimpannya saat data itu pertama kali dimasukkan. Dengan begitu, data penting dapat masuk ke ekosistem Google dan siap dipakai lagi saat diperlukan.
Google menyebut Chrome kini bisa mengisi formulir secara otomatis menggunakan data yang tersimpan di Google Wallet. Data itu mencakup detail SIM, informasi paspor, dan Known Traveler Number yang kerap dipakai dalam kebutuhan perjalanan.
Pengisian formulir kompleks dibuat lebih ringan
Bagi banyak pengguna, mengisi formulir rumit di smartphone masih menjadi pengalaman yang merepotkan. Ukuran keyboard yang kecil, perpindahan antar kolom, dan keharusan membuka dokumen lain sering membuat proses berjalan lambat.
Perluasan autofill ini menjawab persoalan tersebut dengan menempatkan data penting lebih dekat ke alur pengisian formulir. Hasilnya, proses yang selama ini terasa seperti tugas desktop kini dibawa lebih mulus ke Android dan iOS.
Google juga menyebut integrasi Chrome dengan Google Wallet kini diperdalam di perangkat mobile maupun desktop. Hal itu menunjukkan Wallet tidak lagi hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan kartu dan dokumen digital, tetapi juga sebagai sumber data untuk kebutuhan web sehari-hari.
Langkah ini menjadi relevan karena semakin banyak layanan meminta identitas dan data kendaraan secara online. Dalam situasi seperti itu, autofill yang lebih luas dapat mengurangi hambatan saat pengguna harus menyelesaikan formulir resmi atau administratif.
Keamanan dan kontrol tetap dijaga
Google menyatakan informasi baru yang dipakai untuk autofill tetap aman dan terenkripsi. Perlindungan itu disamakan dengan jenis data autofill lain yang sudah lebih dulu tersedia di Chrome.
Aspek izin menjadi pembeda penting karena data diambil dari Google Wallet hanya jika pengguna mengizinkannya. Dengan kata lain, perluasan autofill ini tetap berada di bawah kendali pemilik data.
Jika pengguna ingin mengubah data yang diingat Chrome, Google menyediakan beberapa jalur pengelolaan. Pembaruan dan pengaturan data pribadi bisa dilakukan melalui setelan Google Wallet atau halaman “Autofill and passwords” di pengaturan Chrome.
Untuk Private Passes seperti kartu identitas, Google menyediakan kontrol terpisah. Pemisahan ini membuat data umum autofill dan dokumen yang lebih sensitif dikelola secara berbeda sesuai tingkat kerahasiaannya.
Perluasan ke Android dan iOS mulai digulirkan mulai sekarang. Bagi pengguna Chrome di ponsel, perubahan ini bisa langsung terasa saat menghadapi formulir yang meminta data perjalanan, identitas, atau kendaraan yang sebelumnya harus diisi satu per satu.
Pembaruan ini pada akhirnya bukan sekadar penambahan jenis data. Google tampak ingin membuat Chrome di ponsel lebih siap menghadapi kebutuhan web yang semakin sering menuntut verifikasi dan informasi pribadi secara cepat.
Source: www.androidpolice.com






