Infinix GT 50 Pro datang dengan bekal yang jarang terlihat di kelas menengah, terutama karena ponsel ini membawa baterai 6.500 mAh dan dukungan pengisian nirkabel 30W. Di saat yang sama, perangkat ini tetap mempertahankan fokus kuat pada permainan, tetapi tanpa mengorbankan sisi daya tahan yang justru menjadi salah satu nilai jual utamanya.
Di bagian depan, GT 50 Pro memakai layar AMOLED 6,78 inci beresolusi 1.5K dengan refresh rate adaptif 144Hz. Kombinasi ini membuat perangkat tersebut tidak hanya diarahkan untuk bermain game, tetapi juga untuk menikmati konten multimedia dengan tampilan yang lebih mulus dan nyaman.
Daya tahan besar dengan pengisian yang tetap seimbang
Baterai 6.500 mAh menjadi salah satu daya tarik paling menonjol pada GT 50 Pro. Untuk mengisi dayanya, Infinix menyiapkan 45W wired charging dan 30W wireless charging, dengan pendekatan yang tidak mengejar daya super tinggi demi menjaga suhu dan degradasi baterai.
Pilihan itu membuat GT 50 Pro terasa berbeda dari banyak ponsel mid-range lain. Di kelas ini, baterai besar dan pengisian nirkabel tidak selalu hadir bersamaan dalam satu perangkat.
Fokus gaming tetap menjadi pusat perhatian
Di sisi performa, GT 50 Pro mengandalkan MediaTek Dimensity 8400 Ultimate. Chipset ini dipasangkan dengan RAM 12 GB dan penyimpanan internal hingga 512 GB untuk membantu multitasking dan menjalankan game berat.
Hasil pengujian yang dirangkum dari seorang YouTuber menunjukkan kemampuan yang kuat untuk kelas menengah. Call of Duty Mobile dilaporkan berjalan di kisaran 139 hingga 144 FPS pada grafis Low-Medium, dengan suhu perangkat berada di sekitar 37 derajat Celsius hingga 39 derajat Celsius.
Performa stabil juga terlihat di game kompetitif lain. Delta Force disebut mampu berjalan konstan di 120 FPS sesuai batas game, sementara mode Battle Royale di CODM stabil di 90 FPS.
Pendingin cair yang bisa terlihat dari bodi belakang
Bagian paling unik dari GT 50 Pro ada pada Hydroflow Liquid Cooling. Sistem pendingin cair visual ini menampilkan partikel cairan di belakang ponsel yang tampak bergerak mengikuti gravitasi saat perangkat tidak bekerja berat, lalu bergerak lebih cepat saat suhu naik.
Infinix merancang sistem tersebut untuk membantu menekan throttling tanpa kipas eksternal. Pendinginan itu juga dipadukan dengan 3D Vapor Chamber terbesar dalam sejarah seri GT agar pembuangan panas lebih efektif ketika gaming berlangsung intensif.
Infinix sendiri sebelumnya sempat memperlihatkan teknologi Hydroflow Liquid Cooling di ajang CES sebelum membawanya ke perangkat ini. Langkah itu menegaskan bahwa pendinginan bukan sekadar pelengkap, melainkan bagian penting dari arah pengembangan GT 50 Pro.
Fitur gaming dan tampilan yang tetap mencolok
Untuk mendukung permainan, Infinix menambahkan GT Triggers di sisi bahu ponsel. Tombol haptic ini bisa dipakai untuk membidik musuh saat bermain, dan juga dapat diatur sebagai pintasan untuk aplikasi atau kamera.
Dari sisi desain, identitas futuristik seri GT tetap dipertahankan. Bagian belakangnya memakai Mechanical Light Waves yang bisa menyala saat ada panggilan masuk, notifikasi, atau ketika game dimulai.
Pendekatan itu membuat GT 50 Pro tampil berbeda di antara banyak ponsel mid-range lain. Infinix tampak ingin menjadikan desain sebagai bagian dari pengalaman pengguna, bukan sekadar pemanis visual.
Kamera, sistem, dan dukungan jangka panjang
Meski arah utamanya jelas ke gamer, sektor kamera tetap dibuat fungsional untuk kebutuhan harian. Di belakang, ponsel ini membawa kamera utama 50 MP dengan OIS dan kamera ultrawide 8 MP.
Kemampuan videonya juga cukup lengkap. Kamera belakang dapat merekam hingga 4K 60 FPS, sementara kamera depan 13 MP mendukung perekaman hingga 4K 30 FPS.
GT 50 Pro menjalankan XOS 16.1 berbasis Android 16 dengan antarmuka Liquid Glass. Infinix juga menyematkan asisten AI FOAX yang terhubung dengan model AI global seperti ChatGPT, DeepSeek, dan Groq.
Di luar itu, Infinix menjanjikan 5 tahun update untuk perangkat ini. Rinciannya mencakup 3 kali major Android update dan 2 tahun security patch, sehingga GT 50 Pro tidak hanya mengandalkan performa cepat, tetapi juga umur pakai yang lebih panjang.







