BAIC menyiapkan mobil listrik pertamanya untuk pasar Indonesia dengan paket yang cukup agresif di kelasnya. Model ini membawa 32 kompartemen penyimpanan, skyroof terbesar di kelasnya, serta klaim body soundproofing hingga 85 persen.
Langkah itu menunjukkan arah baru BAIC di Tanah Air. Setelah lebih dulu menghadirkan BJ40, X 55 II, dan lini hybrid BJ30, merek asal Tiongkok ini kini masuk lebih serius ke segmen kendaraan nol emisi dengan identitas yang lebih premium.
Dimensi kompak, kabin dibuat lebih efisien
Mobil listrik ini memiliki dimensi 4.337 mm x 1.860 mm x 1.572 mm dengan wheelbase 2.770 mm. Jarak sumbu roda tersebut disebut sebagai yang terpanjang di kelasnya.
Walau dimensinya kompak, BAIC mengklaim ruang kabinnya tetap dibuat lebih lapang. Sasaran utamanya adalah penggunaan harian di kota, namun tetap nyaman untuk kebutuhan keluarga.
Teknologi yang dipasang cukup lengkap
Di sisi fitur, model ini dibekali V2L 3,5 kW, V2V charging, ADAS level 2 dengan 12 fungsi, dan fitur self-parking. Kombinasi tersebut membuat mobil tidak hanya fokus pada efisiensi daya, tetapi juga pada kemudahan saat dipakai setiap hari.
Fitur self-parking menjadi salah satu nilai tambah yang menonjol. Dengan sistem ini, mobil dapat terparkir secara cerdas tanpa banyak campur tangan pengemudi.
Pengisian cepat jadi modal utama
BAIC memang belum mengungkap kapasitas baterai maupun jarak tempuh mobil listrik ini. Namun, perusahaan sudah menegaskan kemampuan pengisian cepat dari 30 persen ke 80 persen dalam waktu 25 menit.
Kecepatan itu menjadi sinyal bahwa BAIC ingin meredam kekhawatiran pengguna soal waktu tunggu saat mengisi daya. Di pasar yang mulai terbuka terhadap EV, aspek seperti ini bisa menjadi pertimbangan penting bagi calon konsumen.
Identitas premium untuk pasar yang berubah
BAIC menyebut model barunya sebagai smart premium EV, bukan sekadar mobil listrik biasa. Pendekatan itu menggabungkan nuansa premium, kepraktisan, dan teknologi yang diarahkan untuk mobilitas perkotaan.
Kehadiran model ini juga memperlihatkan perubahan strategi BAIC di Indonesia. Jika model-model sebelumnya menonjolkan karakter urban dan tangguh, EV perdana ini dibawa dengan kemasan yang lebih relevan untuk era elektrifikasi.
Dengan dimensi kompak, ruang kabin yang diklaim efisien, fitur bantuan berkendara, serta pengisian cepat, BAIC tampak menyiapkan produk yang menyasar konsumen perkotaan yang mencari EV bergaya premium.
Source: www.bincangbincangmobil.com






