BAIC Siapkan Rp65 Miliar untuk Baterai Lokal, T1 Kejar TKDN 60 Persen pada 2027

BAIC menyiapkan investasi sekitar Rp65 miliar untuk merakit baterai kendaraan listrik secara lokal di Indonesia. Langkah ini menjadi fondasi penting sebelum BAIC T1 memasuki rencana produksi dalam negeri pada pertengahan 2027.

Perakitan baterai diposisikan sebagai jawaban atas kenaikan target tingkat komponen dalam negeri atau TKDN untuk kendaraan listrik berbasis baterai. Pada 2027, ketentuan TKDN BEV akan naik menjadi 60 persen dari level 40 persen yang berlaku hingga akhir tahun ini.

Tekanan TKDN Menjelang Produksi T1

Kenaikan ketentuan kandungan lokal membuat BAIC perlu mempercepat lokalisasi sejumlah komponen. Tanpa tambahan kontribusi komponen dalam negeri, biaya kendaraan listrik berpotensi meningkat ketika standar TKDN yang baru mulai diterapkan.

PeriodeTarget TKDN BEVArti bagi BAIC
Hingga akhir tahun ini40 persenMenyiapkan fondasi produksi lokal
2027-202960 persenMemperluas lokalisasi baterai dan komponen
203080 persenMeningkatkan kandungan lokal secara lebih besar

Sel baterai untuk kendaraan tersebut masih akan didatangkan dari luar negeri. Namun, BAIC melihat peluang perakitan sebagian besar komponen pendukung baterai dilakukan di Indonesia.

Strategi ini diharapkan dapat memperbesar kontribusi lokal pada kendaraan listrik BAIC. Persiapan baterai menjadi krusial karena T1 direncanakan memasuki tahap produksi lokal sekitar Juli 2027.

T1 Menjadi BEV Pertama BAIC

BAIC T1 akan menjadi mobil listrik baterai murni pertama yang ditawarkan merek tersebut di pasar Indonesia. Model ini disebut sebagai produk Arcfox di negara asalnya, tetapi akan dipasarkan menggunakan identitas BAIC di Indonesia.

Kehadiran T1 memperluas pilihan BAIC yang sebelumnya telah menjual kendaraan bermesin bensin dan hybrid. Model tersebut juga ditempatkan untuk menjangkau konsumen yang ingin beralih ke kendaraan listrik di tengah persaingan SUV dan BEV yang semakin ramai.

Model BAICJenis PenggerakPosisi di Indonesia
X55-IIMesin bensinModel konvensional
BJ40 PlusMesin bensinModel dengan penjualan tertinggi
BJ30 HEVHybridPilihan ramah lingkungan
T1Mobil listrik bateraiBEV pertama BAIC

Saat ini BAIC memiliki empat model di pasar Indonesia, yaitu X55-II, BJ40 Plus, BJ30 HEV, dan T1. BJ40 Plus disebut menjadi model dengan penjualan tertinggi berkat desain retro-modern serta kemampuannya digunakan pada beragam kondisi jalan.

Sebelum T1, BAIC telah memperkenalkan BJ30 HEV sebagai model ramah lingkungan di Indonesia. SUV hybrid tersebut mendapat respons positif dengan perpaduan desain retro-modern dan banderol yang dinilai kompetitif di kelasnya.

Lokalisasi Menentukan Daya Saing

Informasi yang dimuat ridertua.com menyebut BAIC memusatkan perhatian pada lokalisasi baterai sebelum target TKDN kendaraan listrik meningkat. Tahap ini menjadi pekerjaan besar karena komponen baterai memegang peran penting dalam pencapaian kandungan lokal.

Setelah T1, BAIC disebut berpeluang membawa Arcfox T5 ke Indonesia, meski jadwal peluncurannya belum dipastikan. Pengembangan kendaraan ramah lingkungan dan model konvensional tetap menjadi bagian dari persiapan merek asal China tersebut di pasar Indonesia.

Keberhasilan merakit komponen baterai secara lokal akan menentukan kesiapan T1 menghadapi standar TKDN 60 persen. Langkah itu juga dapat membantu BAIC menekan risiko kenaikan biaya ketika produksi lokal kendaraan listrik dimulai.

Berita Terkait