Bayi Introvert Sering Mudah Kewalahan Di Tempat Ramai, Ini 3 Ciri Yang Bisa Terlihat Sejak Dini

Banyak tanda kepribadian anak tidak selalu muncul saat mereka sudah bisa bicara dengan jelas. Pada anak introvert, jejaknya bahkan dapat terlihat sejak bayi dari cara mereka merespons rangsangan dan memilih kapan akan terlibat.

Dr. Marti Olsen Laney dalam buku The Hidden Gifts of the Introverted Child menjelaskan bahwa temperamen manusia sudah tertanam sejak lahir. Karena itu, ciri introvert dan ekstrovert dapat terlihat bahkan sejak usia empat bulan.

Salah satu ciri yang paling mudah diamati adalah kebiasaan anak untuk menonton lebih dulu sebelum ikut masuk ke situasi baru. Mereka biasanya tidak langsung bergabung dalam permainan atau keramaian, melainkan memperhatikan apa yang terjadi di sekitar lebih dulu.

Pola ini juga tampak saat anak menghadapi pilihan kecil. Anak introvert cenderung melihat sebelum bertindak dan berpikir sebelum berbicara, sehingga langkah mereka sering lebih hati-hati ketika bertemu hal baru.

Suka mengamati sebelum bereaksi

Anak introvert kerap terlihat seperti pendiam, tetapi di balik itu mereka sering aktif mengamati. Mereka punya rasa ingin tahu yang kuat, termasuk dorongan untuk memahami cara sesuatu bekerja dan alasan di balik perilaku orang lain.

Namun, rasa ingin tahu itu biasanya tidak muncul dalam bentuk reaksi cepat. Mereka lebih sering memproses situasi dalam diam, lalu baru bergerak ketika merasa cukup aman.

Karena kebiasaan ini, anak introvert sering tampak tenang di luar. Meski begitu, kondisi tersebut bukan berarti mereka pasif atau tidak tertarik pada lingkungan sekitar.

Cepat lelah saat rangsangan terlalu banyak

Lingkungan ramai sering menjadi petunjuk lain yang mudah terlihat. Saat masih bayi, anak yang introvert bisa menangis atau meronta ketika berada di tempat yang penuh aktivitas dan rangsangan.

Psikolog Harvard Jerome Kagan dan Nancy Snidman menemukan bahwa bayi yang sangat reaktif terhadap rangsangan yang tidak familiar cenderung tumbuh menjadi orang dewasa yang pemalu, penakut, atau introvert. Dalam kehidupan sehari-hari, anak seperti ini juga bisa menutup diri atau lebih bergantung pada orang yang dianggap aman.

Saat menghadapi situasi baru, mereka dapat menjadi sangat kewalahan. Keramaian, orang baru, dan lingkungan yang sibuk bisa memicu tantrum, dan energi mereka juga lebih mudah terkuras setelah banyak stimulasi dibanding anak ekstrovert.

Nyaman dengan aktivitas yang bisa dilakukan sendiri

Di luar cara merespons keramaian, tanda lain bisa terlihat dari pilihan bermain anak. Banyak anak introvert memiliki imajinasi kuat dan dapat tenggelam lama dalam satu jenis permainan.

Jika seorang anak mampu fokus pada satu aktivitas selama berjam-jam, hal itu dapat menjadi petunjuk yang penting. Seiring bertambah besar, mereka sering lebih suka kegiatan yang bisa dilakukan sendiri, seperti membaca, menggambar, bermain gim komputer, atau menghabiskan waktu di kamar dengan pintu tertutup.

Kebiasaan itu tidak berarti mereka menolak orang lain. Anak introvert tetap bisa berinteraksi, tetapi mereka biasanya membutuhkan ruang yang tenang untuk mengisi ulang energi setelah banyak stimulasi.

Melihat pola ini sejak dini membantu orang tua memahami bahwa introvert tidak selalu ditandai oleh sifat diam semata. Pada banyak anak, cirinya justru muncul dari cara mereka mengamati, memproses, dan memilih lingkungan yang terasa aman bagi diri mereka.

Source: www.beautynesia.id

Berita Terkait