Bali United menutup laga pembuka pekan ke-30 Super League dengan kemenangan meyakinkan 2-0 atas PSM Makassar di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar. Hasil itu terasa lebih tegas karena PSM harus bermain dengan 10 orang sejak menit keempat setelah Yuran Fernandes diganjar kartu merah langsung.
Keunggulan jumlah pemain membuat Bali United leluasa mengontrol pertandingan. Dua gol dari Diego Campos dan Irfan Jaya menjadi penegas dominasi tuan rumah dalam laga yang sejak awal berjalan berat sebelah.
Kartu merah cepat mengubah jalannya pertandingan
Momen paling menentukan terjadi sangat awal ketika Yuran Fernandes melakukan tekel berbahaya kepada gelandang Bali United, Teppei Yachida. Wasit langsung mengeluarkan kartu merah, dan sejak saat itu PSM dipaksa bertahan dalam situasi yang jauh lebih sulit.
Dampaknya terlihat jelas dari cara Bali United mengambil alih permainan. Tuan rumah tampil lebih agresif, mengalirkan bola dari berbagai sisi lapangan, dan memaksa PSM menghabiskan banyak energi untuk menutup ruang.
Gol pembuka lahir dari serangan rapi
Tekanan Bali United berbuah gol pada menit ke-17. Serangan dari sisi kiri dituntaskan dengan baik setelah Rahmat Arjuna mengirim umpan tarik yang diselesaikan Diego Campos dengan tenang.
Gol tersebut membuat Bali United semakin percaya diri dalam mengatur ritme laga. Setelah unggul 1-0, Serdadu Tridatu tidak mengendurkan tekanan dan terus menjaga intensitas serangan agar PSM tidak punya banyak peluang untuk keluar dari tekanan.
Penguasaan bola menunjukkan dominasi tuan rumah
Kendali Bali United atas laga ini juga tampak dari statistik penguasaan bola yang mencapai 79 persen. Angka tersebut menggambarkan seberapa besar dominasi tuan rumah, terutama setelah PSM kehilangan satu pemain terlalu cepat.
Sejumlah peluang lain sempat tercipta melalui Teppei Yachida dan Rahmat Arjuna. Namun, PSM masih mampu menahan laju serangan tambahan Bali United pada babak pertama meski terus berada dalam tekanan beruntun.
PSM sempat mencoba bangkit di babak kedua
Usai turun minum, PSM berusaha keluar dari tekanan dan membangun serangan balasan. Tim tamu sempat mencatat lima tembakan tepat sasaran dan beberapa kali mengancam pertahanan Bali United lewat Luka Cumic serta Savio Roberto.
Meski begitu, upaya tersebut belum cukup untuk menembus ketangguhan Mike Hauptmeijer. Kiper Bali United itu tampil sigap menjaga gawangnya tetap aman saat PSM mencoba menaikkan intensitas serangan.
Irfan Jaya memastikan kemenangan di menit akhir
Bali United tetap bermain sabar dan tidak buru-buru mencari gol tambahan. Tim tuan rumah menunggu momen yang tepat, lalu mendapat hasilnya pada menit ke-78 melalui Irfan Jaya.
Gol itu tercipta setelah Irfan Jaya memanfaatkan umpan pendek dari Teppei Yachida di dalam kotak penalti. Penyelesaian tersebut membuat skor berubah menjadi 2-0 dan praktis meredam harapan PSM untuk mengejar ketertinggalan.
Menjelang laga usai, Mike Hauptmeijer kembali menjadi sosok penting dengan menggagalkan sepakan melengkung Savio. Skor 2-0 bertahan sampai peluit panjang, sekaligus menegaskan efektivitas Bali United saat tampil di kandang sendiri.
Kemenangan ini membawa Bali United naik ke posisi ketujuh klasemen sementara dengan 45 poin. PSM Makassar sendiri tertahan di peringkat ke-14 dengan 31 poin, sementara laga di Dipta menjadi contoh bagaimana satu kartu merah di awal pertandingan bisa mengubah seluruh arah permainan.
