Kredibilitas influencer kesehatan dan kebugaran makin penting saat banyak orang justru menerima informasi kesehatan dari media sosial tanpa benar-benar mencarinya. Di tengah aliran konten yang terus muncul di linimasa, publik sering berhadapan dengan saran yang terlihat meyakinkan, tetapi latar belakang pembicaranya tidak selalu jelas.
Fenomena ini membuat cara orang memahami kesehatan ikut bergeser dari ruang praktik ke layar ponsel. Riset Pew Research Center di Amerika Serikat menunjukkan 4 dari 10 orang dewasa mendapat informasi kesehatan dari influencer media sosial atau podcast, dan angkanya naik menjadi separuh responden di bawah usia 50 tahun.
Dorongan untuk membuka konten kesehatan juga tidak selalu berasal dari kebutuhan medis. Sebanyak 41% responden ingin mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat, sementara sepertiga orang berusia 18-29 tahun menilai informasi kesehatan sebagai bagian dari hiburan.
Situasi itu memperlihatkan bahwa konten kesehatan di media sosial tidak sekadar dibaca sebagai panduan, tetapi juga sebagai tontonan harian. Karena algoritma terus menyodorkan materi serupa, banyak orang terpapar konten kesehatan secara berulang tanpa harus mencarinya terlebih dahulu.
Pengaruh besar di platform visual
Kehadiran influencer kesehatan dan kebugaran paling kuat terasa di platform berbasis gambar dan video. Instagram menjadi kanal yang paling banyak ditemui dengan porsi 86%, disusul TikTok 62% dan YouTube 45%.
Format singkat dan visual yang kuat membuat pesan kesehatan lebih mudah menyebar di ruang digital yang cepat berubah. Distribusi melalui algoritma juga memperbesar peluang sebuah konten tampil berulang di hadapan audiens yang sama.
Di sisi lain, profil para influencer ini sangat beragam. Sebanyak 41% menyebut diri bekerja di bidang perawatan kesehatan dalam bio, termasuk dokter, dokter gigi, perawat, terapis, apoteker, praktisi kedokteran, ahli diet, ahli gizi, dan psikiater.
Ada pula 31% yang berposisi sebagai pelatih diet atau kebugaran. Selain itu, 28% merupakan pengusaha, dan 13% mengandalkan pengalaman pribadi dalam meningkatkan kebugaran atau menurunkan berat badan.
Kredensial yang sering tidak terlihat
Masalah muncul ketika penonton tidak punya cukup petunjuk untuk menilai siapa yang berbicara. Sebanyak 16% influencer kesehatan dan kebugaran di media sosial tidak mencantumkan apa pun tentang latar belakang atau keahlian mereka di bio.
Banyak profil semacam itu hanya berisi sedikit teks atau sekadar menjelaskan jenis konten yang diunggah. Kondisi ini membuat kredensial menjadi hal yang perlu diperiksa sebelum menjadikan konten mereka sebagai acuan kesehatan.
Jarak antara konten influencer dan informasi dari penyedia layanan kesehatan profesional juga masih terasa. Dalam laporan yang sama, 1 dari 5 orang mengatakan informasi dari influencer berbeda dengan informasi dari tenaga kesehatan profesional.
Sekitar 38% responden lainnya menilai keduanya tidak terlalu berbeda. Temuan itu menunjukkan sebagian audiens masih melihat keduanya sebagai sumber yang saling beririsan, meski tingkat kepercayaannya belum tentu sama.
Perbedaan cara tampil antara laki-laki dan perempuan
Komposisi influencer kesehatan dan kebugaran juga menunjukkan pola yang menarik. Sebanyak 64% adalah perempuan, sedangkan laki-laki mencapai 34%.
Di antara influencer perempuan, 16% lebih cenderung mengutip pengalaman hidup dalam bio mereka, hampir dua kali lipat dibanding laki-laki. Perempuan juga kerap menggambarkan diri sebagai orang tua dengan keahlian di bidang tertentu.
Sementara itu, influencer laki-laki lebih sering menampilkan diri sebagai tenaga profesional kesehatan sebesar 43% dan pekerja medis konvensional sebesar 25%. Perbedaan cara tampil ini ikut memengaruhi bagaimana audiens membaca otoritas dan keahlian di balik sebuah akun.
Pada akhirnya, konsultasi kesehatan tidak lagi bergantung penuh pada otoritas medis formal. Di tengah banjir konten digital, publik perlu lebih cermat menilai siapa yang berbicara, apa keahliannya, dan bagaimana latar belakang itu ditampilkan sebelum mempercayai saran yang diterima.
Source: www.cnbcindonesia.com






