Baterai Jadi Andalan Utama Di 7 HP Nokia Rp1,5 Jutaan, Tampilannya Juga Terasa Mewah

Bagi pencari HP murah yang ingin daya tahan panjang, deretan Nokia di kelas Rp1,5 jutaan punya nilai jual yang cukup menonjol. Dari tujuh model yang dibahas, beberapa justru paling menarik bukan karena performa, melainkan karena baterai besar yang membuat pemakaian harian terasa lebih lega.

Di sisi lain, Nokia juga masih menjaga tampilan yang terkesan rapi dan premium pada sejumlah modelnya. Itu sebabnya, perangkat-perangkat ini tetap dilihat menarik untuk kebutuhan browsing, media sosial, komunikasi, dan dokumentasi ringan.

Baterai jadi daya tarik terbesar

Nokia G10 menjadi salah satu model yang paling mudah mencuri perhatian karena kapasitas baterainya mencapai 5050mAh. Referensi menyebut perangkat ini bisa bertahan hingga tiga hari pemakaian, sehingga cocok untuk pengguna yang tidak ingin sering mencari colokan.

Di kelas yang sama, Nokia C22 juga menawarkan baterai 5000mAh dengan klaim tahan hingga dua hari untuk pemakaian ringan. Kombinasi itu membuat C22 terasa praktis bagi pengguna yang lebih mengutamakan ketahanan daya daripada fitur yang terlalu rumit.

Nokia G11 Plus membawa pendekatan serupa lewat baterai 5000mAh dan Android 13 Go Edition. Dukungan sistem yang lebih ringan ini membantu perangkat tetap stabil untuk pemakaian rutin, sementara kapasitas dayanya tetap aman untuk aktivitas harian.

Model yang terlihat lebih mewah

Jika tampilan menjadi pertimbangan utama, Nokia C32 termasuk yang paling menonjol. Ponsel ini memakai bodi belakang berbahan kaca dan frame metalik, lalu dipasangkan dengan layar 6,5 inci HD+ serta sertifikasi IP52.

Perpaduan itu memberi kesan lebih berkelas saat digenggam. Di bagian dapur pacu, C32 ditenagai Unisoc SC9863A1, RAM 4GB, dan baterai 5000mAh, sehingga tidak hanya mengandalkan desain.

Nokia C21 Plus juga punya nilai tambah dari sisi fisik karena hadir dengan bodi ramping dan sertifikasi IP52. Perlindungan dasar terhadap air dan debu membuatnya terasa lebih aman untuk penggunaan harian di kelas harga terjangkau.

Pilihan sederhana untuk kebutuhan dasar

Nokia 2.4 masih dianggap relevan meski bukan model terbaru. Desainnya disebut menyerupai iPhone XR, dengan layar 6,5 inci yang tetap nyaman dipakai untuk kebutuhan visual dasar.

Perangkat ini mengandalkan MediaTek Helio P22, RAM 3GB, dan baterai 4500mAh. Keunggulan lain ada pada Android One yang memberi pengalaman lebih bersih dan stabil untuk aktivitas ringan.

Sementara itu, Nokia C12 hadir sebagai opsi yang lebih ringkas. Layar 6,3 inci, chipset octa-core, RAM 2GB, dan Android 12 Go Edition membuatnya cocok untuk pemakaian yang sederhana dan hemat sumber daya.

Kapasitas baterainya memang paling kecil di antara tujuh model tersebut, yakni 3000mAh. Namun, efisiensi sistem masih disebut cukup untuk dipakai seharian dalam skenario penggunaan wajar.

Spesifikasi singkat tujuh model

  1. Nokia C32: layar 6,5 inci HD+, Unisoc SC9863A1, RAM 4GB, baterai 5000mAh, bodi belakang kaca, frame metalik, IP52.
  2. Nokia G11 Plus: layar 6,5 inci HD+, kaca anti gores, Unisoc T606, RAM 4GB, kamera utama 50MP, baterai 5000mAh, Android 13 Go Edition.
  3. Nokia G10: MediaTek Helio G25, RAM 3GB, baterai 5050mAh, daya tahan hingga tiga hari.
  4. Nokia C22: layar 6,5 inci HD+, Unisoc SC9863A, RAM 3GB, baterai 5000mAh, daya tahan hingga dua hari.
  5. Nokia C21 Plus: layar 6,5 inci HD+, Unisoc SC9863A, RAM 3GB, kamera utama 13MP, IP52.
  6. Nokia 2.4: layar 6,5 inci, MediaTek Helio P22, RAM 3GB, baterai 4500mAh, Android One.
  7. Nokia C12: layar 6,3 inci, chipset octa-core, RAM 2GB, baterai 3000mAh, Android 12 Go Edition.

Di antara tujuh pilihan itu, pola yang paling jelas tetap sama: Nokia mengandalkan tampilan rapi, ketahanan dasar, dan baterai besar sebagai pembeda utama di kelas Rp1,5 jutaan. Karena itu, G10 dan C22 kuat untuk daya tahan, sedangkan C32 dan G11 Plus lebih pas bagi pengguna yang mengejar kesan lebih premium sekaligus tetap praktis untuk kebutuhan harian.

Disclaimer
Artikel ini disusun dengan bantuan sistem otomasi dan ditinjau oleh redaksi agar tetap sesuai dengan fakta dari sumber rujukan.
Berita Terkait