Baterai Nikel Diisi Merek Eropa-Korea, Insentif EV Baru Bisa Makin Menguntungkan Mereka

Author: Redaksi Android62

Deretan mobil listrik berbaterai nikel yang beredar di Indonesia ternyata lebih banyak diisi merek Eropa dan Korea Selatan daripada pabrikan China. Komposisi ini menarik karena pemerintah sedang menyiapkan insentif yang memberi perlakuan lebih besar kepada mobil listrik berbaterai nikel dibandingkan model nonnikel.

Baterai yang dimaksud umumnya adalah Nickel Manganese Cobalt atau NMC. Jenis ini memiliki kepadatan energi lebih tinggi daripada Lithium Iron Phosphate atau LFP, sehingga mampu memberi jarak tempuh lebih jauh dengan ukuran baterai yang lebih ringkas.

Karakter itu membuat NMC banyak dipakai di mobil listrik kelas menengah atas dan premium. Di sisi lain, biaya produksinya lebih mahal dan proses pembuatannya lebih kompleks dibanding LFP.

Rencana insentif tersebut sebelumnya disampaikan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Skemanya menyasar 100 ribu mobil listrik mulai Juni 2026 lewat diskon pajak pertambahan nilai ditanggung pemerintah atau PPN DTP.

Purbaya menyebut mobil listrik berbaterai nikel bisa memperoleh diskon PPN 100 persen. Adapun mobil listrik nonnikel akan mendapat diskon mulai 40 persen, sementara mekanisme lanjutannya akan ditetapkan oleh Kementerian Perindustrian.

Arah kebijakan itu juga dikaitkan dengan dorongan pemanfaatan material yang jumlahnya besar di dalam negeri. Karena itu, mobil listrik berbaterai nikel diposisikan untuk mendapat perhatian lebih besar di pasar.

BMW dan Hyundai paling banyak muncul

Di daftar model yang memakai baterai NMC, BMW menjadi salah satu merek dengan jumlah terbanyak. Model yang tercatat antara lain i4 eDrive35, i5 eDrive40, i5 M60, i5 eDrive40 Touring, iX1 eDrive20, iX xDrive45, iX xDrive40, iX xDrive50, serta i7 xDrive60 Gran Lusso dan xDrive60 Gran Lusso two tone.

Hyundai juga punya jajaran yang panjang di kategori ini. Pada Ioniq 5, tersedia varian N, Batik, Prime (SR), Prime (LR), Signature (SR), dan Signature (LR), sedangkan Ioniq 6 hadir dalam varian Signature.

Untuk Kona, Hyundai menawarkan N, Style (SR), Prime (SR), Prime (LR), Signature (SR), dan Signature (LR). Banyaknya varian itu menunjukkan baterai NMC tidak hanya dipakai pada model impor utuh, tetapi juga pada mobil yang sudah akrab di pasar Indonesia.

Kia, Mercedes-Benz, Mini, Volvo, hingga Xpeng ikut terdaftar

Kia turut masuk lewat EV6 varian GT dan GT Line, serta EV9 varian GT Line dan Earth. Kehadiran model-model ini menegaskan bahwa baterai nikel masih kuat di segmen yang mengutamakan jarak tempuh dan kelas kendaraan.

Dari segmen premium, Mercedes-Benz menampilkan daftar yang lebih panjang. Model yang tercatat meliputi EQB 250+ Progressive Line, EQE 350+ Electric Art Line dan 350 4Matic, serta EQS 450+ Electric Art Line, 450+ AMG Line, 450+ Edition One, dan 450 4Matic AMG Line.

Mercedes-Benz juga memasukkan G 580 with EQ Technology dan Maybach EQS 680 ke daftar tersebut. Mini hadir dengan Electric, Cooper SE, Cooper John Cooper Works Electric, Countryman SE All4, dan Aceman SE, sedangkan Volvo membawa EX30 Plus dan Ultra, serta EX40 dan EC40.

MG tercatat melalui Cyberster dan 4 Max, sementara Xpeng masuk dengan X9 LR Pro Plus. Kehadiran merek-merek ini memperlihatkan bahwa mobil listrik berbaterai nikel di Indonesia tidak dikuasai oleh pabrikan China.

Sebagian besar justru datang dari Eropa, Korea Selatan, dan Jepang yang sudah lebih dulu kuat di segmen premium maupun menengah atas. Kondisi tersebut selaras dengan karakter NMC yang lebih mahal dan lebih rumit diproduksi, tetapi menawarkan keunggulan jarak tempuh yang lebih baik.

Source: www.cnnindonesia.com
Berita Terbaru