B50 Mulai Berlaku, Pemilik Mobil Diesel Perlu Pastikan Mesin Tidak Berisiko

Author: Redaksi Android62

Pemilik mobil diesel tidak dapat menganggap semua kendaraannya otomatis cocok menggunakan B50. Daihatsu Indonesia mengingatkan bahwa kesesuaian bahan bakar harus diperiksa lebih dahulu melalui rekomendasi pabrikan.

Peringatan ini penting karena B50 mengandung biodiesel dalam porsi lebih tinggi dibanding campuran yang digunakan sebelumnya. Ketidakcocokan spesifikasi mesin berpotensi memicu gangguan pembakaran dan penyumbatan filter bahan bakar.

Pemerintah memulai penerapan mandatori B50 secara bertahap pada 1 Juli 2026. Kebijakan tersebut meneruskan program campuran biodiesel B35 dan B40 yang telah lebih dulu berjalan.

Manual kendaraan menjadi acuan utama

Daihatsu Indonesia menyatakan, “tidak semua kendaraan diesel otomatis direkomendasikan menggunakan bahan bakar ini”. Setiap produsen dapat menerapkan standar emisi dan spesifikasi sistem bahan bakar yang berbeda.

Pemilik kendaraan disarankan memeriksa buku manual sebelum mengisi tangki dengan B50. Pilihan lain adalah menghubungi diler resmi untuk memperoleh kepastian mengenai kompatibilitas kendaraan.

Pemeriksaan berkala di bengkel resmi juga dapat membantu mendeteksi kebutuhan penyesuaian pada sistem bahan bakar. Dalam kondisi tertentu, kendaraan mungkin membutuhkan penggantian komponen agar tetap bekerja optimal dengan campuran biodiesel tinggi.

Komposisi dan karakter B50

B50 merupakan bahan bakar yang terdiri atas 50 persen solar fosil dan 50 persen Fatty Acid Methyl Ester atau FAME. FAME tersebut berasal dari minyak kelapa sawit dan digunakan untuk mendukung pemanfaatan bahan baku domestik.

Kandungan FAME memiliki sifat pelumasan yang disebut lebih baik, sehingga berpotensi membantu mengurangi keausan komponen. Campuran ini juga dikaitkan dengan emisi gas buang yang lebih rendah.

Aspek Kondisi pada B50 Perhatian bagi pemilik
Komposisi 50 persen solar fosil dan 50 persen FAME Harus sesuai spesifikasi mesin
Pelumasan dan emisi FAME memiliki sifat pelumasan lebih baik dan emisi lebih rendah Berpotensi mengurangi keausan komponen
Nilai kalor Sedikit lebih rendah daripada solar murni Konsumsi dapat lebih boros pada kondisi tertentu

Di sisi lain, nilai kalor B50 sedikit lebih rendah dibanding solar murni maupun biodiesel dengan campuran lebih rendah. Kondisi itu dapat membuat konsumsi bahan bakar lebih boros dalam penggunaan tertentu.

Masa peralihan di SPBU

Pemerintah menyiapkan masa transisi selama tiga bulan pada awal penerapan B50. Periode ini dimaksudkan agar persediaan B40 di SPBU dapat dihabiskan sebelum pasokan beralih sepenuhnya.

Pada Juli 2026, harga Biosolar B50 bersubsidi di jaringan SPBU Pertamina dipatok sekitar Rp6.800 per liter. Harga untuk pengguna kendaraan diesel non-subsidi akan dievaluasi dan diumumkan secara berkala setiap bulan mengikuti mekanisme pasar.

Menurut Suara.com, program B50 diarahkan untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor solar. Kebijakan ini juga ditujukan memperbesar penggunaan energi yang berbasis bahan baku dalam negeri.

Ketersediaan B50 di SPBU bukan satu-satunya pertimbangan bagi pemilik mobil diesel. Rekomendasi resmi produsen dan kondisi sistem bahan bakar tetap menjadi dasar sebelum kendaraan menggunakan campuran biodiesel 50 persen.

Source: www.suara.com
Berita Terbaru