Penyaluran bantuan untuk UMKM di Kota Lubuk Linggau belum bisa dimulai karena Baznas masih menunggu data resmi dari Dinas Koperasi dan UMKM. Setelah daftar calon penerima diterima, lembaga zakat daerah itu akan langsung menjalankan verifikasi ulang agar bantuan tepat sasaran.
Ketua Baznas Kota Lubuk Linggau, Marjianto, menegaskan pihaknya hanya bertugas sebagai penyalur. Daftar penerima tetap harus berasal dari pemerintah kota melalui dinas terkait sebelum proses distribusi berjalan.
Verifikasi dilakukan untuk mencegah salah sasaran
Baznas menyiapkan pengecekan detail terhadap setiap nama yang masuk dari dinas. Langkah ini diambil agar bantuan tidak sampai kepada pihak yang tidak berhak menerima.
Marjianto menyebut, jika ada calon penerima yang dinilai tidak layak, nama tersebut akan diganti. Prioritas utama tetap diberikan kepada UMKM yang benar-benar memenuhi kriteria dan paling membutuhkan dukungan.
Proses pendataan di lingkungan Pemkot masih berlangsung, sehingga jadwal penyaluran belum bisa dipastikan. Baznas menyatakan baru bisa bergerak setelah data final dan jadwal resmi dari pemerintah kota diterima.
Program unggulan Pemkot ikut didorong
Bantuan UMKM ini menjadi bagian dari program unggulan Pemerintah Kota Lubuk Linggau. Baznas mendukung program tersebut dengan menjalankan fungsi penyalur sesuai nama penerima yang ditetapkan oleh Pemkot melalui dinas terkait.
Skema berbasis data ini dinilai membuat proses penyaluran lebih terukur. Risiko salah sasaran juga bisa ditekan karena verifikasi dilakukan setelah daftar calon penerima diserahkan secara resmi.
Selain bantuan UMKM, Baznas Kota Lubuk Linggau juga sedang mengevaluasi penerima bantuan beasiswa. Pendataan ulang untuk program lain itu dilakukan bersamaan agar seluruh bantuan yang dikelola bisa segera dituntaskan.
Marjianto menyebut proses tersebut ditargetkan selesai secepatnya, dengan harapan penyaluran dapat dilakukan pada Juli mendatang atau lebih cepat. Namun, target itu tetap bergantung pada kelengkapan data dan kesiapan administrasi yang masih dikerjakan.
Koordinasi dengan dinas terus berjalan
Kunci utama penyaluran bantuan UMKM saat ini ada pada kecepatan pengiriman data dari Dinas Koperasi dan UMKM. Selama data belum diterima, Baznas memilih menunggu sambil menyiapkan proses verifikasi di internal lembaga.
Marjianto menegaskan komunikasi dengan Pemkot terus dilakukan agar urusan administrasi tidak menghambat program. Begitu daftar calon penerima dinyatakan siap, Baznas akan langsung melakukan pengecekan dan menyalurkan bantuan kepada yang berhak.
Kesiapan itu dinilai penting karena bantuan UMKM menyasar kebutuhan ekonomi warga yang menjalankan usaha kecil. Karena itu, ketepatan data menjadi syarat utama sebelum dana atau bantuan benar-benar diterima oleh pelaku usaha.
Di tengah pendataan yang masih berlangsung, Baznas memastikan program tetap bergerak. Fokus lembaga saat ini berada pada validasi nama penerima, pembaruan data beasiswa, dan menunggu kepastian jadwal dari Pemkot agar penyaluran bisa segera dimulai.
