Vivo S60 langsung menonjol berkat baterai 7.200 mAh yang dipadukan dengan pengisian cepat 90 W. Kombinasi ini membuat ponsel tersebut terasa sangat agresif untuk ukuran kelas menengah, terutama karena biasanya kapasitas sebesar ini tidak hadir bersama tenaga pengisian yang begitu cepat.
Daya tarik itu makin kuat karena Vivo S60 tidak hanya mengandalkan baterai besar. Perangkat ini juga membawa Snapdragon 8s Gen 3, sehingga posisinya terasa lebih serius untuk penggunaan harian yang berat, multitasking, hingga kebutuhan kamera.
Sorotan terhadap Vivo S60 tidak berhenti di pasar China. Rumor yang beredar di Weibo menyebut perangkat ini berpeluang hadir sebagai Vivo V80 untuk pasar lain, sehingga nama yang dipakai bisa berbeda meski karakter produknya tetap sama.
Layar besar dan desain yang dibuat menonjol
Di bagian depan, Vivo S60 memakai layar AMOLED 6,59 inci dengan resolusi 1,5K. Panel ini mendukung refresh rate 144 Hz, yang membuat pengalaman menjelajah konten dan bermain gim terasa lebih mulus.
Vivo juga memberi sentuhan premium pada desainnya. Bagian belakang menggunakan kaca dan bingkai logam, lalu tersedia pilihan warna Early Summer Green dan Sea of Stars dengan teknik litografi berlapis yang menghasilkan efek reflektif lebih elegan.
Bentuk modul kamera belakang dibuat persegi panjang. Sekilas tampilannya mengingatkan pada iPhone 17 Pro, meski identitas visual Vivo S60 tetap dibangun lewat detail desainnya sendiri.
Kamera depan dan belakang sama-sama jadi perhatian
Vivo menempatkan kamera sebagai salah satu nilai jual utama seri ini. Pada model standar, kamera depan beresolusi 50 MP disiapkan untuk selfie dan vlogging.
Di belakang, Vivo S60 membawa tiga kamera sekaligus. Susunannya terdiri dari sensor utama 50 MP dengan OIS, lensa ultra-wide 8 MP, dan telefoto periskop 50 MP dengan zoom optik 3x.
Kemampuan zoom digitalnya juga cukup jauh, yakni hingga 100x. Susunan ini membuat model standar terlihat lebih lengkap bagi pengguna yang membutuhkan fleksibilitas pemotretan.
Untuk Vivo S60 Vitality Edition, konfigurasi utamanya tetap memakai kamera utama dan ultra-wide. Namun, lensa periskop dihilangkan sehingga pilihan ini terasa lebih sederhana dibanding model standar.
Mengutip FoneArena, Vivo juga menyertakan fitur “Efek Visual Spasial 3D” yang bisa mengubah Live Photos menjadi gambar 3D tanpa kacamata khusus. Efek itu bisa terlihat lebih hidup hanya dengan memiringkan ponsel.
Masih di sisi kamera, ada pula mode “Cool White Portrait” dan efek “Starlight Live”. Keduanya memberi karakter visual yang lebih artistik pada hasil foto.
Perbedaan model, sertifikasi, dan harga jual
Vivo S60 dan Vivo S60 Vitality Edition sama-sama menjalankan OriginOS 6 berbasis Android 16. Keduanya juga dibekali sertifikasi IP68 serta IP69 untuk ketahanan terhadap air dan debu.
Di China, Vivo S60 dijual mulai 3.599 yuan untuk varian 12 GB/256 GB dan 4.399 yuan untuk varian 16 GB/512 GB. Sementara itu, Vivo S60 Vitality Edition dibanderol mulai 2.899 yuan untuk varian 8 GB/256 GB dan 3.499 yuan untuk varian 12 GB/512 GB.
Dengan layar 144 Hz, chipset kencang, baterai besar, dan kamera yang lengkap, Vivo S60 diposisikan sebagai opsi midrange yang sangat agresif. Jika rumor perubahan nama menjadi Vivo V80 benar, perangkat ini berpotensi masuk ke pasar global dengan identitas berbeda, tetapi membawa karakter utama yang tetap sama.
Source: www.suara.com






