Baterai 10.200 mAh Dalam Bodi Tipis, Deretan HP 2026 Ini Bisa Tahan Hingga 3 Hari

Baterai jumbo di smartphone 2026 tidak lagi harus dibayar dengan bodi yang tebal. Sejumlah ponsel baru justru datang dengan kapasitas 10.000 mAh lebih, tetapi tetap membawa desain yang relatif ramping dan performa yang kencang untuk kebutuhan berat.

Perubahan itu terasa makin jelas karena teknologi baterai silikon-karbon semakin matang. Di kondisi pemakaian tertentu, perangkat di kelas ini bahkan bisa dipakai dua hingga tiga hari dalam sekali pengisian, sehingga charger tidak lagi jadi barang yang paling sering dicari.

Performa tinggi dan baterai besar mulai jalan bareng

Salah satu yang paling menonjol adalah Honor Win. Ponsel ini masuk kelas flagship dengan baterai 10.000 mAh dan chipset Snapdragon 8 Elite Gen 5 berbasis fabrikasi 3 nm. Kombinasi itu membuat skor AnTuTu-nya menembus 4,4 juta.

Honor juga menyiapkan sistem pendingin untuk menjaga kestabilan saat dipakai intensif. Perangkat ini dibekali kipas internal Ultra Fan dan VC cooling, sementara klaim lainnya menyebut game berat bisa dijalankan selama lima jam tanpa gangguan performa.

Di kelas yang sedikit lebih terjangkau, Honor Win RT tetap membawa spesifikasi yang kuat. Smartphone ini memakai Snapdragon 8 Elite, mencatat skor AnTuTu sekitar 3,4 juta, dan hadir dengan RAM hingga 16 GB serta penyimpanan internal hingga 1 TB.

Layar AMOLED 6,83 inci dengan refresh rate tinggi ikut memperkuat pengalaman visual pada perangkat tersebut. Harga resminya mulai 2.699 yuan atau sekitar Rp6,4 jutaan.

Model lain yang juga mengejar daya tahan ekstrem

Honor Power 2 tampil dengan pendekatan berbeda karena menggabungkan desain premium dan tenaga besar. Ponsel ini memakai MediaTek Dimensity 8500 Elite berbasis 4 nm dan mampu mencetak skor AnTuTu di atas 2 juta.

Daya tarik lain ada pada baterai 10.080 mAh yang didukung fast charging 80W. Untuk varian 12GB/256GB, harga resminya berada di sekitar 330 euro atau Rp5,8 jutaan.

Realme juga ikut mendorong batas kapasitas dengan Realme P4 Power 5G. Model yang dirilis pada Februari 2026 ini membawa Titan Battery berbasis silikon-karbon berkapasitas 10.001 mAh.

Realme mengklaim baterainya mampu bertahan hingga delapan tahun atau sekitar 1.650 siklus pengisian dengan kapasitas tetap 80 persen. Dalam pengujian, perangkat ini mencatat waktu penggunaan aktif lebih dari 25 jam.

Baterai besar tidak lagi berarti bodi bongsor

Vivo Y600 Pro menjadi contoh paling jelas bahwa kapasitas besar bisa masuk ke bodi tipis. Ponsel ini membawa baterai 10.200 mAh dengan ketebalan hanya 8,25 mm, dan memakai teknologi Silicon-Carbon generasi keempat dengan kerapatan energi tinggi.

Vivo menyebut perangkat ini bisa bertahan hingga 47 jam untuk panggilan, 28 jam streaming video, dan 16 jam navigasi GPS. Di bagian performa, Vivo Y600 Pro menjadi yang pertama menggunakan chipset MediaTek Dimensity 7300e, lalu diperkuat fast charging 90W.

Kehadiran lima smartphone ini memperlihatkan arah baru pasar ponsel 2026. Baterai besar kini tidak lagi identik dengan kompromi pada desain, sementara performa tetap dijaga agar sanggup menangani multitasking berat dan gaming intens.

Bagi pengguna dengan mobilitas tinggi, gamer, dan pekerja digital, deretan perangkat ini menawarkan kombinasi yang semakin menarik. Pabrikan juga disebut mulai menyiapkan kapasitas yang lebih besar lagi, dengan beberapa brand sudah merancang perangkat hingga 12.000 mAh dalam waktu dekat.

Source: yoursay.suara.com

Berita Terkait