Batuk Anak Muncul saat Hujan, Obat Alergi Tak Boleh Diberikan Sembarangan

Batuk yang muncul ketika hujan tidak cukup menjadi alasan untuk langsung memberi obat alergi kepada anak. Keluhan pada saluran napas perlu diperiksa lebih dahulu agar penyebabnya dapat dibedakan dengan tepat.

Dokter spesialis anak subspesialis alergi imunologi dari RS Pondok Indah – Pondok Indah, dr. Endah Citraresmi, Sp.A, Subsp.A.I, menekankan obat alergi diberikan bila gejala telah terkonfirmasi berasal dari alergi. Orang tua disarankan berkonsultasi kepada dokter spesialis anak sebelum menentukan penanganan.

Pemeriksaan diperlukan karena batuk dan pilek dapat dipicu beberapa kondisi yang berbeda. Infeksi virus, iritasi saluran napas, dan alergi dapat menimbulkan keluhan yang serupa, tetapi konteksnya tidak selalu sama.

Balita Bisa Mengalami ISPA Berulang

Pada balita, batuk dan pilek lebih sering berhubungan dengan infeksi saluran napas akut akibat virus. Anak pada kelompok usia ini dapat mengalami ISPA sebanyak 6 hingga 12 kali dalam satu tahun.

Frekuensi tersebut dapat membuat anak tampak sering sakit, terutama pada musim hujan. Pada periode ini, sirkulasi virus penyebab gangguan saluran napas dapat meningkat di lingkungan.

Keluhan yang berulang juga tidak berarti semua episode harus ditangani dengan jenis obat yang sama. Penyebab setiap batuk dan pilek perlu dinilai berdasarkan kondisi anak saat itu.

Udara Dingin Bukan Alergen

Istilah “alergi dingin” sebenarnya tidak tepat digunakan. Udara atau cuaca dingin dapat mengiritasi saluran napas pada anak yang memang memiliki sensitivitas akibat alergi.

Iritasi itu dapat memunculkan gejala setelah anak terpapar udara dingin. Namun, kemunculan keluhan saat hujan tetap tidak dapat dijadikan dasar tunggal untuk menyimpulkan adanya alergi.

Alergi merupakan respons abnormal tubuh terhadap benda di lingkungan yang sebenarnya tidak berbahaya. Benda pemicu tersebut disebut alergen dan umumnya berupa protein dari lingkungan sekitar.

Pemicu atau KondisiKeterangan
Udara dinginDapat mengiritasi saluran napas sensitif pada penderita alergi.
Polusi udaraDapat mengiritasi saluran napas dari dalam maupun luar ruangan.
Infeksi virusMenjadi penyebab umum batuk dan pilek pada anak balita.

Pemicu Alergi Perlu Diidentifikasi

Beberapa alergen yang dapat ditemukan di sekitar anak antara lain tungau debu rumah, bulu binatang, kecoa, dan jamur. Anak dengan alergi pada anak dapat mengalami gejala ketika terpapar pemicu yang sesuai.

Selain itu, polusi udara di dalam dan luar ruangan dapat memperberat iritasi pada saluran napas. Kondisi tersebut dapat memunculkan atau memperparah keluhan pada anak yang saluran napasnya sensitif.

Dokter dapat menilai pola keluhan dan menentukan langkah yang diperlukan bagi anak. Dalam kondisi tertentu, orang tua dapat menanyakan perlunya pemeriksaan tambahan untuk memastikan kemungkinan alergi.

Penilaian yang tepat membantu membedakan batuk pilek pada anak akibat alergi, iritasi, atau infeksi saluran napas akut. Dengan demikian, obat diberikan sesuai penyebab keluhan, bukan semata-mata karena gejala muncul saat hujan.

Berita Terkait