Bantar Gebang Jadi Fokus, Danantara Siapkan Rp 17,38 Triliun untuk PSEL Jakarta

Author: Redaksi Android62

Pemerintah dan BPI Danantara menyiapkan proyek Pengolahan Sampah Menjadi Listrik atau PSEL di Jakarta dengan kapasitas 8.000 ton per hari. Untuk proyek sebesar itu, kebutuhan investasinya berada di kisaran Rp 17,38 triliun.

Fasilitas ini diproyeksikan menjadi salah satu penanganan terbesar untuk beban sampah ibu kota yang juga mencapai 8.000 ton per hari. Di tengah tekanan itu, PSEL diarahkan bukan hanya untuk mengurangi tumpukan sampah, tetapi juga mengubah limbah perkotaan menjadi sumber energi.

CEO BPI Danantara Rosan P. Roslani menjelaskan bahwa biaya pembangunan PSEL tidak bergerak lurus mengikuti kapasitas olahan. Ia menyebut fasilitas berkapasitas 1.000 ton per hari membutuhkan dana sekitar Rp 2 triliun.

Menurut Rosan, kapasitas 2.000 ton tidak lantas membuat biaya menjadi dua kali lipat. Untuk skala 8.000 ton per hari, kebutuhan investasinya disebut berada di kisaran 1 billion USD.

Target awal dan lokasi yang disepakati

Pemerintah menargetkan fasilitas PSEL mulai beroperasi pada awal 2028. Target itu disampaikan Rosan saat berada di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta.

Pada tahap awal, rencana pembangunan sempat disusun di tiga titik. Namun, kesepakatan lewat nota kesepahaman saat ini baru mencakup dua lokasi.

Dua lokasi tersebut adalah Bantar Gebang dan Tanjungan, Kamal Muara. Keduanya dipandang penting karena berkaitan langsung dengan timbunan sampah Jakarta yang terus bertambah.

Bantar Gebang jadi titik krusial

Salah satu beban terbesar ada di TPST Bantar Gebang. Timbunan sampah di lokasi itu disebut sudah menyentuh 60 juta ton.

Kondisi tersebut membuat proyek PSEL di Jakarta memiliki dimensi yang lebih luas daripada sekadar pengelolaan sampah harian. Fasilitas ini juga diarahkan untuk membantu menangani sampah lama yang selama ini menumpuk.

Rosan bahkan membuka peluang kapasitas di atas 8.000 ton per hari. Ia menyebut kapasitas itu bisa dinaikkan menjadi 10.000 ton atau 12.000 ton agar sampah lama ikut terangkat.

Teknologi pengolahan dan skema listrik

Fasilitas PSEL ini akan memakai teknologi terbaru untuk mengolah sampah lama menjadi energi listrik. Rosan menjelaskan bahwa sampah lama tetap bisa diproses, meski keluaran energinya lebih rendah dibandingkan sampah baru.

Listrik hasil pengolahan nantinya akan dibeli oleh PLN. Rosan menyebut tarif penjualan ke PLN sudah tersedia di angka 20 sen dollar AS.

Skema itu membuat PSEL punya fungsi ganda. Di satu sisi, proyek ini menekan penumpukan sampah, dan di sisi lain menghasilkan listrik dari limbah kota.

Di tengah volume sampah Jakarta yang terus menekan sistem pengelolaan, PSEL diposisikan sebagai infrastruktur penting untuk meredam darurat sampah yang sudah lama membebani ibu kota. Pemerintah dan Danantara kini mendorong proyek itu masuk ke tahap berikutnya dengan fokus pada lokasi, kapasitas, dan kesiapan investasi.

Redaksi Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow Us
Berita Terbaru