Batas Kerja yang Sering Diabaikan di Kantor, Ternyata Sumber Utama Burnout

Burnout di kantor sering tidak datang dari satu kejadian besar, melainkan dari kebiasaan kecil yang terus diulang setiap hari. Karena terlihat biasa, pola seperti ini sering dibiarkan sampai akhirnya energi mental terkuras dan fokus kerja ikut menurun.

Salah satu kebiasaan yang paling sering dianggap wajar adalah selalu mengiyakan semua tugas. Banyak pekerja takut terlihat tidak kompeten jika menolak, padahal menerima pekerjaan tanpa menimbang kapasitas diri justru membuat beban kerja menumpuk dan energi mental cepat habis.

Tekanan serupa juga muncul saat seseorang terlalu sering membandingkan diri dengan rekan kerja. Melihat orang lain tampak lebih unggul atau naik posisi memang bisa memicu dorongan untuk mengejar, tetapi kebiasaan itu sering membuat fokus bergeser dari perkembangan diri sendiri.

Jika perbandingan berlangsung terus-menerus, hasil kerja sendiri terasa tidak pernah cukup. Dari situ, rasa percaya diri perlahan turun dan motivasi kerja ikut terkikis, apalagi saat standar yang dipakai selalu merujuk pada pencapaian orang lain.

Batas kerja yang kabur ikut menguras pikiran

Masalah lain muncul ketika chat kantor terus dibalas di luar jam kerja. Sebagian pekerja merasa harus selalu responsif agar terlihat profesional, sehingga notifikasi kerja tetap dibuka hingga malam hari.

Kebiasaan ini membuat batas antara pekerjaan dan kehidupan pribadi makin samar. Saat otak tidak mendapat jeda yang jelas, tubuh terasa selalu siaga dan kondisi itu perlahan berubah menjadi kelelahan emosional.

Jangan remehkan jeda makan siang

Di tengah tuntutan untuk terlihat produktif, ada juga yang sengaja melewatkan makan siang demi tetap berada di depan laptop. Langkah ini sering dipandang sebagai bentuk dedikasi, padahal tubuh dan otak tetap membutuhkan waktu istirahat.

Saat energi tubuh menipis, fokus biasanya turun lebih cepat. Dalam kondisi seperti itu, emosi juga lebih mudah tidak stabil sehingga seseorang jadi lebih sensitif dan gampang kesal pada hal-hal kecil.

Obrolan kantor pun bisa ikut menguras energi

Obrolan ringan memang bisa membantu membangun kedekatan antarpegawai. Namun, jika gosip kantor berubah menjadi kebiasaan, suasana kerja justru terasa lebih menekan.

Terlalu sering menyerap drama orang lain membuat pikiran dipenuhi hal negatif. Akibatnya, rasa waspada meningkat, overthinking muncul, dan kepercayaan pada rekan kerja perlahan menurun.

Saat berbagai kebiasaan kecil itu bertumpuk, beban mental di kantor bisa terasa jauh lebih berat daripada yang terlihat dari luar. Karena itu, menjaga batas sehat di tempat kerja bukan tanda kurang profesional, melainkan cara penting untuk mencegah stres kerja berkembang menjadi burnout.

Source: www.idntimes.com

Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow UsGoogle NewsFlipboard
Berita Terkait
Berita Terbaru
Populer