Pada sejumlah HP Xiaomi, batas frame rate game ternyata bukan selalu datang dari chipset, melainkan dari pengaturan perangkat lunak yang sengaja menahan performa. Karena itu, ponsel yang sebenarnya mampu berjalan di 90 FPS atau 120 FPS bisa saja tetap mentok di 60 FPS.
Situasi ini paling terasa pada game kompetitif yang menuntut respons cepat, seperti PUBG Mobile dan Call of Duty Mobile. Bagi pengguna yang mengejar tampilan lebih halus, pembatas tersebut bisa menjadi hambatan yang cukup terasa saat bermain.
Modul Magisk menjadi pintu pembuka
Metode untuk membuka batas FPS ini memanfaatkan modul Magisk bernama FPS Limit Remover. Fungsinya adalah menghapus pembatas frame rate agar game dapat berjalan mengikuti kemampuan perangkat secara lebih penuh.
Namun, cara ini bukan fitur resmi dari Xiaomi dan tidak bisa dilakukan seperti memasang aplikasi biasa. Syarat utamanya adalah perangkat harus sudah di-root, sehingga pengguna perlu siap dengan perubahan pada sistem inti ponsel.
Unlock bootloader wajib dilakukan lebih dulu
Tahap awal yang harus ditempuh adalah membuka bootloader pada HP Xiaomi. Proses ini akan menghapus seluruh data di perangkat, sehingga pencadangan menjadi langkah yang tidak boleh dilewatkan.
Xiaomi juga mewajibkan pengguna menunggu beberapa hari setelah mengajukan permintaan unlock. Karena tiap model bisa memiliki langkah yang berbeda, panduan yang dipakai harus sesuai dengan tipe perangkat dan sebaiknya merupakan panduan terbaru.
Setelah root, modul dipasang lewat Magisk
Sesudah bootloader terbuka, pengguna perlu memasang Magisk untuk memperoleh akses root. Aplikasi ini menjadi fondasi utama untuk memasang modul seperti FPS Limit Remover.
Tidak ada cara pemasangan Magisk yang benar-benar universal untuk semua HP Xiaomi. Prosesnya dapat berbeda tergantung model perangkat, sehingga pengguna perlu menyesuaikannya dengan tipe yang dipakai.
Bagi pengguna yang sudah melakukan root dengan Magisk sebelumnya, tahap ini bisa dilewati. Setelah itu, aplikasi Magisk dapat dibuka untuk mencari modul FPS Limit Remover, atau menginstal file modul secara manual bila modul tidak muncul di daftar.
Perubahan baru aktif setelah perangkat direstart
Setelah modul terpasang dan semua konfirmasi instalasi disetujui, perangkat perlu direstart. Perubahan pembatas FPS baru akan aktif setelah ponsel menyala kembali.
Efeknya disebut cukup nyata pada perangkat yang memang masih menyimpan ruang performa. Pada Xiaomi 12T Pro, misalnya, PUBG Mobile yang sebelumnya terkunci di 60 FPS dilaporkan dapat berjalan di atas 90 FPS dengan pengaturan grafis Ultra.
Ada risiko yang harus dihitung sejak awal
Kenaikan FPS hampir selalu diikuti peningkatan konsumsi baterai. Semakin tinggi frame rate, semakin besar pula daya yang diperlukan saat game berjalan.
Suhu perangkat juga cenderung ikut naik, dan jika panas terlalu tinggi, sistem bisa menurunkan performa secara otomatis. Dalam kondisi tertentu, ponsel bahkan dapat restart sendiri.
Risiko lain datang dari sisi kompatibilitas game. Tidak semua judul akan merespons modifikasi ini karena sebagian game memiliki batas FPS internal yang tetap tidak berubah meski sistem sudah dimodifikasi.
Selain itu, proses root juga membawa konsekuensi pada garansi dan stabilitas perangkat. Garansi resmi bisa hilang, sementara pembaruan sistem maupun aplikasi tidak selalu berjalan mulus pada ponsel yang sudah di-root.
Peningkatan FPS biasanya paling terasa pada perangkat yang sebenarnya sudah mampu tampil lebih kencang, tetapi dibatasi oleh software. Pada kondisi seperti itu, pengalaman bermain bisa terasa jauh lebih mulus dan responsif tanpa harus mengganti ponsel baru.
Meski begitu, metode ini lebih cocok untuk pengguna yang sudah terbiasa memodifikasi Android dan memahami risikonya. Untuk pengguna umum yang hanya ingin bermain lebih lancar, langkah ini bisa terasa terlalu jauh karena melibatkan unlock bootloader, root, dan pemasangan modul sistem.
Source: tekno.kompas.com






