Wuling tengah membuka peluang menghadirkan Baojun Yep Plus ke Indonesia, dan daya tarik terbesarnya langsung terlihat dari kombinasi jarak tempuh dan harga. Di pasar China, SUV listrik boxy ini ditawarkan mulai 76.800 yuan hingga 105.800 yuan, atau sekitar Rp 202 juta sampai Rp 279 juta.
Yang membuatnya semakin menarik, varian tertingginya diklaim mampu menembus jarak tempuh 501 km. Opsi seperti ini memberi ruang bagi Wuling untuk menempatkan produk tersebut di segmen SUV listrik kompak yang saat ini semakin ramai diperbincangkan.
Empat varian dengan jarak tempuh berbeda
Di China, Baojun Yep Plus hadir dalam empat varian, yakni Flagship Edition 301 km, Flagship Edition 401 km, Flagship Edition 501 km, dan Premium Edition 501 km. Seluruhnya menggunakan basis dimensi yang sama, tetapi dibedakan oleh kapasitas baterai dan bobot.
| Varian | Jarak Tempuh | Kapasitas Baterai | Bobot Kosong |
|---|---|---|---|
| Flagship Edition 301 km | 301 km | 31,9 kWh | 1.255 kg |
| Flagship Edition 401 km | 401 km | 41,9 kWh | 1.325 kg |
| Flagship Edition 501 km | 501 km | 54 kWh | 1.410 kg |
| Premium Edition 501 km | 501 km | 54 kWh | 1.410 kg |
Seluruh varian memakai baterai Lithium Iron Phosphate atau LFP. Perbedaan kapasitas baterai menjadi pembeda utama antara tiap varian, sementara motor listriknya tetap seragam.
Semua versi Yep Plus dibekali motor Permanent Magnet Synchronous dengan tenaga 75 kW dan torsi 180 Nm. Kecepatan maksimumnya mencapai 150 km/jam, sehingga model ini tidak hanya menonjolkan desain, tetapi juga performa yang konsisten.
Dimensi ringkas, rasa SUV tetap kuat
Salah satu alasan model ini dianggap cocok untuk pasar Indonesia adalah ukurannya yang akrab bagi konsumen SUV kompak. Baojun Yep Plus memiliki panjang 3.996 mm, lebar 1.760 mm, tinggi 1.726 mm, dan jarak sumbu roda 2.560 mm.
Ukuran itu membuatnya berada di kelas yang mirip dengan Daihatsu Rocky dan Toyota Raize. Namun, Yep Plus tercatat sedikit lebih lebar dan lebih tinggi, sehingga tetap punya karakter bodi yang tegas dan boxy.
Pengisian daya dan fitur praktis
Dari sisi pengisian daya, semua varian mendukung AC charging 6,6 kW. Waktu isi ulangnya berbeda sesuai kapasitas baterai, yakni sekitar 4,5 jam untuk varian 301 km, 6 jam untuk varian 401 km, dan 7,5 jam untuk varian 501 km.
Fitur DC fast charging juga tersedia di seluruh varian. Pengisian dari 30 persen ke 80 persen diklaim membutuhkan 35 menit pada varian 301 km dan 401 km, serta 30 menit pada varian 501 km dan Premium Edition.
Semua varian turut dibekali fitur V2L yang memungkinkan mobil menjadi sumber daya listrik eksternal 220V. Fitur ini menambah nilai praktis, terutama untuk kebutuhan perangkat listrik di luar mobil.
Teknis kaki-kaki dan perlengkapan keselamatan
Untuk sektor suspensi, Baojun Yep Plus memakai MacPherson strut independen di depan dan torsion beam semi-independent di belakang. Mobil ini juga menggunakan penggerak roda depan, setir EPS, rem cakram depan-belakang, rem parkir elektronik, serta ban 205/60 R16.
Perbedaan teknis kecil muncul pada sistem pendukung rem. Varian 301 km, 401 km, dan 501 km masih memakai vacuum pump, sedangkan Premium Edition sudah menggunakan Electronic Booster atau Ebooster.
Dari sisi keselamatan, daftar fiturnya terbilang padat. Seluruh varian membawa ESC, ABS+EBD, AUTO HOLD, ramp assist, kamera 360 derajat, transparent chassis, radar depan dan belakang, unlock otomatis saat tabrakan, airbag depan, side airbag, dua jangkar ISOFIX di kursi belakang, alarm sabuk pengaman, peringatan pejalan kaki pada kecepatan rendah, dan tire pressure monitoring dengan tampilan digital.
Ricky Christian dari Wuling Motors menyebut model ini memang sudah lama dipelajari untuk pasar Indonesia. Ia menilai desain Baojun Yep menjadi salah satu yang paling menarik karena tampil berbeda, tetapi tetap sesuai dengan kebutuhan konsumen dalam negeri.
Baojun berada satu grup dengan Saic-GM-Wuling atau SGMW, sehingga peluang masuknya Yep Plus ke Indonesia dinilai terbuka. Beberapa produk Baojun sebelumnya juga sudah dikenal, termasuk Cloud yang telah dipasarkan di Indonesia.
