Baterai Lithium Dan NFC Jadi Andalan Uwinfly T70, Dipakai 3 Bulan Tetap Pas Untuk Jarak Dekat

Uwinfly T70 justru paling menonjol bukan pada tenaga, melainkan pada kelengkapan fitur yang dibawanya di kelas harga murah. Dengan banderol sekitar Rp5,7 jutaan, sepeda listrik ini sudah memakai baterai lithium, NFC untuk menyalakan kendaraan, dan sejumlah fungsi harian yang membuatnya terasa lebih praktis dari perkiraan awal.

Dalam penggunaan ringan selama tiga bulan, karakter T70 terlihat cukup jelas sebagai kendaraan untuk jarak dekat. Odometer unit uji tercatat mencapai 175 kilometer, dan selama periode itu tidak muncul gangguan besar, termasuk setelah unit sempat dibongkar untuk pengecekan komponen.

Lebih cocok untuk mobilitas pendek

Uwinfly T70 diklaim mampu menempuh jarak hingga 40 kilometer dalam sekali pengisian. Kecepatan maksimumnya berada di kisaran 40 km/jam, sehingga arah penggunaan model ini memang lebih pas untuk rute ringan di area perkotaan.

Karakter tersebut membuat T70 lebih relevan untuk aktivitas praktis seperti antar-jemput anak sekolah atau perjalanan singkat ke lokasi sekitar. Sepeda listrik ini tidak dibangun untuk mengejar performa tinggi, melainkan untuk memberi kemudahan dalam mobilitas harian.

Fitur terasa lebih lengkap dari harganya

Salah satu pembeda utama T70 ada pada sistem NFC yang dipakai untuk menyalakan kendaraan. Pengguna cukup menempelkan kartu ke titik pembaca, sehingga tidak perlu bergantung pada kunci manual seperti pada sepeda listrik yang lebih sederhana.

Panel kontrolnya juga terbilang cukup kaya untuk kelas harga ini. Tersedia tombol lampu, klakson, serta tiga pilihan mode kecepatan yang terdiri dari speed 1, speed 2, dan speed 3.

Model ini juga membawa fitur autopilot atau cruise control sederhana. Fungsi tersebut membantu menjaga laju kendaraan dalam kondisi tertentu, meski pengguna tetap perlu berhati-hati saat menggunakannya.

Di dashboard, tersedia pula port USB untuk mengisi daya ponsel. Namun, kemampuan pengisiannya tergolong kecil, sehingga fitur ini lebih tepat dipakai saat kondisi darurat karena proses pengisian berlangsung lambat.

Baterai lithium jadi nilai pembeda

Penggunaan baterai lithium menjadi poin yang paling terasa menonjol dari Uwinfly T70. Jenis baterai ini dinilai lebih stabil dan aman, sekaligus membuat tampilan kendaraan terlihat lebih rapi karena tidak ada MCB seperti pada beberapa model non-lithium.

Akses pengisian dayanya juga dibuat cukup mudah dijangkau. Untuk pembeli yang memprioritaskan kepraktisan harian, fitur ini menjadi salah satu alasan kuat untuk mempertimbangkan T70 di antara opsi lain pada kelas harga serupa.

Selama pemakaian, baterai disebut masih awet dan tidak menuntut pengisian ulang terlalu sering ketika dipakai sekitar tiga sampai empat kali dalam sepekan. Dari sisi penggunaan, hal itu memperkuat kesan bahwa T70 lebih nyaman diposisikan sebagai kendaraan dekat, bukan alat transportasi untuk menempuh jarak jauh.

Desain sederhana, fungsi tetap terasa

Secara tampilan, Uwinfly T70 mengusung desain yang sederhana dan fungsional. Lampu utama depan sudah LED dengan lampu jauh dan dekat, sementara lampu sein juga LED dan dilengkapi suara indikator.

Bagian samping juga dibuat praktis lewat pijakan kaki yang lebar. Selain itu, tersedia standar samping dan standar tengah untuk memudahkan parkir dalam berbagai kondisi.

Ada satu catatan penting pada standar samping karena sistemnya belum terhubung ke fitur pengaman. Artinya, kendaraan masih bisa digas saat standar belum dinaikkan, sehingga pengguna perlu lebih waspada ketika memarkir.

Bagasi di bawah jok juga menjadi salah satu kelebihan yang berguna. Ruangnya disebut mampu menampung helm standar, sehingga mendukung fungsi harian yang lebih fleksibel.

Kenyamanan masih punya kompromi

Di sektor kaki-kaki, T70 memakai velg 10 inci serta rem tromol di roda depan dan belakang. Konfigurasi ini umum di kelas sepeda listrik terjangkau, tetapi tentu tidak memberi rasa pengereman sekuat sistem rem cakram.

Suspensi depan juga disebut terasa cukup keras saat melewati jalan yang kurang rata. Kondisi itu membuat kenyamanan berkendara belum sepenuhnya optimal, terutama bila rute yang dilalui sering memiliki permukaan jalan yang tidak mulus.

Selama pemakaian, ada beberapa penyesuaian yang dilakukan untuk membantu karakter berkendaranya. Pedal sepeda dan rantai sempat dilepas untuk mengurangi beban, sementara posisi baterai yang dirasa kurang stabil saat melintas di jalan bergelombang diatasi dengan tambahan ganjalan.

Bunyi berdecit pada bagian tertentu juga sempat diatasi dengan pelumas. Namun, perawatan seperti ini perlu diulang karena pelumas mudah hilang saat terkena air, sehingga area tertentu tetap memerlukan perhatian ekstra.

Dengan harga Rp5,7 jutaan, baterai lithium, NFC, bagasi yang fungsional, dan fitur harian yang terasa lengkap, Uwinfly T70 menempatkan diri sebagai pilihan yang menarik di segmen sepeda listrik murah. Di saat yang sama, rem tromol, suspensi yang keras, dan beberapa kebutuhan penyesuaian kecil selama pemakaian tetap menjadi hal yang perlu dipertimbangkan sebelum membeli.

Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow UsGoogle NewsFlipboard
Berita Terkait
Berita Terbaru
Populer