Bocoran terbaru mengarah pada satu ponsel iQOO yang tampil sangat agresif di kelas flagship. Perangkat ini disebut akan membawa baterai single-cell berkapasitas terukur 7.845mAh yang kemungkinan dipasarkan sebagai 8.000mAh, lalu dipadukan dengan chipset Dimensity 9500.
Informasi tersebut beredar dari unggahan tipster Digital Chat Station di Weibo. Meski spek yang muncul terdengar besar, iQOO belum memberi konfirmasi resmi, sehingga nama final perangkat dan rincian teknisnya masih bisa berubah.
Identitas produk masih jadi tanda tanya
Salah satu bagian yang paling ramai dibahas justru bukan spesifikasinya, melainkan nama komersial perangkat ini. Bocoran menyebut ada dua kemungkinan, yakni bagian dari seri Neo 11 atau hadir sebagai iQOO 15T.
Perbedaan dugaan nama itu membuat spekulasi ikut berkembang di kolom komentar. Namun, sampai saat ini belum ada keterangan resmi dari iQOO yang bisa memastikan perangkat tersebut masuk ke lini yang mana.
Laporan sebelumnya juga sempat mengaitkan iQOO 15T dengan kipas pendingin bawaan. Akan tetapi, Digital Chat Station disebut membantah adanya fitur itu pada perangkat yang dimaksud dalam bocoran terbaru.
Layar besar dengan panel 2K
Dari sisi tampilan, perangkat ini dikabarkan memakai panel OLED datar berukuran 6,83 inci. Resolusinya disebut sudah 2K, sehingga posisinya mengarah ke kelas layar premium dengan fokus pada ketajaman visual.
Bersamaan dengan itu, bocoran yang sama menyebut kehadiran sensor sidik jari ultrasonik di dalam layar. Teknologi ini umumnya dipakai pada perangkat kelas atas karena dikenal cepat dan lebih andal dibanding sensor optik yang banyak digunakan di ponsel lain.
Baterai jumbo jadi sorotan utama
Daya tahan tampaknya menjadi salah satu senjata terbesar ponsel ini. Kapasitas baterai yang terungkap mencapai 7.845mAh dan dipasarkan sebagai 8.000mAh, angka yang tergolong sangat besar untuk sebuah flagship.
Jika benar hadir bersama Dimensity 9500, iQOO tampaknya ingin mengejar kombinasi performa tinggi dan penggunaan harian yang lebih panjang. Skema single-cell juga menarik karena bisa membantu efisiensi ruang internal tanpa membuat rancangan bodi menjadi terlalu ekstrem.
Kamera 200MP masih sebatas rumor
Di sektor kamera, bocoran menyebut adanya sensor utama 200 megapiksel. Klaim itu terdengar ambisius, tetapi statusnya masih belum final dan disebut masih bisa berubah sebelum peluncuran.
Karena belum dikonfirmasi resmi, informasi kamera 200MP ini tetap berada di level rumor. Meski begitu, penyebutan resolusi setinggi itu memberi sinyal bahwa iQOO tidak hanya mengejar performa, tetapi juga ingin menonjol di sisi fotografi.
Bodi metal dan proteksi tinggi
Perangkat ini juga disebut akan memakai rangka tengah berbahan metal. Di sisi ketahanan, bocoran mengarah pada sertifikasi IP68 dan IP69 untuk perlindungan terhadap debu dan air.
Kombinasi material metal dan rating proteksi tinggi biasanya identik dengan perangkat premium. Susunan ini bisa memperkuat kesan tangguh, terutama bagi pengguna yang menginginkan ponsel dengan daya tahan fisik lebih serius.
Siap melawan ponsel lain di kelas Dimensity 9500
Karena memakai Dimensity 9500, ponsel iQOO ini diperkirakan akan berhadapan langsung dengan model lain yang juga dirumorkan memakai chip serupa. Dua nama yang ikut disebut adalah Redmi K90 Max dan OnePlus Ace 6 Ultra.
Di kelas ini, persaingan kemungkinan tidak hanya ditentukan oleh chipset. Kombinasi baterai 8.000mAh, layar 2K, kamera 200MP, serta perlindungan IP68 dan IP69 bisa menjadi pembeda penting bagi iQOO bila bocoran tersebut benar-benar terwujud.
Laporan yang sama menyebut perangkat ini diperkirakan meluncur pada Mei. Sampai pengumuman resmi muncul, posisi model ini di jajaran iQOO, konfigurasi kamera final, dan identitas komersialnya masih menunggu kepastian dari perusahaan.
