Baru 1.500 Kilometer, Setir Polytron Fox 350 Tiba-Tiba Putus dan Muncul Error M

Author: Redaksi Android62

Setir Polytron Fox 350 milik seorang pengguna dilaporkan putus saat odometer baru menyentuh 1.500 kilometer. Insiden itu terjadi setelah motor listrik tersebut lebih dulu beberapa kali menunjukkan indikator error huruf “M” yang membuatnya tidak bisa langsung digas.

Kejadian ini memunculkan perhatian bukan hanya karena menyangkut kerusakan komponen penting, tetapi juga karena motor itu baru digunakan sekitar tiga bulan. Dalam situasi seperti ini, soal keandalan unit dan akses layanan purna jual menjadi sorotan utama bagi calon pembeli motor listrik.

Motor tersebut dibeli dengan harga Rp16.550.000 dan diterima pada 4 Desember 2025 setelah transaksi pada 20 November 2025. Selain harga motor, pemilik juga mengeluarkan biaya sewa baterai Rp2,2 juta untuk satu tahun penggunaan hingga Desember 2026.

Pada awal pemakaian, kendaraan itu disebut berjalan normal untuk kebutuhan harian. Motor dipakai dengan kecepatan sekitar 30–40 km/jam, sehingga gangguan yang muncul kemudian tidak berkaitan dengan pemakaian ekstrem.

Gangguan muncul setelah beberapa kilometer pemakaian

Keluhan pertama mulai terasa saat indikator “M” di panel tiba-tiba menyala. Saat lampu indikator itu muncul, motor dikatakan tidak bisa digas dan harus berhenti lebih dulu agar bisa dipakai kembali.

Dalam pengakuannya, gangguan tersebut sering muncul setelah motor dipakai sekitar 5 kilometer. Ada kalanya unit harus dimatikan terlebih dahulu supaya kembali normal, meski masalah yang sama bisa muncul lagi setelah dipakai.

Kondisi ini membuat pemilik kemudian mencoba meminta bantuan ke service center resmi. Namun, penanganannya tidak langsung selesai di lokasi pengguna karena ada arahan agar motor dibawa ke Jember, Jawa Timur.

Jarak layanan resmi ikut jadi persoalan

Soal layanan purna jual ikut mencuat karena service center Jember disebut berjarak sekitar 70 kilometer dari tempat tinggal pemilik. Jarak itu menjadi hambatan tersendiri ketika motor mengalami gangguan di jalan dan tidak bisa dipakai seperti biasa.

Pemilik juga menjelaskan bahwa pengurusan dokumen kendaraan sebelumnya selesai sekitar satu bulan, tetapi berkas harus diambil langsung di service center tersebut. Situasi ini membuat akses layanan terasa kurang praktis saat masalah teknis muncul berulang.

Setelah beberapa kali meminta bantuan, teknisi akhirnya datang ke rumah pada 9 Februari 2026. Dalam kunjungan itu, salah satu komponen di bawah jok diganti dan motor sempat kembali normal setelah diperbaiki.

Namun, kondisi itu tidak bertahan lama. Di hari yang sama, indikator “M” dilaporkan kembali muncul setelah motor dipakai sekitar 5 kilometer, sehingga masalah yang sama kembali berulang.

Untuk penanganan lanjutan, solusi yang diberikan tetap mengarah pada pemilik agar membawa motor ke service center. Alasan yang disampaikan adalah alat perbaikan yang dibutuhkan tidak bisa dibawa teknisi ke lokasi pengguna.

Kerusakan setir dinilai paling serius

Masalah berikutnya muncul saat motor baru menempuh jarak sekitar 1.500 kilometer. Pada momen itu, setir disebut tiba-tiba putus ketika kendaraan sedang digunakan.

Pemilik menegaskan bahwa kerusakan tersebut bukan sekadar longgar atau oblak, melainkan benar-benar putus. Beruntung, motor saat itu melaju pelan sehingga insiden tidak berujung pada kecelakaan.

Meski demikian, kejadian itu tetap dinilai berbahaya karena bisa berdampak jauh lebih serius bila terjadi saat kecepatan lebih tinggi. Setelah insiden tersebut, teknisi disebut datang ke lokasi dan mengganti bagian setir yang rusak.

Pertimbangan penting bagi calon pembeli

Pengalaman ini membuat aspek harga saja terasa tidak cukup untuk menilai sebuah motor listrik. Bagi pemilik, efisiensi penggunaan harus dilihat bersama kesiapan layanan purna jual dan kemudahan penanganan ketika unit bermasalah.

Kasus ini juga menunjukkan bahwa jarak ke pusat layanan dapat memengaruhi kenyamanan pemilik saat menghadapi gangguan teknis. Dalam penggunaan harian, akses servis yang mudah bisa sama pentingnya dengan spesifikasi produk di atas kertas.

Walau demikian, pengalaman tersebut tetap bersifat subjektif dan tidak mewakili semua pengguna Polytron Fox 350. Karena itu, calon pembeli dinilai perlu mempertimbangkan selain harga dan biaya operasional, juga keberadaan service center serta kesiapan bantuan teknis ketika kendaraan mengalami kendala.

Berita Terbaru